[ppi] [ppiindia] Politik Wayangan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 19 Oct 2005 22:40:08 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/20/opini/2139676.htm
Politik Wayangan
SUKARDI RINAKIT
Di ujung telepon, dari kampung di Madiun, ibu saya berkata, Untuk apa kamu
sekolah tinggi-tinggi kalau melihat keadaan begini diam saja? Padahal sekitar
tiga pekan lalu, dua jam setelah Bom Bali 2 meledak, ia mengingatkan agar saya
tidak nyinyir mengkritik pemerintah. Beban pemerintah terlalu berat, katanya.
Konsentrasinya terpecah antara menangani bencana dan membuat kebijakan untuk
keadaban publik.
Namun, melihat pemerintah telah keterlaluan dalam menaikkan harga BBM, terutama
harga minyak tanah, sikap keprihatinan seorang ibu akhirnya berubah karena
menyaksikan semakin sulitnya kehidupan tetangga. Dia khawatir, kini sudah
jarang pepohonan, mereka akan mencabuti pagar orang untuk dijadikan kayu bakar.
Kalau itu terjadi, hubungan harmonis antartetangga bisa terguncang.
Fenomena kekecewaan seperti itulah yang kini menyebar di relung-relung nurani
Republik. Namun, bagi rakyat tidak ada pilihan lain. Apa yang tersisa pada
mereka tinggal keyakinan bahwa Presiden SBY itu orang baik, jujur, tidak korup,
tidak berbisnis, dan masih bisa menangis.
Indikator terakhir itu penting karena banyak pejabat yang sudah lupa cara
menangis meski setiap hari menyaksikan kesengsaraan hidup rakyatnya. Jadi
harapan itu hanya ditujukan kepada Presiden SBY. Bukan untuk wakil presiden,
kabinet, maupun anggota DPR.
Praktik politik
Mengamati proses mengambil keputusan setahun terakhir, ada kesan, suatu
keputusan diambil dalam waktu semalam. Semalam suntuk berdiskusi untuk
mengevaluasi situasi terakhir. Dan ketika setiap orang sudah lelah dan
mengantuk, pejabat yang berkepentingan membacakan kebijakan departemennya.
Semua setuju karena sudah tidak konsentrasi lagi.
Itulah fenomena politik wayangan. Ibarat nonton pergelaran wayang semalam
suntuk, karena badan lemas dan mata mengantuk, siangnya tidur seharian. Karena
itu, praktik politik wayangan juga mencakup perumusan dan pengambilan kebijakan
yang diambil secara instan. Selain itu, ia juga merujuk praktik-praktik politik
yang malas dari para elite politik.
Soal kenaikan harga BBM, misalnya, politik wayangan tercermin dari kontroversi
besaran kenaikan harga BBM. Sampai menjelang pengumuman, tidak satu pun
komentar pejabat yang dapat dijadikan pegangan. Ketika besaran kenaikan harga
BBM diumumkan, semua terkejut. Bahkan menurut kabar, sebagian menteri
perekonomian pun kaget. Mereka bersikap tak tahu-menahu dan cenderung lepas
tangan. Jika kabar itu benar, itu hanya mungkin terjadi jika keputusan penting
tersebut diambil saat lelah dan kantuk sudah menyergap ruang sidang kabinet.
Selain itu, praktik politik wayangan juga terlihat pada kesiapan pemerintah
dalam mendata keluarga miskin. Waktu yang amat sempit membuat pendataan bagi
mereka yang berhak menerima dana kompensasi BBM tidak sempat divalidasi.
Demikian juga, banyak kelemahan dalam praktik pencairan dan pengambilan dana.
Akibatnya, Badan Pusat Statistik (BPS), lurah, ketua RW, dan ketua RT menjadi
musuh baru masyarakat miskin.
Kemalasan
Praktik-praktik politik yang malas dari elite politik adalah bagian integral
dari variabel politik wayangan. Berdasarkan analisis isi yang dilakukan Soegeng
Sarjadi Syndicate terhadap berita-berita koran, ditemukan fakta bahwa kondisi
penegakan hukum dan keamanan selama satu tahun pemerintahan SBY sedikit lebih
baik dibandingkan setahun terakhir pemerintahan Megawati. Sedangkan kondisi
sosial dan ekonomi, keadaannya lebih buruk.
Namun, karena elite pengambil keputusan di departemen malas seperti habis
menonton pergelaran wayang semalam suntuk, mereka yang bertanggung jawab pada
masalah hukum dan keamanan tidak menjual keberhasilan kinerja lembaganya itu.
Padahal langkah itu bisa menjadi modal dasar untuk meningkatkan optimisme dan
gairah publik dalam menghadapi kesulitan hidup.
Sebaliknya, untuk bidang sosial dan ekonomi yang kinerjanya buruk, para menteri
perekonomian tidak ada yang berani pasang badan untuk menjadi bumper presiden
(seperti tim tujuh era Pak Harto dulu). Padahal mereka seharusnya bersatu untuk
menjelaskan kebijakan tidak populis yang terpaksa mereka ambil. Mereka harus
turba mengajak duduk semua komponen bangsa yang menjadi spoiler (oposan)
kebijakan itu. Namun, tampaknya mereka malas melakukannya. Akibatnya, semua
tembakan, apa pun isi tembakan itu, hanya mengarah kepada satu sasaran:
Presiden!
SUKARDI RINAKIT Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Politik Wayangan