[ppi] [ppiindia] Politik Luar Negeri RI
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 28 Aug 2005 22:29:06 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/29/opini/1988374.htm
Politik Luar Negeri RI
Oleh: PLE PRIATNA
Menyambut 60 tahun kemerdekaan RI pada Agustus 2005 ini, politik luar negeri RI
menjadi topik hangat di berbagai seminar dan diskusi.
Mencari Desain Baru Politik Luar Negeri Indonesia, demikian judul buku kumpulan
tulisan para pakar, telah diangkat menjadi tema seminar di CSIS-Jakarta
beberapa waktu lalu. Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dan Financial
Club Jakarta juga menyiapkan diskusi dengan topik yang sama. Belum lagi foreign
policy breakfast di Pejambon dalam rangka peringatan proklamasi telah
menyemarakkan relevansi dan kedekatannya dalam kehidupan keseharian di era
global ini.
Sebuah kenyataan yang tidak dimungkiri, refleksi perjuangan panjang kemerdekaan
republik tidak bisa dipisahkan dari peran Departemen Luar Negeri sebagai
institusi birokrasi tertua di republik ini sekaligus pelaku sejarah yang
mengiringi gerak pengakuan kedaulatan kepada republik untuk pertama kalinya
sekaligus pembina hubungan dengan mancanegara. Dari sini lahir prinsip
bebas-aktif yang terus bergulir menyesuaikan perjalanan diplomasi kita.
Namun, ingar bingar globalisasi dengan sederet akibatnya berikut persoalan
domestik yang kian menumpuk. Ramifikasi persoalan domestik dan isu-isu global,
munculnya aktor-aktor baru di tingkat domestik maupun global, telah
menghadapkan perubahan yang begitu cepat, terasa membenturkan validitas
konsepsi bebas-aktif itu termasuk pelaksanaan diplomasinya. Apalagi lingkup,
cakupan, dan dimensi sentuhan kepentingan publik semakin luas.
Politik luar negeri harus berpihak, dominan ke Asia, sekaligus harus mampu
mendorong perkembangan politik di dalam negeri. Tidak banyak yang bisa
dilakukan Menteri Luar Negeri karena masalahnya ada pada orang lain semua...
kita telanjur mendekati masalah secara sektoral, tetapi penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan luar negeri harus integratif oleh seluruh elemen bangsa.
Demikian sederet pendapat dalam sebuah seminar di CSIS Jakarta lalu, mewakili
keragaman pemahaman atas persoalan yang ada (Kompas, 11/8).
Pemahaman komprehensif
Continuity and change dalam konteks foreign policy making atau pelaksanaan
diplomasi ikut digugat. Sebuah desain baru politik luar negeri RI pun
ditawarkan di tingkat wacana, seolah menjadi jawaban yang gemilang di tengah
kegamangan dan kekurangpahaman mengenai apa yang sudah dilakukan dan hasil yang
diperoleh.
Pelaksanaan kebijakan luar negeri dalam konteks diplomasi memang sesuatu yang
hidup. Prinsip bebas dan aktif itu bukan sekadar kalimat klise yang berhenti
dalam pengertian mendayung di antara dua karang. Bukan pula "pemadam kebakaran"
dan bukan sekadar kegiatan sporadis merespons satu-dua isu, limbah dari semakin
dekatnya kepentingan publik.
"Desain baru" dalam pengertian penyesuaian di sana-sini sesuai dengan tuntutan
perkembangan zaman sudah banyak dilakukan. Namun, jika pengertiannya adalah
sebuah perubahan fundamental dari prinsip dasar tentu menjadi tanda tanya besar.
Coba kita simak kembali. Kebijakan luar negeri bebas-aktif perlu pengembangan
dan adaptasi dengan realitas dunia masa kini agar bisa mewakili kepentingan
nasional di masa datang. Namun tidak berarti kemudian membongkar total atau
mengganti keseluruhan konsep bebas-aktif. Demikian pidato sambutan Presiden SBY
dalam diskusi Indonesia Council on World Affairs (ICWA) di Jakarta, 19 Mei 2005.
Di tengah kegamangan kita menghadapi problema keseharian dalam konteks limbah
globalisasi, persaingan dagang, keterpurukan ekonomi, kelangkaan sumber daya,
dan setumpuk masalah domestik lainnya diperlukan keahlian untuk bisa melihat
secara cerdas prioritas kepentingan nasional kita. Meredefinisikan kepentingan
nasional kita jauh lebih penting daripada membicarakan soal kulit desain maupun
format diplomasi yang sudah berjalan.
Karena itu, disayangkan ketika sebagian pakar meributkan soal desain baru,
tidak banyak yang benar-benar memahami dan mengetahui bahwa Departemen Luar
Negeri telah memiliki Rencana Strategik tahun 2004-2009, acuan dalam
menjalankan fungsi dan tugas pokok penyelenggaraan kebijakan luar negeri RI.
Blueprint yang komprehensif menyangkut arah kebijakan, kepentingan nasional,
dan partisipasi publik dalam diplomasi ke mancanegara masa datang.
Jadi, di tengah pancaroba perubahan yang demikian pesat ini, desain bagi
kebijakan luar negeri ke depan bukan dalam arti format, tetapi seyogianya pada
esensi perumusan kembali kepentingan nasional. National interest, bukan juga
kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Dan tidak pula menempatkan politik
luar negeri semata sebagai fire department dengan para fire fighters untuk
sekadar memadamkan api di mana-mana.
PLE Priatna Alumnus FISIP UI dan Universitas Monash
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Politik Luar Negeri RI