[ppi] [ppiindia] Politik Komunalisme, Ancaman bagi Demokrasi

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/27/opi01.html



Politik Komunalisme, Ancaman  bagi Demokrasi  
Oleh
T Yulianto 


Perilaku beberapa ormas berlatar belakang agama dan etnik yang melakukan 
kekerasan dan intimidasi psikologis kepada kelompok individu/organisasi lain 
yang berbeda pendapat/keyakinan, merupakan cerminan politik komunalisme. 
Kekerasan dilakukan dengan menggerebek tempat-tempat yang dikatakan maksiat, 
atau menyerang kelompok yang berbeda pandangan.

Politik komunalisme adalah aktivitas rekayasa sosial melalui 
tindakan-sikap-tuntutan yang menginginkan kelompok lain yang minoritas tunduk 
dan menurut apa yang dikehendaki kelompok yang melakukan rekayasa sosial. 
Politik ini memiliki tujuan menihilkan perbedaan pendapat dan perilaku agar 
sesuai dengan identitas dan karakter spesial yang dimiliki kelompok mayoritas 
secara politis.

Gejala menguatnya politik komunalisme-yang tercermin dari tumbuh suburnya 
kekuatan paramiliter sipil pasca reformasi-memiliki dampak politik terhadap 
masa depan demokrasi dan perubahan sosial. Politik Komunalisme pada hakikatnya 
antidemokrasi dan dekat dengan praktik kekerasan politik antarkekuatan 
mayoritas terhadap minoritas. 

Skenario Pembusukan 
Ada beberapa kekuatan komunalisme yang saat ini eksis dalam kancah perpolitikan 
nasional. Baik yang menguasai kursi parlemen maupun yang bergerak di 
ekstra-parlemen. 

Pertama, kekuatan politik kepartaian yang berasas ideologi puritan (politik 
agama). Kekuatan politik kepartaian yang berasas ideologi puritan memiliki 
motivasi terselubung untuk mendekonstruksi bangunan kenegaraan dari kontrak 
sosial-sejarah berdirinya NKRI. 
Memiliki cita-cita membangun negara dan kekuasaan atas fondasi keyakinan 
ideologi yang seragam. Kelompok ini telah menunjukkan "taring politis"-nya 
dengan mengoalkan berbagai produk kebijakan publik (per-UU-an di tingkat pusat 
dan Perda di -"daerah") yang pada substansinya menolak asas kebhinekaan atau 
pluralitas sosial.

Kedua, kekuatan politik ekstra-parlemen yang memiliki ideologi fundamentalisme 
keagamaan. Kekuatan politik ini bergerak di tataran isu, opini, dan wacana 
keagamaan yang dicoba dijadikan blue print prinsip dan etika politik 
kenegaraan. Mengusung tuntutan politik agama dalam berbagai aktivitas 
demonstrasi dan sosialisasi melalui beragam media. 

Ketiga, kekuatan politik ekstra-parlemen yang memiliki motif ekonomisme, yakni 
kelompok preman terorganisasi dengan label agama tertentu dan identitas etnik 
tertentu yang aktivitasnya mencari rente ekonomi dari praktik kekerasan yang 
dilakukan terhadap kelompok lain yang kekuatan politisnya lemah.

Dalam studi George Junus Aditjondro tahun 1996, ditarik kesimpulan bahwa 
lahirnya berbagai ormas dan organisasi radikal yang aktif dalam praktik 
kekerasan dan intimidasi terhadap komunitas masyarakat sipil yang berbeda 
keyakinan politik, merupakan skenario pembusukan politik yang dilakukan 
aparatus kekuasaan.

Tujuannnya untuk memecah belah soliditas dan kesadaran demokratik di kalangan 
masyarakat sipil. Memang dalam sejarah perjalanan bangsa ini terutama pasca G 
30 S, kekuatan-kekuatan politik komunalisme (baca: paramiliter sipil) sangat 
identik dengan perilaku kekerasan dan bahkan terlibat dalam decloosung 
kemanusiaan tahun 1965. 


Rasa Tak Aman
Kelompok-kelompok yang dibina dan dibesarkan oleh Orde Baru, memiliki peran 
strategis dalam melahirkan berbagai praktik kekerasan opresif kelompok sipil 
terhadap komunitas sipil yang lain. Di era reformasi sekarang ini banyak 
kelompok politik komunalisme yang bermetamorfose menjadi gerakan 
ekstra-parlementer yang acap kali melakukan praktik kekerasan. 

Mereka tidak lagi melabelisasi dirinya sebagai kelompok pembela ideologi negara 
namun tampil dalam baju yang berbeda, dengan label agama, atau citra etnik 
tertentu. Mereka memilih label agama dan etnik karena memiliki legitimasi 
mayoritas.

Banyak perilaku/tindakan kelompok politik komunalisme yang menimbulkan korban 
dan rasa tidak aman masyarakat. Kehadiran mereka apabila ditoleransi oleh 
pemerintahan SBY-JK akan menghambat proses demokratisasi dan hadirnya 
masyarakat madani, dan akan pula menjadi penghalang bagi merekatnya kesadaran 
akan nilai keberagaman dan perdamaian masyarakat di negeri ini.

Kekuatan yang tidak mematuhi jalan dan prinsip demokratisasi--kategori ormas 
pelaku praktik premanisme-secara langsung menjadi handicap bagi penguatan 
kesadaran demokratis masyarakat. Mereka justru menodai hakikat nilai demokrasi 
yang menjunjung tinggi dan toleran terhadap keberagaman dan perbedaan pendapat. 

Kehadiran kekuatan politik komunalisme hanya akan menyulut bara konflik 
horizontal yang berkepanjangan di masyarakat. Untuk itulah saat ini-kalau 
perlu-pemerintah, dalam hal ini Depdagri dan Polri melarang adanya berbagai 
Ormas yang menjalankan praktik kekerasan kolektif dan aktif melalukan 
intimidasi psikologis-pysik. Pemerintah yang bijak melindungi perasaan aman, 
damai dan tertib masyarakatnya.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Mitra Parlemen
  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: