[ppi] [ppiindia] Pimpinan Minta Gaji Paling Sedikit Rp 40 Juta
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 22 Oct 2005 23:55:34 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/23/utama/2148502.htm
Pimpinan Minta Gaji Paling Sedikit Rp 40 Juta
Bandung, Kompas - Setelah dua tahun bekerja tanpa gaji, Komisi Pemberantasan
Korupsi mengusulkan kepada pemerintah agar untuk setiap pimpinan KPK diberi
gaji paling sedikit Rp 40 juta. Itu merupakan gaji bersih tanpa ada pemberian
tunjangan atau fasilitas lainnya.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Menteri Keuangan. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas di Bandung, Sabtu (22/10).
Mengacu pada pegawai negeri sipil yang disinyalir kerap melakukan korupsi
karena gajinya kecil, KPK tak ingin mengalami itu. "Gaji KPK diusulkan Rp 40
juta lebih besar daripada pegawai negeri. Saat ini sistem untuk KPK masih
persekot, belum ada peraturan pemerintahnya," kata Erry.
Usulan mengenai besaran gaji pimpinan KPK, ujar Erry, pernah diusulkan dalam
suatu rapat kabinet, tetapi ada menteri yang keberatan karena gaji menteri
tidak sebesar itu. "Tapi kami mengusulkan gaji sebesar itu tanpa fasilitas
rumah, mobil, dan pengawal seperti yang dimiliki menteri," Erry Riyana
menambahkan.
Usulan gaji bagi pimpinan KPK, ujarnya, dilakukan demi pelayanan publik. Jika
mau mendapatkan pelayanan optimal, anggota KPK harus mendapatkan gaji yang
diminta.
"Kalau ada kritik, itu kan bagian dari dinamika publik. Kita rasional saja.
Bagaimana bisa merekrut orang-orang terbaik dengan gaji rendah," kata Erry.
Meski demikian, ia mengaku bila dirinya kecewa karena kinerja KPK selama ini
tidak seperti yang diharapkan. Namun, ia mengatakan, besar gaji yang diminta
KPK tidak kontradiktif dengan kinerjanya, justru hal itu dibutuhkan untuk
memicu produktivitas.
Jadi, gaji harus didahulukan untuk merangsang kinerja agar anggota KPK tidak
mudah tergoda dengan tawaran oknum pelanggar hukum. Erry mengatakan, sudah
hampir dua tahun KPK belum digaji secara tetap dan usulan itu pun sudah
diajukan sejak tahun 2004.
Meski menerima pendapatan yang dinilai tidak layak, Erry mengatakan, belum ada
penemuan anggota KPK yang melakukan penyelewengan. "Kalau gaji kecil,
kemungkinannya lebih besar. Gaji besar pun masih ada kemungkinan bisa disuap,
apalagi kalau kecil," katanya.
Besar gaji yang diusulkan itu dihitung berdasarkan studi tahun 2002 oleh suatu
tim konsultan pada saat pembentukan KPK berlangsung. Tim tersebut membuat
perbandingan dengan lembaga setara KPK di luar negeri, seperti Malaysia dan
Hongkong.
Ketika ditanyakan tentang kondisi keuangan negara yang saat ini tidak
mendukung, Erry mengatakan, pemberian gaji itu harus dilakukan bertahap.
Kenaikan gaji yang meningkat tajam secara langsung tidak membuktikan bila
lembaga bersangkutan akan bekerja maksimal.
Selain evaluasi bisa dilakukan lebih mudah, kenaikan bertahap juga tidak akan
terlampau membebani keuangan negara.
Namun, gaji bukan satu-satunya komponen karena di luar itu ada kode etik,
lingkungan kerja, dan pengawasan yang ketat. Selain itu, diperlukan akses bagi
masyarakat agar mereka bisa mengawasi kinerja KPK.
Menurut Erry, ada lembaga lain yang pembenahan besaran gajinya harus
diprioritaskan, yaitu Mahkamah Agung, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Tinggi.
Penetapan standar gaji yang pantas memerlukan studi terlebih dahulu, namun Erry
memperkirakan sekitar lima kali lipat untuk lembaga-lembaga tersebut. Itu harus
diberlakukan, tidak untuk pimpinannya saja tetapi juga seluruh pegawai.
Proses itu juga harus disertai dengan pembinaan sumber daya manusia yang benar
melalui rekrutmen, penilaian kinerja lembaga bersangkutan, dan sebagainya.
Permintaan gaji secara bertahap sudah direkomendasikan KPK kepada pihak
eksekutif. (BAY/GUN)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pimpinan Minta Gaji Paling Sedikit Rp 40 Juta