[ppi] [ppiindia] Pimpinan Minta Gaji Paling Sedikit Rp 40 Juta

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/23/utama/2148502.htm


 
Pimpinan Minta Gaji Paling Sedikit Rp 40 Juta 




Bandung, Kompas - Setelah dua tahun bekerja tanpa gaji, Komisi Pemberantasan 
Korupsi mengusulkan kepada pemerintah agar untuk setiap pimpinan KPK diberi 
gaji paling sedikit Rp 40 juta. Itu merupakan gaji bersih tanpa ada pemberian 
tunjangan atau fasilitas lainnya.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur 
Negara dan Menteri Keuangan. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas di Bandung, Sabtu (22/10).

Mengacu pada pegawai negeri sipil yang disinyalir kerap melakukan korupsi 
karena gajinya kecil, KPK tak ingin mengalami itu. "Gaji KPK diusulkan Rp 40 
juta lebih besar daripada pegawai negeri. Saat ini sistem untuk KPK masih 
persekot, belum ada peraturan pemerintahnya," kata Erry.

Usulan mengenai besaran gaji pimpinan KPK, ujar Erry, pernah diusulkan dalam 
suatu rapat kabinet, tetapi ada menteri yang keberatan karena gaji menteri 
tidak sebesar itu. "Tapi kami mengusulkan gaji sebesar itu tanpa fasilitas 
rumah, mobil, dan pengawal seperti yang dimiliki menteri," Erry Riyana 
menambahkan.

Usulan gaji bagi pimpinan KPK, ujarnya, dilakukan demi pelayanan publik. Jika 
mau mendapatkan pelayanan optimal, anggota KPK harus mendapatkan gaji yang 
diminta.

"Kalau ada kritik, itu kan bagian dari dinamika publik. Kita rasional saja. 
Bagaimana bisa merekrut orang-orang terbaik dengan gaji rendah," kata Erry.

Meski demikian, ia mengaku bila dirinya kecewa karena kinerja KPK selama ini 
tidak seperti yang diharapkan. Namun, ia mengatakan, besar gaji yang diminta 
KPK tidak kontradiktif dengan kinerjanya, justru hal itu dibutuhkan untuk 
memicu produktivitas.

Jadi, gaji harus didahulukan untuk merangsang kinerja agar anggota KPK tidak 
mudah tergoda dengan tawaran oknum pelanggar hukum. Erry mengatakan, sudah 
hampir dua tahun KPK belum digaji secara tetap dan usulan itu pun sudah 
diajukan sejak tahun 2004.

Meski menerima pendapatan yang dinilai tidak layak, Erry mengatakan, belum ada 
penemuan anggota KPK yang melakukan penyelewengan. "Kalau gaji kecil, 
kemungkinannya lebih besar. Gaji besar pun masih ada kemungkinan bisa disuap, 
apalagi kalau kecil," katanya.

Besar gaji yang diusulkan itu dihitung berdasarkan studi tahun 2002 oleh suatu 
tim konsultan pada saat pembentukan KPK berlangsung. Tim tersebut membuat 
perbandingan dengan lembaga setara KPK di luar negeri, seperti Malaysia dan 
Hongkong.

Ketika ditanyakan tentang kondisi keuangan negara yang saat ini tidak 
mendukung, Erry mengatakan, pemberian gaji itu harus dilakukan bertahap. 
Kenaikan gaji yang meningkat tajam secara langsung tidak membuktikan bila 
lembaga bersangkutan akan bekerja maksimal.

Selain evaluasi bisa dilakukan lebih mudah, kenaikan bertahap juga tidak akan 
terlampau membebani keuangan negara.

Namun, gaji bukan satu-satunya komponen karena di luar itu ada kode etik, 
lingkungan kerja, dan pengawasan yang ketat. Selain itu, diperlukan akses bagi 
masyarakat agar mereka bisa mengawasi kinerja KPK.

Menurut Erry, ada lembaga lain yang pembenahan besaran gajinya harus 
diprioritaskan, yaitu Mahkamah Agung, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Tinggi.

Penetapan standar gaji yang pantas memerlukan studi terlebih dahulu, namun Erry 
memperkirakan sekitar lima kali lipat untuk lembaga-lembaga tersebut. Itu harus 
diberlakukan, tidak untuk pimpinannya saja tetapi juga seluruh pegawai.

Proses itu juga harus disertai dengan pembinaan sumber daya manusia yang benar 
melalui rekrutmen, penilaian kinerja lembaga bersangkutan, dan sebagainya. 
Permintaan gaji secara bertahap sudah direkomendasikan KPK kepada pihak 
eksekutif. (BAY/GUN)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: