[ppi] [ppiindia] Pesta Budaya bagi Wisatawan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Pesta Budaya bagi Wisatawan
Dari Pesta Gendang Nusantara ke-7 di Melaka, Malaysia          

Sepekan lamanya, 12-18 April 2004 lalu, Kota Melaka, Malaysia, 
dimeriahkan dengan pesta akbar budaya Melayu yaitu Pesta Gendang 
Nusantara. Seni tari dan musik ditampilkan secara apik, ditutup 
dengan pesta kembang api menjadikan Pesta Gendang Nusantara sebagai 
acara yang ditunggu setiap tahunnya tak hanya oleh masyarakat 
Malaysia tapi juga warga negara tetangganya. Sebuah pesta yang tak 
lagi sekadar melestarikan budaya Melayu tetapi juga sudah menjadi 
obyek wisata.

KEKONSISTENAN dan keprofesionalan Pemerintah Melaka dalam menggelar 
Pesta Gendang Nusantara (PGN) telah membuat pesta tersebut menjadi 
acara tahunan yang ditunggu-tunggu. Hasilnya, setiap tahun sekitar 
seribu orang datang ke Melaka khusus untuk menyemarakkan PGN. 

Tahun ketujuh ini, PGN memang sedikit berbeda dari tahun-tahun 
sebelumnya. Kali ini, PGN diserangkaikan dengan kegiatan merayakan 
satu tahunnya Bandaraya Melaka Bersejarah pada 15 April 2004. Maka, 
inilah ulang tahun sebuah kota yang ikut dirayakan oleh tiga negara 
jirannya yakni Indonesia, Singapura dan Thailand. 

Dari Indonesia saja tercatat ada sembilan peserta ikut memeriahkan 
PGN tahun ini dari total 28 peserta. Mereka adalah Sanggar Seni 
Hulubalang Melayu Serumpun (Pekanbaru), Institut Musik Malay 
(Pekanbaru), Sanggar Tuah Betong (Dumai), kelompok Silver Pro 
(Medan), kelompok Luhak Nan Tigo (Bukittinggi), dan kelompok kesenian 
dari Aceh, Palembang, Pontianak, serta Banjarmasin. 

Jika tahun-tahun sebelumnya acara puncak digelar pada hari terakhir, 
tapi tahun ini acara puncak diselenggarakan pada hari ketiga yaitu 
Rabu malam, (14/4). Berbeda dari tahun sebelumnya di mana acara 
puncak diadakan di halaman kantor walikota, tahun ini acara puncak 
diselenggarakan di Jalan Hang Tuah yang berdekatan dengan sebuah 
pusat berbelanjaan besar yaitu Hang Tuah Mall, yang notabene berada 
di pusat kota. 

Penyelenggaraan PGN memang ditujukan untuk menarik minat wisatawan 
berkunjung ke Kota Melaka. Tak sekadar mengandalkan kedatangan para 
tamu peserta PGN saja, tapi juga wisatawan yang memang ingin 
menyaksikan pesta seni akbar tahunan. 

Dijadikannya PGN sebagai obyek wisata terlihat dari tempat-tempat 
penampilan kelompok-kelompok seni yang diundang. Setelah tampil 
bersama pada acara puncak perayaan ke-1 Bandaraya Melaka Bersejarah 
di Hang Tuah Mall, para peserta keesokan harinya sampai hari keenam 
tampil di pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Seperti Mahkota Parade, 
Jaya Josco, dan Kota Mas. Juga di beberapa tempat lainnya seperi 
Tiara Golf Resort dan Padang Pahlawan, tempat bangunan-bangunan 
peninggalan bersejarah. 

Pada Rabu malam saat acara puncak, ribuan orang memadati Jalan Hang 
Tuah sampai-sampai pihak keamanan sedikit kewalahan mengatur. 
Pasalnya, banyaknya orang menyebabkan terjadi desakan penonton di 
sekitar panggung utama yang ingin melihat secara dekat penampilan 
kelompok seni. 

Keuntungan penyelenggaraan di dekat mal adalah, saat acara belum 
dimulai, para penonton lebih senang menghabiskan waktu dengan 
berjalan-jalan, sekadar windows shopping (melihat-lihat, red) atau 
benar-benar membeli barang, atau hanya duduk-duduk di kursi yang 
telah disediakan oleh rumah-rumah makan sambil menikmati segelas teh 
tarik. 

Begitu acara dimulai, terasa betul bagaimana aneka-ragam budaya yang 
dimiliki kelompok-kelompok masyarakat di Malaysia bisa saling mengisi 
satu sama lain. PGN bukan berarti hanya dimiliki oleh orang-orang 
Melayu. Semua seni kebudayaan masing-masing kelompok tampil mempesona 
untuk memeriahkan acara hingga melahirkan sebuah pagelaran yang 
menarik sekaligus mengagumkan. 

Mulai dari musik kompang Melayu, kesenian Cina negeri Melayu, 
kesenian masyarakat Tamil, kesenian masyarakat Portugis, kelompok 
Baba dan Nyonya, suku asli Melaka, Kampung Jawa, Kampung Bugis dan 
Kampung India bersuka-ria menampilkan seni tradisional mereka. 

Baru setelah itu acara dimeriahkan dengan penampilan dari 28 kelompok 
seni peserta PGN yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Singapura dan 
Thailand. Di akhir penampilan, seluruh kelompok seni memenuhi Jalan 
Hang Tuah dan membawakan tari ciri khas masing-masing daerah yang 
diundang. Acara yang berakhir pukul 01.15 waktu setempat itu ditutup 
dengan pesta kembang api hampir selama 10 menit. 

Di malam itu , masyarakat benar-benar diberikan hiburan menarik dan 
tak terlupakan sehingga akan dinantikan pada tahun-tahun berikutnya. 
Sebuah pesta akbar yang menyadarkan bahwa seni budaya Melayu tak 
kalah menariknya dengan seni budaya negara-negara barat. 

Lahirnya Seniman Muda 

Penyelenggaraan pesta-pesat budaya di luar negeri seperti PGN tak 
hanya menguntungkan pihak penyelenggaranya saja. Daerah yang diundang 
pun bisa mengeruk keuntungan.. Paling tidak, pagelaran-pagelaran 
budaya menjadi ajang `'unjuk gigi'' sanggar seni. Tak hanya itu, 
seniman-seniman muda berbkata akan semakin terasah kemampuan dan 
keprofesionalan mereka melalui pagelaran seperti ini. 

Sanggar Seni Hulubalang Serumpun (HMS) yang bernaung di bawah 
organisasi Riau Melayu Bersatu (RMB-HMS) adalah salah satu kelompok 
seni yang ikut menyemarakkan PGN ke-7 di Melaka, Malaysia. Untuk 
tampil di PGN ini, Sanggar Seni HMS telah mempersiapkan dengan tari 
dan musik gubahan anggota-anggotanya. 

Meskipun tidak sempat tampil di pusat perbelanjaan karena suatu 
masalah teknis, paling tidak, Sanggar Seni HMS telah menambah satu 
tarian Melayu kreasi mereka yang masih muda-muda. Koordinator Musik 
Sangar Seni HMS Kudri mengatakan, khusus untuk PGN ini mereka telah 
mengkreasikan dua buah tarian dengan menggabungkan musik tradisional 
Melayu dan musik modern 

`'Misalnya saja tari Zapin Batang Tuake yang digubah oleh Mulyadi 
(anggota tari Sanggar Seni HMS, red) dan kawan-kawan yang bercerita 
tentang kehidupan suku Tuake yang sedang mengalami perkembangan 
zaman. Juga ada tari Joged Bebilah Kasih yang menceritakan seorang 
dara yang belum memiliki kekasih,'' ujar Kudri. 

Tak hanya tari yang digubah, musik pun mereka kreasikan sendiri. 
Dengan menggabungkan alat-alat musik tradisional Melayu seperti 
tambur, gendang, tamburin, dan kompang, dengan alat musik modern 
seperti gitar, keybord, piano, dan drum, telah menghasilkan seni 
musik Melayu yang bagus dan bisa diterima semua lapisan masyarakat. 

Ketua Sanggar Seni HMS Alhaj Aris Abeba yang juga mengetuai rombongan 
HMS ke Melaka mengatakan, pagelaran-pagelaran seperti inilah yang 
akan terus bisa melestarikan budaya Melayu hingga `'Tak kan hilang 
Melayu di Bumi''. 

Dikatakannya, ajang seperti ini harus dimanfaatkan untuk memancing 
minat kawula muda dalam mencintai budaya Melayu terutama seni tari 
dan musiknya. `'Makanya saya kerap membawa sanggar seni yang selalu 
berganti setiap tahunnya dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan 
mereka dan untuk melahirkan seniman-seniman muda,'' ujar Aris yang 
sudah berkali-kali membawa rombongan seni ke luar negeri. 

Calon anggota legislatif DPRD Riau dari Partai Golkar ini lebih 
lanjut menjelaskan perlunya pemerintah baik provinsi maupun 
kabupaten/kota untuk memberikan perhatian penuh kepada pelestarian 
budaya Melayu. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RMB-HMS Syaid Nurjaya 
mengatakan, iven kebudayaan, tak hanya di luar negeri tapi juga dalam 
negeri memang patut di, `'Seharusnya pagelarann-pagelaran seperti ini 
(PGN, red) pun perlu diadakan di Riau agar bisa menarik minat seniman-
seniman muda berkreasi sehingga budaya Melayu pun bisa dilestarikan 
dan ke depan bisa menjadi objek wisata juga,'' ujarnya.(yulianti 
sabikis) 
 
Sumber: Riau Pos, Minggu, 25 April 2004
http://www.riauposonline.com/site/content/view/840/40/




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: