[ppi] [ppiindia] Pesangon Rumah Rp 20 Milyar untuk Megawati

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Megawati tandatangani Kepres yang memberinya pesangon
rumah senilai Rp 20 milyar. Rumah Rp 2 milyar saja,
sudah mewah, bagaimana yang Rp 20 milyar ya?

Saya saja masih mimpi rasanya untuk beli rumah senilai
Rp 100 juta. Uang Rp 20 milyar, bisa dipakai untuk
membeli 200 rumah impian rakyat seperti saya.

Indonesia memang hebat...

Kamis, 30 September 2004

YLBHI: Keppres Pesangon tak Etis 

Laporan : osa/uba/run 


JAKARTA -- Secara hukum, keputusan presiden (keppres)
tentang fasilitas dan tunjangan mantan presiden dan
wapres tak ada masalah. Namun, dari segi etika dan
sosiologis, penerbitan Keppres itu tak pantas.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan
Hukum Indonesia (YLBHI), Munarman. Ditinjau dari aspek
yuridisnya, kata Munarman, sebenarnya memang tidak ada
masalah. ''Tapi tidak etis,'' katanya di Jakarta,
kemarin.

Keluarnya Keppres itu, menurut Munarman, membuat
masyarakat bertanya-tanya. Masyarakat, sambung dia,
akan menilai ada unsur kepentingan individu dalam
kasus itu. Pasalnya, Keppres itu baru dikeluarkan dan
ditandatangani belakangan ini. 

Munarman mengatakan dilihat dari sisi jumlahnya, nilai
pesangon itu sangat tidak pantas. Di tengah banyaknya
rakyat yang miskin, sungguh tidak pantas kalau rumah
untuk mantan presiden sampai Rp 20 miliar. Senin
(20/9) pekan lalu, Wakil Sekretaris Kabinet, Erman
Rajagukguk, mengatakan presiden sudah menandatangani
keppres 'pesangon' presiden. Dengan keppres itu,
Presiden Megawati mendapat rumah senilai Rp 20 miliar,
mobil lengkap dengan pengemudinya, uang pensiun,
tunjangan kesehatan, pengawalan, dan fasilitas lainnya
(Republika/29/9).

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW),
Danang Widoyoko, mengaku terkejut dengan besarnya
pesangon bagi presiden yang lengser. Soal adanya UU No
7/1978 yang dijadikan dasar untuk pemberiannya,
Widoyoko memandang aturan itu harus dikritisi pasal
per pasal. Tindakan itu, kata Danang, sangat tidak
populer mengingat negara masih dalam keadaan krisis.
''Apa pantas mendapatkan rumah dari negara senilai Rp
20 miliar, mobil dan sopir pribadi, pakai sekretaris
segala,'' kata Danang.

Menurut Danang, adalah ganjil bila seorang presiden
yang mengakhiri masa jabatannya harus mendapatkan
fasilitas yang bersifat tetap dari negara. Sebab,
menurutnya, presiden bukanlah jabatan karier, tapi
jabatan politis. Pejabat politis, katanya, tidak
mendapatkan uang pensiun. Pejabat politis tidak dapat
pensiun, tapi hanya uang purnabakti. Jadi, jelas
Danang, tidak bisa berlaku seumur hidup. Tapi,
kalaupun dapat uang purnabakti, jumlahnya tidak
sebesar Rp 20 miliar plus lain-lainnya. 

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Gari
Primananda, mengatakan tindakan Presiden Megawati
menandatangani kepres itu sangat tak layak.
Seharusnya, kata Gari, Megawati harus menunggu
keputusan dari presiden berikutnya mengenai diterima
atau tidaknya pemberian fasilitas itu. ''Banyak sektor
lain yang lebih membutuhkan,'' tandasnya.

Pengamat politik Fachry Ali memilih untuk tidak
mengomentari masalah keppres itu. ''Ya, nggak enak
untuk mengomentari. Masak sudah kalah begini kemudian
kita komentari hal seperti itu,'' kata Fachry.
http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=174066&kat_id=3

=====
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: