[ppi] [ppiindia] Pertolongan Allah itu Dekat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 31 Jul 2005 23:54:40 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **???????
http://www.radartarakan.co.id/berita/index.asp?Berita=OPINI&id=50186
Kamis, 28 Juli 2005
Pertolongan Allah itu Dekat
Hidup di Jerman bisa jadi memang tak seindah dan sebetah di tanah air,
betapapun sulit dan semrawutnya tanah air tercintaku. Namun, ternyata hidup di
Jerman lebih 'manusiawi' dan lebih 'nyaman' daripada hidup di Rusia.
Adalah kedatangan seorang sahabat saat silaturahmi ke kediamanku di Aachen,
Jerman yang menyebabkan aku harus selalu menggenapkan rasa syukur atas
kehidupanku saat ini di Aachen, Jerman.
Betapa tidak, menjadi orang asing di Rusia bukanlah pilihan yang menyenangkan.
Orang Rusia sangat dingin terhadap orang asing, sedingin suhu yang menggigit
kala winter mengepung Rusia. Jarang orang Rusia yang mau tersenyum dengan orang
asing. Bahkan kasir sebuah supermarket pun mahal senyum. Sehingga, ketika ada
orang Rusia yang dengan suka hati tersenyum, itu menimbulkan keheranan
tersendiri. Suatu ketika, seorang WNI dibuat kesal oleh ulah seorang penjaga
toko Rusia yang melempar barang yang akan dibelinya. Emosinya meledak sehingga
ia pun melemparkan uang pembayaran barang itu tanpa memikirkan kembaliannya.
Kejadian lain, saat seorang WNI berada di kereta bawah tanah, tiba-tiba saja,
seorang bapak Rusia, menghardiknya, "Hei, ngapain kamu di sini?" Dadanya
berguncang, rasa khawatir memenuhi dadanya. Ia terdiam, tak mengucap sepatah
kata pun. Ucapan bapak tadi memprovokasi orang-orang Rusia yang ada di gerbong
kereta bawah tanah itu. Akhirnya, ia pun mengeluarkan kartu diplomatiknya yang
menunjukkan bahwa kehadirannya di Rusia adalah untuk bekerja di kedutaaan besar
Indonesia. Ya, ia adalah guru di sekolah Indonesia di Moskow. Alhamdulillah,
pertolongan Allah datang, begitu kartu selesai ditunjukkan, kereta berhenti pas
di stasiun tujuan. Lega. Ia turun dengan gaya penuh kepercayaan diri, walau
hatinya sedikit kecut. Bergaya gagah saat kepanikan muncul, menurutnya sangat
diperlukan. Karena polisi Rusia sangat pintar membaca body language. Kalau
melihat orang asing panik, mereka akan menginterogasi.
Ketidakramahan orang Rusia, tidak hanya sampai di situ. Kalau keluar melewati
pintu sebuah toko, setelah melihat-lihat atau membeli sesuatu, dan tiba-tiba
alarm berbunyi, bisa-bisa diinterogasi berjam-jam. Walaupun jelas-jelas tidak
ada satu pun barang yang lancang diambil. Pengalaman seperti itu menyebabkan,
setiap kali habis belanja atau sekedar menengok sebuah toko, sahabatku selalu
membaca basmalah memohon kemudahan dan dijauhkan dari musibah.
Dari pengalaman itu, bisa jadi orang Jerman lebih ramah terhadap orang asing.
Senyuman dan sapaan guten morgen (selamat pagi) atau guten tag (selamat siang)
atau schoenes wochenende (semoga akhir pekan anda menyenangkan) adalah sapaan
yang akrab di telinga kala mampir di kasir toko-toko di Jerman. Tetapi, bukan
berarti hidup di Jerman tanpa problem. Sikap sinis beberapa orang Jerman
terhadap orang asing dan umat Islam kadang kala juga mewarnai irama kehidupan.
Satu contoh, dadaku pernah dibuat mendidih oleh segerombolan anak sekolah yang
duduk mengelilingi tempat dudukku di bis yang membawaku pulang ke rumah di
pinggir kota. Jilbabku ditarik-tarik, bajuku sengaja disembur oleh air minum
yang dibawanya. Kejadian lain juga dialami oleh temanku yang juga berjilbab, di
saat hawa panas cukup menggigit, tiba-tiba seorang nenek memukulnya dengan
payung ketika temanku sedang santai berjalan di suatu tempat. Kaget, jelas
saja, tak angin dan tak ada hujan, tiba-tiba dapat serangan mendadak seperti
itu. Entahlah, mengapa mereka melakukan itu, bisa jadi kebencian pada Islam
membuat mereka melakukan itu. Yang lucunya lagi, seorang teman lain, pernah
ditegur keras oleh seorang nenek yang tinggal satu apartemen dengannya yang
terganggu dengan aktivitas temanku, "Pagi-pagi kamu sering bernyanyi ya!"
hardik nenek itu. Temanku sedikit bingung, tak lama ia pun sadar. Mungkin yang
dimaksud nenek itu suara tilawah al-Qur'an ba'da subuh yang kerap dilakukan
oleh suaminya. Yang parah, seorang rekan muslim pengurus sebuah lembaga Islam
yang mengumpulkan zakat, infaq, dan shadaqoh (ZIS), pernah diciduk oleh polisi
dan diinterogasi berjam-jam. Masalahnya cuma satu, di rekeningnya masuk uang
ratusan Euro. Polisi mencurigai, dana yang masuk untuk membiayai terorisme.
Hidup sebagai orang asing memang memiliki tantangan tersendiri. Mungkin, di
situlah ujian yang diberikan oleh Allah 'Azza wa Jalla. Pun, tantangan dan
problematikanya begitu luas dan sulit untuk ditembus. Setiap tempat punya
tantangan tersendiri, bagaimana kita bersikap terhadap tantangan itulah kunci
kita bisa hidup ajeg. Iman seseorang butuh ujian, karena memang itulah hakekat
keimanan, akan selalu diuji untuk mengetahui sejauh mana kualitasnya. Surga itu
mahal dan tidak diperoleh dengan mudah. Beratnya hidup, sulitnya menaklukkan
tantangan adalah bayaran kita untuk mendapatkan surga, jika kita tetap berada
dalam ketaatan.
"Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian)
seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa
kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul
dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan
Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (Qs. al-Baqarah:
214)
Ya, surga itu milik orang-orang yang tegar hingga akhir. Orang-orang yang tabah
menghadapi guncangan. Orang-orang yang tidak menundukkan kepala kala badai
menerpa. Orang-orang yang selalu dalam kesabaran, meskipun ujian berat telah
memuncak. Orang-orang yang memiliki jargon hidup ashshobru quwwatuna (sabar
adalah kekuatan kita) dan atstsabat mauqifuna (teguh adalah sikap kita).
Orang-orang yang tetap istiqomah pada pendirian bahwa tidak ada pertolongan
kecuali pertolongan Allah dan dengan kehendak Allah.
Memang tak ada yang mengingkari bahwa bersikap tegar, sabar dan istiqomah di
kala beban berat telah menghimpit tidaklah mudah. Rasulullah pun ketika turun
ayat yang menganjurkan untuk bersikap istiqomah, rambut beliau sampai beruban
memikirkannya. Namun, mungkin dengan kita sering bercermin pada pengalaman
hidup orang lain, termasuk pada generasi terdahulu, akan membuat kita tidak
lemah dan loyo untuk bertempur dan bertarung menghadapi medan kehidupan yang
begitu sulit. Sejarah mencatat bagaimana generasi terdahulu sangat berat
ujiannya. Mereka bukan sekedar tidak mendapat senyuman, dihardik, atau
diperlakukan tidak manusiawi, tetapi mereka mendapatkan siksaan yang luar biasa
dan mengorbankan jiwa demi sebuah aqidah yang mereka pegang.
Tengoklah pada sebuah generasi, di mana ada orang saleh yang digergaji dalam
keadaan hidup dari arah kepalanya hingga tubuhnya terbelah dua oleh orang
kafir. Atau pada generasi lain juga ada penguasa kafir yang membuat parit, lalu
menyalakan api di sana dan mempersiapkan bahan bakar agar parit itu tetap
menyala, kemudian ia menggiring orang-orang saleh ke mulut parit itu. Bumi
telah pun menjadi saksi, ketika syahidah pertama dalam dunia Islam, yaitu
ibunda Sumayyah mengalami penderita yang teramat sangat ketika kelaminnya
ditusuk oleh panah hingga tembus ke kepala. Dan masih lekat dalam ingatan kita
bagaimana muslimah-muslimah di Bosnia Herzegovina harus menanggung penderitaan
ketika kehormatannya direnggut oleh orang-orang Serbia dengan paksa. Dan tak
sedikit dari mereka harus bersabar dan tabah menjalani kehamilan dari benih si
pemerkosa.
Astaghfirullohal'azhim, ternyata ujian kita belum apa-apa dibandingkan mereka.
Tetapi kita tidak memungkiri, lisan ini sering berkeluh kesah, dada ini sering
sesak, mata ini pun tak jarang sembab oleh tangis. Ampunilah dosa kami ya
Allah... kuatkan kesabaran kami, teguhkan pendirian kami, terangi hati kami,
lapangkan jiwa kami, penuhi ruh kami dengan kalimat-kalimat-Mu, rapikan barisan
kami, dekatkan kami dengan Rasul-Mu, pahamkan kami dengan ajaran-Mu, akrabkan
kami dengan pewaris Rasul-Mu, datangkanlah pertolongan-Mu pada kami,
sebagaimana janji-Mu bahwa sesungguhnya pertolongan-Mu amat dekat...
Wallohu a'lam bishawab
(Aachen/eramuslim)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h849fq0/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122854093/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give
underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to
life by funding a specific classroom project
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pertolongan Allah itu Dekat