[ppi] [ppiindia] Perlukah Tim Ekonomi Dirombak?

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/29/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Tajuk Rencana II


Perlukah Tim Ekonomi Dirombak?
KONDISI perekonomian nasional yang merosot drastis dalam beberapa pekan 
terakhir ini, mengundang beragam reaksi. Di sisi pemerintah, reaksi yang tampak 
adalah meningkatnya intensitas pertemuan kabinet dan koordinasi dengan bank 
sentral, sembari mengeluarkan pernyataan yang menenangkan publik. 

Di masyarakat umum, reaksi yang tampak adalah keprihatinan dan kecemasan akan 
nasib mereka, karena pemburukan ekonomi dapat dipastikan menambah beban 
kehidupan. Sementara pengusaha kebingungan karena harus mengkalkulasi ulang 
biaya-biaya produksi akibat anjloknya nilai tukar dan melambungnya harga 
minyak. 

Reaksi yang agak istimewa, dilontarkan sejumlah ekonom dan politisi. Mereka 
gencar mengkritisi kinerja pemerintah, dan menuding kondisi buruk saat ini 
adalah tanggung jawab pemerintah. Ujung-ujungnya, muncul desakan agar Presiden 
merombak komposisi kabinetnya, terutama tim ekonomi, yang dianggap gagal. 

DESAKAN perombakan kabinet, setelah tumbangnya rezim Orde Baru, begitu mudah 
disuarakan oleh siapa saja. Harus diakui, ini adalah satu sisi positif, buah 
dari Reformasi 1998. Rakyat berhak menyuarakan ketidakpuasannya terhadap 
pemerintah secara terbuka. 

Para politisi dan kalangan pengamat yang merasa dirinya sebagai pembentuk opini 
publik, selalu mendapatkan momentum terbaik untuk menggulirkan desakan 
perombakan tersebut. Dapat dipastikan di setiap periode kepresidenan, selalu 
muncul gagasan-gagasan agar presiden mengganti menterinya, karena dianggap 
tidak becus menjalankan tanggung jawab. 

Kini, setelah sepuluh bulan usia pemerintahan Presiden Yudhoyono, barangkali 
dianggap cukup memadai untuk menilai sejauh mana performa para menteri. Apalagi 
bila wilayah yang menjadi tanggung jawab seorang menteri itu kondisinya 
memburuk, desakan perombakan terasa mudah disuarakan. 

Di saat kondisi ekonomi nasional merosot seperti yang terjadi saat ini, 
momentum untuk menggulirkan wacana perombakan kabinet tersedia di depan mata. 
Namun, perlu dipahami dan disepakati lebih jauh, apakah kondisi ini sepenuhnya 
akibat ketidakmampuan tim ekonomi dalam mengambil kebijakan, atau karena 
dominasi kondisi-kondisi eksternal yang memang sepenuhnya di luar jangkauan 
pemerintah. 

Sebab, harus diketahui pula, pemerintah tidak punya banyak pilihan kebijakan 
yang tersedia untuk mengatasi kombinasi persoalan pelik yang menghantam secara 
beruntun. Sumber daya pemerintah, terutama finansial, yang diperlukan untuk 
mengendalikan rupiah yang anjlok dan harga minyak yang melambung, tidak sepadan 
dengan kekuatan pasar. 

MENCERMATI bergulirnya wacana perombakan tim ekonomi saat ini, tentu kita tidak 
bisa gegabah mengamininya. Ada banyak alasan dan pertimbangan, mengapa 
seseorang atau sekelompok orang menggulirkan wacana tersebut. 

Di antaranya, pertimbangan yang sifatnya politis yang disuarakan kelompok 
menempatkan diri sebagai oposisi. Segala perkembangan yang negatif, seketika 
akan dinilai sebagai kegagalan pemerintah. Intinya, mereka selalu mencari celah 
untuk mengkritik pemerintah. 

Namun, ada pula pertimbangan yang lebih substansial, yang benar-benar mengkaji 
dan mendalami persoalan, serta menyodorkan bukti-bukti yang bisa diterima akal 
sehat, bahwa menteri yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas yang memadai 
untuk menyelesaikan persoalan. 

Kita berharap, kondisi yang memburuk di bidang ekonomi, dan juga bidang-bidang 
kehidupan yang lain, jangan sampai ditunggangi kepentingan untuk memuaskan 
hasrat politik sese- orang atau sekelompok orang. Pengajuan usul ataupun 
realisasi perombakan kabinet hanya bisa dibenarkan pada pertimbangan 
profesional, yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan. 


Last modified: 29/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: