[ppi] [ppiindia] Perlukah Tim Ekonomi Dirombak?
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 29 Aug 2005 12:22:19 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/29/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Tajuk Rencana II
Perlukah Tim Ekonomi Dirombak?
KONDISI perekonomian nasional yang merosot drastis dalam beberapa pekan
terakhir ini, mengundang beragam reaksi. Di sisi pemerintah, reaksi yang tampak
adalah meningkatnya intensitas pertemuan kabinet dan koordinasi dengan bank
sentral, sembari mengeluarkan pernyataan yang menenangkan publik.
Di masyarakat umum, reaksi yang tampak adalah keprihatinan dan kecemasan akan
nasib mereka, karena pemburukan ekonomi dapat dipastikan menambah beban
kehidupan. Sementara pengusaha kebingungan karena harus mengkalkulasi ulang
biaya-biaya produksi akibat anjloknya nilai tukar dan melambungnya harga
minyak.
Reaksi yang agak istimewa, dilontarkan sejumlah ekonom dan politisi. Mereka
gencar mengkritisi kinerja pemerintah, dan menuding kondisi buruk saat ini
adalah tanggung jawab pemerintah. Ujung-ujungnya, muncul desakan agar Presiden
merombak komposisi kabinetnya, terutama tim ekonomi, yang dianggap gagal.
DESAKAN perombakan kabinet, setelah tumbangnya rezim Orde Baru, begitu mudah
disuarakan oleh siapa saja. Harus diakui, ini adalah satu sisi positif, buah
dari Reformasi 1998. Rakyat berhak menyuarakan ketidakpuasannya terhadap
pemerintah secara terbuka.
Para politisi dan kalangan pengamat yang merasa dirinya sebagai pembentuk opini
publik, selalu mendapatkan momentum terbaik untuk menggulirkan desakan
perombakan tersebut. Dapat dipastikan di setiap periode kepresidenan, selalu
muncul gagasan-gagasan agar presiden mengganti menterinya, karena dianggap
tidak becus menjalankan tanggung jawab.
Kini, setelah sepuluh bulan usia pemerintahan Presiden Yudhoyono, barangkali
dianggap cukup memadai untuk menilai sejauh mana performa para menteri. Apalagi
bila wilayah yang menjadi tanggung jawab seorang menteri itu kondisinya
memburuk, desakan perombakan terasa mudah disuarakan.
Di saat kondisi ekonomi nasional merosot seperti yang terjadi saat ini,
momentum untuk menggulirkan wacana perombakan kabinet tersedia di depan mata.
Namun, perlu dipahami dan disepakati lebih jauh, apakah kondisi ini sepenuhnya
akibat ketidakmampuan tim ekonomi dalam mengambil kebijakan, atau karena
dominasi kondisi-kondisi eksternal yang memang sepenuhnya di luar jangkauan
pemerintah.
Sebab, harus diketahui pula, pemerintah tidak punya banyak pilihan kebijakan
yang tersedia untuk mengatasi kombinasi persoalan pelik yang menghantam secara
beruntun. Sumber daya pemerintah, terutama finansial, yang diperlukan untuk
mengendalikan rupiah yang anjlok dan harga minyak yang melambung, tidak sepadan
dengan kekuatan pasar.
MENCERMATI bergulirnya wacana perombakan tim ekonomi saat ini, tentu kita tidak
bisa gegabah mengamininya. Ada banyak alasan dan pertimbangan, mengapa
seseorang atau sekelompok orang menggulirkan wacana tersebut.
Di antaranya, pertimbangan yang sifatnya politis yang disuarakan kelompok
menempatkan diri sebagai oposisi. Segala perkembangan yang negatif, seketika
akan dinilai sebagai kegagalan pemerintah. Intinya, mereka selalu mencari celah
untuk mengkritik pemerintah.
Namun, ada pula pertimbangan yang lebih substansial, yang benar-benar mengkaji
dan mendalami persoalan, serta menyodorkan bukti-bukti yang bisa diterima akal
sehat, bahwa menteri yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas yang memadai
untuk menyelesaikan persoalan.
Kita berharap, kondisi yang memburuk di bidang ekonomi, dan juga bidang-bidang
kehidupan yang lain, jangan sampai ditunggangi kepentingan untuk memuaskan
hasrat politik sese- orang atau sekelompok orang. Pengajuan usul ataupun
realisasi perombakan kabinet hanya bisa dibenarkan pada pertimbangan
profesional, yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan.
Last modified: 29/8/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Perlukah Tim Ekonomi Dirombak?