[ppi] [ppiindia] Peringatan Peristiwa 27 Juli--
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 27 Jul 2005 23:38:20 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/7/28/p1.htm
Peringatan Peristiwa 27 Juli--
Soerjadi Dicaci Maki dan Diusir
Jakarta (Bali Post) -
Malang benar nasib mantan Ketua Umum PDI (Kongres Medan) Soerjadi. Keinginannya
mengungkap skenario penyerbuan berdarah dalam Tragedi 27 Juli (Kudatuli),
justru berbuah hujatan. Soerjadi diusir dari arena peringatan 27 Juli di
kantor PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Massa dari Aliansi Korban 27 Juli marah, memaki dan menyumpahinya. Padahal,
Soerjadi ingin mengungkap siapa yang berperan dalam peristiwa itu. Pemandangan
tragis tersebut terjadi Rabu (27/7) kemarin di kantor PDI yang kini cuma jadi
saksi bisu pertarungan politik saat itu.
Soerjadi datang bersama dengan sejumlah tokoh PDI-P Pembaruan seperti
Sukowaluyo Mintorahardjo, KH Aris Munandar dan dua tokoh TPDI yaitu RO
Tambunan dan Petrus Salestinus. Memakai baju hitam-hitam, Soerjadi tampak
tenang dan tersenyum berjalan memasuki arena. Sejumlah pengawalnya bahkan
berteriak lantang, ''Hidup Soerjadi''.
Dr. Tjiptaning, tokoh PDI-P, bahkan sempat disalami. Mereka tersenyum-senyum.
Peristiwa pengusiran terjadi ketika Soerjadi memulai testimoni. Bram, salah
satu korban, langsung berteriak, ''Pengkhianat... pengkhianat, turun kau.''
Selanjutnya, kalimat Bram mengungkap sejumlah hewan penghuni kebun binatang.
Teriakan Bram ini lantas menyulut emosi korban tragedi Kudatuli lainnya.
Soerjadi awalnya tak menggubris. Tetapi, beberapa korban merangsek maju,
memaki, dan meminta Soerjadi turun panggung. Massa lainnya tak kalah sengit.
Pagar kantor akan ditutup dan Soerjadi akan dikeroyok di dalam. Namun, satu dua
politisi berhasil mencegah. Soerjadi lantas ''digelandang'' keluar area
peringatan Kudatuli.
Tiga pengawalnya berpakaian hitam-hitam mengapit. Polisi hanya mengawasi aksi
itu. Rupanya, massa dari Aliansi Korban 27 Juli masih belum puas. Di sepanjang
jalan Soerjadi kenyang dengan sumpah serapah. Lalu lintas sempat macet. Semua
pengendara melihat aksi itu. Muka Soerjadi merah padam. Dia tak bisa berbuat
banyak. Beberapa orang akan memukul tetapi dihalangi. Juga seorang ibu yang
histeris mengejar Soerjadi dan memaki-makinya. Sekitar 200 meter dari tempat
peringatan, Soerjadi dimasukkan taksi Blue Bird B 2021 EX dan wusss... Aksi
pengusiran ini rupanya berlanjut.
Pembawa acara mengaku khilaf dan meminta maaf. KH Aris Munandar, tokoh PDI-P
Pembaruan memberi orasi. Belum sempat melanjutkan kalimat-kalimatnya, seorang
korban lantas mencabut kabel mikrofon dan mengancam Aris. ''Siapa kamu,
turun,'' teriaknya. Terpaksa, Aris pun menurut. Dia turun panggung. Tinggal dua
orang di panggung, yakni Sukowaluyo dan RO Tambunan. Suko, mantan anak buah
Megawati yang kini berbalik melawan itu, menampakkan muka masam. Wajahnya
ditekuk dan diam. Ketika diminta berorasi, Suko menyambar mikrofon. Tetapi,
sekali lagi, Suko pun diteriaki sebagai munafik dan diminta turun panggung.
Hanya RO Tambunan yang kemudian berorasi panjang lebar. Dalam orasinya, saksi
mata kasus Kudatuli ini menyatakan penyerangan kantor DPP PDI itu dilakukan
oleh penguasa dengan memakai alat tentara. Dia lantas menyebut sejumlah nama
yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan antikemanusiaan itu, seperti
Syarwan Hamid, Feisal Tandjung, dan Susilo Bambang Yudhoyono (kini Presiden
RI). ''Syarwan Hamid, Feisal Tandjung, dan SBY harus dijadikan tersangka,''
tegasnya.
Usai berorasi, Sukowaluyo mengatakan Soerjadi datang ke area peringatan
Kudatuli sendirian. Dia ingin memberikan testimoni seputar skenario penyerangan
kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 itu. Soerjadi mengaku diperalat penguasa untuk
menumpas gerakan reformasi pada masa itu, sekaligus menyingkirkan kekuatan
politik Megawati. ''Dia dtunggangi penguasa. Tetapi, dia juga salah mengapa dia
tidak melawan,'' sambung RO Tambunan.
Diusut Tuntas
Aliansi Korban 27 Juli meminta pemerintah segera mengusut tuntas tragedi
kemanusiaan itu. Tuntutan serupa sebenarnya juga acap kali didesakkan kepada
Megawati (Ketua Umum PDI) selama tiga tahun ketika Mega menjadi presiden.
Sayangnya, Mega tak juga mengungkap kasus ini. Bahkan, putri Bung Karno itu
melakukan tindakan kontraproduktif dengan mendukung Sutiyoso sebagai Gubernur
DKI Jakarta dan menendang kader PDI-P.
Dalam peringatan itu, Mega dan seluruh pengurus DPP PDI-P tidak satu pun yang
hadir. Dr. Tjiptaning menecap DPP PDI-P sekarang ini dikuasai oleh orang-orang
orde baru. (kmb7
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Peringatan Peristiwa 27 Juli--