[ppi] [ppiindia] Perempuan makin Terlilit Beban
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 20 Oct 2005 00:40:52 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**MEDIA iNDONESIA
Kamis, 20 Oktober 2005
Perempuan makin Terlilit Beban
Danielle Samsoeri, Program Kajian Wanita-UI
SEJAK dinaikkannya harga BBM (solar menjadi Rp4.300/liter; premium menjadi
Rp4.500/liter; dan minyak tanah menjadi Rp2.000/liter) per 1 Oktober 2005 oleh
pemerintah, kehidupan sejumlah perempuan terutama ibu rumah tangga semakin
sulit.
Kenaikan harga BBM di Indonesia merupakan akibat dari adanya peningkatan jumlah
atau harga minyak di dunia. Sehingga, memang harga BBM di Indonesia juga harus
dinaikkan. Informasi tentang akan dinaikkannya harga BBM ini sudah
didengung-dengungkan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Kenaikan harga BBM ini merupakan suatu keputusan yang terburuk (karena sangat
berdampak terhadap semua ranah kehidupan negara dan masyarakat) dari pilihan
terburuk yang tersedia. Sehingga, memang keputusan pemerintah untuk menaikkan
harga BBM merupakan suatu keputusan yang sangat berat, yang sudah tidak bisa
terelakkan.
Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi bahwa untuk mengantisipasi kenaikan
harga BBM ini, pihak pemerintah sudah memikirkan/merancang hal apa yang perlu
dilakukan agar masyarakat (terutama masyarakat miskin) tidak panik menerima
keputusan pemerintah ini, yaitu dengan memberikan subsidi kompensasi atas
kenaikan harga BBM.
Walaupun, seperti kita ketahui bahwa pendataan jumlah keluarga miskin atau
orang miskin yang ada di Indonesia oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) dan
pihak terkait lainnya masih belum akurat. Sehingga, memang dibutuhkan tenaga
ekstra dari pihak pemerintah agar kegiatan antisipasi ini bisa sesuai
sasarannya dan bisa benar-benar membantu meringankan beban masyarakat miskin
yang ada di Indonesia.
Subsidi kompensasi bahan bakar minyak pada saat sekarang ini sedang menjadi
senjata utama dari pihak pemerintah di dalam mengatasi kenaikan harga BBM. Pada
kenyataannya pemberian subsidi ini masih banyak kelemahannya, seperti: belum
terdatanya semua rakyat atau keluarga miskin yang ada di Indonesia, serta masih
banyak data-data yang salah/keliru yang disusun/didata oleh pihak-pihak terkait
(seperti: BPS dan Bappenas).
Hal-hal inilah yang menggambarkan bahwa sebenarnya masalah kenaikan BBM masih
belum tertangani dengan baik oleh pihak pemerintah, terutama tentang antisipasi
terhadap dinaikkannya harga BBM. Akibat lainnya, adalah biaya dari angkutan
umum dinaikkan secara sepihak oleh para pemiliknya tanpa berkonsultasi dengan
pihak pemerintah dan masyarakat terlebih dahulu, tidak beroperasinya sebagian
besar angkutan umum sehingga banyak rakyat (terutama ibu-ibu dan anak-anak yang
akan ke kantor dan sekolah) menjadi telantar. Hal ini menyebabkan kerugian dan
penyengsaraan kembali terhadap rakyat, terutama rakyat miskin.
Pemerintah sudah sepatutnya mempersiapkan secara matang rencana kenaikan BBM
ini, yaitu dengan menyusun langkah-langkah strategis apa yang harus dilakukan
setelah adanya kenaikan harga BBM, terutama kenaikan harga minyak tanah.
Karena, kalau pemerintah tidak menyusun secara baik langkah-langkah awal apa
yang harus diambil oleh pihak pemerintah di dalam meredam 'keterkejutan' dan
'kepanikan' warga masyarakat, akan timbul kekacauan dan kepanikan yang lebih
besar lagi dalam menentukan tarif dasar dari bahan-bahan pokok, terutama karena
juga pada saat sekarang ini sudah mendekati hari raya, baik hari raya untuk
umat muslim, maupun hari raya untuk umat kristiani, dan tentu saja tahun baru.
Selain itu juga penting pihak pemerintah mempersiapkan tim untuk memantau di
beberapa titik/pasar, agar tidak terjadi "mark-up" terhadap beberapa harga dari
bahan-bahan pokok, dan tarif dari angkutan umum.
Setelah harga BBM dinaikkan oleh pihak pemerintah dan juga pihak DPR sebagai
wakil rakyat, maka babak baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pun akan
mengalami hal baru, yang lebih tidak manusiawi, yang benar-benar tidak memihak
kepada kepentingan masyarakat (terutama kepentingan dari kelompok perempuan,
seperti: ibu-ibu rumah tangga, dan perempuan miskin kota).
Hal ini disebabkan karena ruang berdiskusi antara rakyat dan pemerintah sudah
tidak ada, yang menyebabkan semua keputusan dari pihak pemerintah tidak
mewakili aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Sebagai salah satu contoh, adalah
dengan menaikkan harga BBM (terutama harga minyak tanah), walaupun secara
logika harga BBM itu harus dinaikkan karena harga pasaran minyak dunia juga
naik.
Tetapi, apakah dengan dinaikkannya harga BBM sudah ada antisipasinya/apakah
mekanisme yang dibangun oleh pihak pemerintah sudah bisa memberikan solusi yang
tepat, ataukah pihak pemerintah memang belum secara matang menyusun strategi
apa yang akan diambil/dilakukan. Karena, ini penting untuk melihat keseriusan
pihak pemerintah dalam mencari jalan keluar yang terbaik bagi masyarakat
(terutama jalan keluar bagi masyarakat miskin).
Kenaikan harga BBM akan membawa dampak yang cukup kompleks bagi kelangsungan
hidup dari rakyat miskin (dalam hal ini juga pihak perempuan termasuk di
dalamnya). Karena akibat dari dinaikkannya harga BBM, maka akan ada banyak
perusahaan besar yang akan memberhentikan tenaga kerjanya, dengan maksud agar
bisa terjadi penghematan dalam perusahaan tersebut.
Dampak dari adanya PHK ini, adalah akan mengalami peningkatan dalam hal
kriminalitas (seperti: pembunuhan, pencurian, dan pencopetan), selain itu
khusus untuk pihak perempuan akan banyak terjadi kasus trafficking (perdagangan
terhadap perempuan dan anak perempuan) ke luar negeri, akan banyak kasus KDRT
(kekerasan dalam rumah tangga), dan tentu saja kasus-kasus KTP (kekerasan
terhadap perempuan), yang disebabkan makin sulitnya orang untuk mendapatkan
uang/memperoleh pekerjaan, serta semakin menggilanya harga-harga kebutuhan
pokok.
Persaingan dalam memperoleh pekerjaan akan semakin sulit. Karena, kriteria yang
dibutuhkan oleh sebagian besar perusahaan/pabrik-pabrik menjadi lebih ketat
terhadap para calon pekerjanya (akan mencari kriteria pekerja yang punya tenaga
terampil dengan latar belakang pendidikan yang tinggi/bisa melakukan beberapa
pekerjaan sekaligus/tidak harus menyewa atau mengupah beberapa orang untuk
melakukan satu pekerjaan saja). Sehingga bisa dikatakan bahwa kelompok
masyarakat miskin dan perempuan miskin makin terpinggirkan, tidak punya posisi
tawar sama sekali.
Untuk mengatasi itu, pemerintah bisa menghapuskan biaya pendidikan, mulai dari
tingkat SD sampai dengan tingkat SMP di seluruh wilayah di Indonesia. Pemberian
bantuan atau layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada rakyat miskin, yang
disediakan oleh semua pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah di Indonesia
(terutama di wilayah-wilayah kumuh);
Selain itu juga perlu adanya subsidi khusus untuk keluarga miskin/rakyat miskin
dalam membeli/memperoleh minyak tanah.
Pemerintah juga perlu melakukan pemberdayaan terhadap pihak perempuan, terutama
bagi pihak perempuan yang menjadi kepala keluarga, yaitu dalam hal pemberian
modal usaha, agar nantinya pihak perempuan lebih mandiri lagi di dalam
memelihara serta menjaga keluarganya.
Perlu secepatnya menyelesaikan secara tuntas atau menindak kasus-kasus korupsi
yang sekarang ini masih dalam proses penyelesaian oleh para aparat penegak
hukum. Hal ini penting agar semua hasil korupsi dapat sesegera mungkin
dikembalikan kepada pihak pemerintah, sehingga pemerintah dapat menggunakan
dana hasil dari kasus korupsi untuk memberikan bantuan atau subsidi kepada
masyarakat miskin.
Kenaikan BBM membuat rakyat, terutama rakyat miskin (perempuan miskin) semakin
ditinggalkan, semakin terpojokkan. Bagi kelompok masyarakat kelas menengah, dan
menengah ke atas sudah cukup siap mengantisipasi kenaikan BBM ini, tapi bagi
kelompok masyarakat miskin yang setiap harinya masih harus memikirkan,
"bagaimana cara untuk mendapatkan makanan, cara untuk mendapatkan biaya agar
anak-anaknya bisa disekolahkan, cara untuk mendapatkan biaya untuk
pengobatan?***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Perempuan makin Terlilit Beban