[ppi] [ppiindia] Perempuan Menulis

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8295&PHPSESSID=c546ededf057ba90734329a2ece5bf40

Roehana Koeddoes
Oleh redaksi
Sabtu, 09-April-2005, 23:10:01


Perempuan Menulis

Siapa lagi deretan penulis perempuan yang mengayomi nilai perjuangan, baik 
dalam isi tulisannya, maupun aktifitasnya secara publik? Salah satunya, adalah 
Roehana Koedoes. Jurnalis, penulis dan aktivis perempuan asal Sumatera Barat. 

Profesi jurnalis menjadi pilihannya, ketika zaman dimana jurnalis belumlah 
menjadi profesi yang bisa mudah diterima dan dicapai oleh banyak orang. Apalagi 
bagi perempuan. Karena itu kehadiran Roehana ke dunia jurnalis sekaligus wujud 
langkah keberanian perempuan menembus kemaskulinitas itu. 

Dengan itu pula, Roehana menyabet predikat jurnalis perempuan pertama. Karena 
memang dia lah perempuan yang pertama memulai langkah di dunia jurnalistik pada 
tahun 1910. Sekaligus membantah sejarah selama ini yang mendudukkan, SK 
Trimurti sebagai jurnalis perempuan pertama. Roehana menjadi pemimpin redaksi 
perempuan pertama dengan mempelopori terbitnya koran perempuan pertama. 

Perempuan yang lahir, di Bukittinggi ini memulai langkah menjadi jurnalis 
perempuan pertama di sebuah harian yang terbit di Padang, yakni Oetoesan 
Melayoe. Melalui media ini ia memulai langkah perjuangannya untuk merubah 
paradigma berfikir, tentang kesamaan mendapatkan pendidikan kaum perempuan, 
harus sama dengan kaum lelaki. 

Tak puas meluahkan kreatifitas untuk membuka cakrawala berfikir perempuan, 
Roehana menginginkan adanya koran perempuan dan pada tanggal 10 Juli 1912, ia 
mempelopori terbitnya, Surat kabar perempuan pertama, yakni surat kabar 
Soenting Melajoe. Nama surat kabar itu bermakna pula 'Perempuan di Tanah 
Melayu'. 

Di media ini, Roehana yang selaku pemimpin redaksi, bisa secara total 
menuangkan nilai-nilai pembebasan perempuan dari paradigma yang terlanjur kuat 
ketika itu. Baginya, perempuan ketika itu adalah kaum yang dibodohkan olehkan 
keadaan yang sengaja dibangun. 

Dimana mengedepankan lelaki saja untuk mengecap pendidikan tinggi. Perempuan 
hanyalah sebagai pelengkap saja. 

Ia juga mengkritisi nilai matriakis yang dianut oleh suku Minangkabau ternyata 
tidak mampu mendudukkan perempuan dengan kemestiannya mendapatkan pengetahuan 
apalagi kemandirian dari titah laki-laki. 

Memang dengan sistim itu, perempuan memiliki garis keturunan berasal dari garis 
ibu, dan harta warisan juga lebih besar dialokasikan kepada perempuan. Serta 
keterlibatan perempuan untuk keputusan yang bersifat publik dalam pemilihan 
ninik mamak. Dan kenyataannya, pintu pendidikan bagi kaum perempuan masih 
tertutup, setiap langkah dan keputusan perempuan adalah perpanjangan tangan 
kaum lelaki saja. 

NIlai-nilai itulah yang sering menjadi warna dalam setiap tulisan Roehana. 
Namun ia masih merasakan belum cukup. Lalu, ia pun memulai aksi yang tidak 
hanya dalam bentuk tulisan, melainkan dalam bentuk praktek. Dengan membuka 
sekolah keterampilan yang diberi nama Kerajinan Amai Setia. Di pusat 
keterampilan ini perempuan mulai diajarkan tentang belajar bahasa dan tulis 
Arab Melayu. Juga keterampilan menjahit dan menyulam. 

Pusat keterampilan Amai Setia ini masih ada hingga sekarang. Roehana meninggal 
dunia pada tanggal 17 Agustus 1972, saat berusia 88 tahun. (lisya anggraini)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: