[ppi] [ppiindia] Perekonomian Melemah

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=142113

       ANALISIS EKONOMI
      Perekonomian Melemah




      Rabu, 26 April 2006
      Minat investor demikian tinggi terhadap pasar modal, sehingga indeks BEJ 
pun menembus level 1400. Peningkatan ini lebih didorong oleh sentimen ketimbang 
fundamental ekonomi nasional, baik mikro maupun makro. Sejauh ini sebenarnya 
kinerja perusahaan publik (emiten) pada umumnya tidak begitu baik sebagaimana 
diperlihatkan oleh beberapa perusahaan yang telah mengumumkan laporan keuangan 
triwulan pertama 2006. 

      Umumnya kinerja perusahaan mengalami penurunan dibanding triwulan pertama 
2005. Bahkan perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, seperti 
pertambangan, mengalami penurunan kinerja. Kinerja perbankan juga umumnya 
mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Hanya sedikit bank yang mengalami 
perbaikan kinerja. 

      Besarnya aliran dana dari luar negeri ke pasar modal juga terjadi pada 
pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Dengan 
perbedaan suku bunga yang masih cukup tinggi dibanding di AS, kedua produk 
keuangan itu masih menarik bagi investor asing jangka pendek. Arus masuk dana 
jangka pendek ke pasar modal, SBI, dan SUN memperkuat nilai rupiah menembus di 
bawah 9.000 per dolar AS. 

      Maraknya pasar modal dan pasar utang tanpa dukungan fundamental ITU 
menjadi fenomena yang perlu dicermati. Tidak saja fundamental mikro perusahaan 
yang sebenarnya tidak terlalu baik, fundamental ekonomi makro - sebagaimana 
ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi - juga menunjukkan penurunan. Bahkan 
banyak analis dan lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi 
triwulan I hanya berkisar pada tingkatan 4,5%. Apalagi upaya pemerintah 
menstimulasi perekonomian dengan pengeluaran pemerintah mengalami hambatan 
berupa rendahnya pencairan dana di tingkat daerah. 

      Fenomena ini di satu sisi menggembirakan karena memperbaiki stabilitas 
ekonomi, terutama dalam penguatan nilai rupiah yang membantu menurunkan 
inflasi. Namun di lain pihak timbul kekhawatiran mengenai keberlanjutannya. 
Modal jangka pendek itu setiap saat bisa datang dan pergi, serta berpengaruh 
besar terhadap perekonomian. 

      Tampaknya perekonomian Indonesia baru menarik bagi investor jangka pendek 
dan investor strategis yang membeli saham perusahaan nasional. Namun minat 
menanamkan modal langsung, untuk proyek baru (green fields) masih relatif 
rendah. Padahal investasi langsung ini yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan 
menciptakan kesempatan kerja. 

      Sejauh ini harapan pelaku usaha adalah pada paruh kedua tahun 2006 
perekonomian mengalami perbaikan signifikan seiring terkendalinya inflasi dan 
menurunnya suku bunga. Namun Bank Indonesia (BI) sendiri tampaknya masih harus 
mempertimbangkan kelakuan investor jangka pendek dan perkembangan eksternal, 
terutama suku bunga bank sentral AS, sebelum menurunkan suku bunga. Penurunan 
suku bunga terlalu cepat dikhawatirkan mendorong aliran keluar modal jangka 
pendek karena menurunnya perbedaan suku bunga. Namun penurunan suku bunga yang 
lambat berarti menunda pemulihan ekonomi, karena pengaruhnya terhadap kegiatan 
riil ekonomi membutuhkan waktu yang cukup. 

      BI tidak akan menurunkan suku bunga dengan cepat, tetapi kemungkinan akan 
secara bertahap bulan-per bulan mulai Juni atau Juli. Kalaupun BI menurunkan 
0,25% setiap bulan - katakan mulai Juli - maka SBI Oktober, pada saat inflasi 
diperkirakan turun drastis, masih cukup tinggi (11,75%). Berarti penurunan suku 
bunga bank juga hanya akan berkisar 1%. 

      Penurunan itu kurang begitu signifikan untuk mendorong perekonomian. 
Apalagi jika dipertimbangkan perlunya waktu agar pengaruhnya nyata (lag). Jika 
demikian, bukan saja perkiraan pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6,2%, 
bahkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5% yang diperkirakan banyak 
analis kemungkinan juga tidak tercapai. Karena itu, beberapa analis dan lembaga 
internasional mulai menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional ini 
menjadi 5% atau bahkan lebih rendah. 

      Pandangan optimistis adalah bahwa pertumbuhan tinggi hanya tertunda dari 
pertengahan 2006 menjadi tahun 2007. Namun pandangan yang realistis 
memperlihatkan bahwa perkembangan di sektor keuangan, terutama pasar modal dan 
utang, tidak banyak terkait dengan perkembangan ekonomi riil. Pelaku ekonomi 
yang terlibat pun relatif kecil. Sebagian besar pelaku ekonomi di sektor riil 
semakin tertinggal dengan beratnya beban kenaikan biaya produksi dan menurunnya 
daya beli masyarakat. 

      Pengalaman pada masa pemerintahan Presiden Megawati menunjukkan kemiripan 
dengan perkembangan saat ini. Ketika itu pasar modal juga marak, stabilitas 
makro terjaga. Namun pertumbuhan ekonomi rendah dan pengangguran cenderung 
meningkat. Pada waktu itu pemerintah tidak berhasil menciptakan iklim yang 
kondusif untuk mendorong investasi langsung, sekalipun investasi portfolio 
meningkat tajam - terutama pembelian aset yang dijual pemerintah. Tampaknya 
keadaan itu berpengaruh cukup besar terhadap kegagalan Megawati mempertahankan 
kedudukannya sebagai presiden. 

      Masyarakat luas tidak merasakan langsung maraknya perkembangan pasar 
modal dan pasar utang, karena tidak menciptakan kegiatan ekonomi secara meluas. 
Penjualan SUN oleh pemerintah semestinya menjadi salah satu sumber pembiayaan 
untuk mendorong proyek-proyek pembangunan. Namun selama kemampuan menyerap dana 
dan mempergunakannya secara efektif tidak mengalami peningkatan berarti, maka 
yang terjadi adalah kemubaziran. 

      Harapan yang diletakkan pada kebijakan pemerintah tidak saja dalam 
menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, sebagaimana berulang kali 
dinyatakan berbagai pihak, namun juga dalam menstimulasi perekonomian. Paling 
tidak untuk membuat daya beli masyarakat tidak jatuh. Jika tidak, maka 
penilaian masyarakat akan serupa terhadap penilaian mereka terhadap 
pemerintahan yang lalu.***  


-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 461 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: