[ppi] [ppiindia] Penutupan Tempat Ibadah karena Penerapan Tidak Adil

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/04/25/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Penutupan Tempat Ibadah karena Penerapan Tidak Adil

[JAKARTA] Aksi penutupan tiga tempat ibadah di Citereup dan Gunung Putri, 
Bogor, karena dituduh melanggar Peraturan Bersama (Perber) Menteri Dalam Negeri 
(Mendagri) dan Menteri Agama (Menag) dinilai karena pelaksanaannya tidak 
dilakukan secara adil. 

"Harusnya objektif, kalau mau diterapkan pada satu agama, maka pada agama 
lainnya juga," kata Permadi, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan (FPDIP), Senin (24/4). 

Sementara itu, Mendagri M Ma'ruf, Senin, di sela rapat pembahasan Rancangan 
Undang-undang Pemerintahan Aceh, mengaku belum mengetahui perihal penutupan 
tiga tempat ibadah, yaitu Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Gunung 
Putri, Gereja Bethel Indoneisa (GBI) Citereup, dan Gereja Baptis Gunung Putri. 

"Saya belum dengar. Nanti saya akan cek dulu. Kita sudah jelaskan pada seluruh 
Sekwilda. Kita akan lihat, apakah pemahaman tentang peraturan bersama itu sudah 
sampai ke lapisan bawah atau belum. Karena dalam peraturan itu sudah jelas 
sekali, kalau ada kasus seperti itu ada mekanismenya, bisa dibicarakan, tidak 
harus langsung ditutup," kata Ma'ruf. 

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Dr AA Yewangoe menilai 
sekelompok anggota masyarakat di daerah telah salah kaprah menafsirkan 
Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri mengenai pendirian 
tempat ibadah yang dijadikan alasan mereka untuk melakukan penutupan tempat 
ibadah. Padahal, seharusnya Perber melindungi orang untuk beribadah dan jika 
jadi alat kekerasan sekelompok orang untuk menghalangi orang beribadah maka 
harus dicabut. 

"Kami PGI menegaskan dalam masa uji coba dan sosialisasi Perber beberap waktu 
lalu kami bilang kalau Perber bisa menolong umat beragama untuk hidup 
berdampingan secara rukun maka Perber ini menjadi berkat menjadi bangsa 
Indonesia. Akan tetapi kalau dia makin mempersempit gerak anak-anak bangsa ini 
untuk melaksanakan ibadahnya, maka dia tidak memenuhi tujuan," ujarnya. 

Menurut Yewangoe, sekarang ini di sejumlah daerah memang terdengar ada 
sekelompok orang yang segera melakukan penutupan tempat ibadah dengan berdalih 
melanggar Perber. "Kami tengah mengumpulkan data dan informasi selengkap 
mungkin mengenai hal ini. Jika memang Perber yang baru ini tetap menjadi sumber 
konflik diantara umat beragama di Indonesia, sebaiknya dicabut saja," ujarnya. 

Sementara itu Idrus Marham, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar (FPG), 
menyatakan perlunya mengedapankan nilai kerukunan dalam kehidupan masyarakat. 
Dilihat dari perspektif hukum, kata dia, pendirian tempat ibadah tetap harus 
mengikuti peraturan yang ditetapkan. "Bila tidak memenuhi persyaratan, tidak 
bisa. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan adalah dengan mengedepankan 
negosiasi," ucapnya. 

Namun masyarakat tidak seharusnya melakukan eksekusi. "Prosedurnya yang benar, 
bila masyarakat mengetahui ada pelanggaran, dilaporkan pada yang berwenang, 
yang berhak menindak. Tapi bila prosedur tidak berjalan, baru masyarakat 
bertindak Bukan tempat ibadahnya yang ditutup, tapi aparatnya yang diprotes 
karena tidak melakukan tindakan. Bukan masyarakat mengeksekusi sendiri," 
katanya. Ada dua proses penanganan berbeda yang harus dilakukan, terhadap aksi 
penutupan tempat ibadah. [B-14/E-5] 


Last modified: 25/4/0

-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 437 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: