[ppi] [ppiindia] Pengangguran di Tengah Daya Serap Pertumbuhan Ekonomi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 28 Mar 2006 01:58:03 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/28/o3.htm
Dari beberapa komponen pendukung terindikasi bahwa kontributor signifikan
pertumbuhan ekonomi selama ini adalah sektor konsumsi. Dalam kelesuan ekonomi
komponen ini menjadi sangat sulit berkembang tanpa didukung oleh daya beli yang
tinggi dari masyarakat.
-----------------------
Pengangguran di Tengah Daya Serap Pertumbuhan Ekonomi
Oleh I W Widya Arsana
PERNYATAAN Gubernur BI bahwa pemasalahan terbesar yang harus dituntaskan adalah
pengangguran dan kemiskinan menjadi catatan penting pemerintah. Hal ini
mengisyaratkan kendala inflasi sebagai masalah krusial lainnya relatif bisa
dikendalikan menyusul pembatalan kenaikan TDL. Pada kesempatan lain Kepala
Bappenas mengungkapkan daya serap pertumbuhan ekonomi baru mencapai 180-250
ribu lapangan kerja baru. Realitas tersebut masih di bawah asumsi RPJM
2004-2009 sebesar 400-500 ribu lapangan kerja per satu persen petumbuhan
ekonomi (BP, 22/3).
-------------------------------------------
Realitas daya serap perekonomian yang baru mencapai kurang lebih 50 persen dari
asumsi menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi pemerintah. Harus segera
dilakukan langkah-langkah strategis karena akumulasi masalah pengangguran
menjadi awal permasalahan sosial ekonomi lainnya. Peningkatan pengangguran
secara signifikan berakibat pada penurunan pendapatan. Dalam jangka panjang
daya beli rumah tangga menurun sehingga secara agregat pendapatan domestik ikut
terpengaruh.
Untuk itu kebijakan perekonomian dalam berbagai level harus diarahkan untuk
sensitif menciptakan lapangan kerja baru. Dominasi sektor padat modal yang
dikembangkan dan memberikan kontribusi semu pada pertumbuhan ekonomi harus
diganti dengan pola padat karya. Proyek-proyek padat karya akan memberikan
stimulus positif pada penyerapan tenaga kerja yang mampu meningkatkan
pendapatan masyarakat.
Langkah Nyata dan Komprehensif
Masalah pengangguran menuntut totalitas semua pihak dalam menciptakan lapangan
kerja baru. Selama ini kontribusi penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap
atau menurunkan tingkat pengangguran didominasi oleh sektor riil. Mendorong
petumbuhan sektor riil adalah keharusan dalam suasana perekonomian yang
stagnan. Berbagai kendala yang selama ini masih dihadapi sektor riil harus
segera dituntaskan. Kebijakan moneter yang tepat, kredit bunga yang rendah,
peningkatan fungsi intermediasi perbankan barangkali langkah-langkah nyata yang
saat ini mendesak untuk dilaksanakan.
Langkah nyata dan komprehensif dari berbagai pihak diharapkan mampu menekan
pengangguran sampai limit terendah. Karena inilah yang menjadi indikator nyata
perbaikan perekonomian. Sementara indikator lainnya seperti inflasi, nilai
tukar, suku bunga, indeks harga dan pertumbuhan merupakan indikator relatif
yang sifatnya sebagai penjelas antara.
Apa yang diistilahkan dengan anomali dalam perekonomian tentu tidak diinginkan
oleh semua pihak. Bahwasanya pertumbuhan yang terjadi meningkat sangat tinggi
sementara disisi lain tidak diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran. Tetapi
justru yang terjadi adalah peningkatan angka pengangguran. Kalau demikian
adanya maka jelas bahwa pertumbuhan yang terjadi tidak diikuti oleh kemampuan
untuk menciptakan lapangan kerja baru dan penyerapan angkatan kerja.
Hal ini bisa terjadi kalau struktur perekonomian didominasi oleh industri
berbasis modal. Pertumbuhan yang terjadi dibangun oleh investasi yang
digerakkan oleh sektor-sektor padat modal dengan kapasitas output relatif
besar. Output yang besar memberikan kontribusi pada perekonomian dengan tidak
diimbangi oleh kemampuan menyerap tenaga kerja. Ini bisa menjadi masalah dengan
posisi yang berlawanan kalau dianalisis secara makro.
Dari beberapa komponen pendukung terindikasi bahwa kontributor signifikan
pertumbuhan ekonomi selama ini adalah sektor konsumsi. Dalam kelesuan ekonomi
komponen ini menjadi sangat sulit berkembang tanpa didukung oleh daya beli yang
tinggi dari masyarakat. Sebaliknya kalau dorongan konsumsi bisa dipacu maka
terbukanya keran impor tanpa batas akan mengarahkan konsumsi pada produk
impor. Lambat namun pasti produksi dalam negeri akan menjadi semakin lemah
karena konsumsi barang menurun. Segala produksi yang ada tidak akan mampu
menciptakan lebih banyak atau mempertahankan keberadaanya untuk menyerap tenaga
kerja.
Seandainya sumber daya alam yang dikombinasikan dengan populasi penduduk secara
maksimal bisa dimanfaatkan maka perekonomian yang kuat bisa diwujudkan. Dalam
kenyataannya kemampuan tersebut barangkali masih relatif rendah dan perlu
dipacu untuk mengejar ketertinggalan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh orang
asing yang lebih mampu melihat potensi dan kelebihan sumber daya alam yang kita
miliki.
Pro-kontra tentang beberapa investasi asing yang marak selama ini harus segera
ditindaklanjuti dalam kerangka untuk menemukan solusi saling menguntungkan.
Pola-pola kerja samanya mesti ditinjau ulang yang disesuaikan dengan realitas
dan perpaduan antara kepentingan bisnis dengan kepentingan sebagai sebuah
bangsa. Untuk itu, pemerintah perlu mengambil langkah kongkrit yang mendukung
kebangkitan investasi dan sektor riil.
Selain investasi dan sektor riil kunci penanggulangan pengangguran bisa dibuka
dari upaya untuk mendorong pemakaian produk barang dan jasa dalam negeri.Hal
ini bisa membangkitkan kepercayaan diri akan keunggulan dan kemampuan bersaing
yang memberikan semangat untuk berproduksi. Produksi dengan diimbangi konsumsi
akan menciptakan keseimbangan pasar yang mampu memberikan stabilitas dalam
jangka panjang. Jika hal ini bisa dilakukan maka pengangguran dan kemiskinan
tidak lagi menjadi masalah, bahkan pemulihan ekonomipun bisa dilakukan dengan
cepat dan berkelanjutan.
Penulis, PNS, analis lintas sektoral dan Nerwil BPS Bangli
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pengangguran di Tengah Daya Serap Pertumbuhan Ekonomi