[ppi] [ppiindia] Pengangguran di Tengah Daya Serap Pertumbuhan Ekonomi

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/28/o3.htm

Dari beberapa komponen pendukung terindikasi bahwa kontributor signifikan 
pertumbuhan ekonomi selama ini adalah sektor konsumsi. Dalam kelesuan ekonomi 
komponen ini menjadi sangat sulit berkembang tanpa didukung oleh daya beli yang 
tinggi dari masyarakat.
-----------------------

Pengangguran di Tengah Daya Serap Pertumbuhan Ekonomi
Oleh I W Widya Arsana 

PERNYATAAN Gubernur BI bahwa pemasalahan terbesar yang harus dituntaskan adalah 
pengangguran dan kemiskinan menjadi catatan penting pemerintah. Hal ini 
mengisyaratkan kendala inflasi sebagai masalah krusial lainnya relatif bisa 
dikendalikan menyusul pembatalan kenaikan TDL. Pada kesempatan lain Kepala 
Bappenas mengungkapkan daya serap pertumbuhan ekonomi baru mencapai 180-250 
ribu lapangan kerja baru. Realitas tersebut masih di bawah asumsi RPJM 
2004-2009 sebesar 400-500 ribu lapangan kerja per satu persen petumbuhan 
ekonomi (BP, 22/3).

-------------------------------------------

Realitas daya serap perekonomian yang baru mencapai kurang lebih 50 persen dari 
asumsi menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi pemerintah. Harus segera 
dilakukan langkah-langkah strategis karena akumulasi masalah pengangguran 
menjadi awal permasalahan sosial ekonomi lainnya. Peningkatan pengangguran 
secara signifikan berakibat pada penurunan pendapatan. Dalam jangka panjang 
daya beli rumah tangga menurun sehingga secara agregat pendapatan domestik ikut 
terpengaruh.

Untuk itu kebijakan perekonomian dalam berbagai level harus diarahkan untuk 
sensitif menciptakan lapangan kerja baru. Dominasi sektor padat modal yang 
dikembangkan dan memberikan kontribusi semu pada pertumbuhan ekonomi harus 
diganti dengan pola padat karya. Proyek-proyek padat karya akan memberikan 
stimulus positif pada penyerapan tenaga kerja yang mampu meningkatkan 
pendapatan masyarakat.



Langkah Nyata dan Komprehensif

Masalah pengangguran menuntut totalitas semua pihak dalam menciptakan lapangan 
kerja baru. Selama ini kontribusi penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap 
atau menurunkan tingkat pengangguran didominasi oleh sektor riil. Mendorong 
petumbuhan sektor riil adalah keharusan dalam suasana perekonomian yang 
stagnan. Berbagai kendala yang selama ini masih dihadapi sektor riil harus 
segera dituntaskan. Kebijakan moneter yang tepat, kredit bunga yang rendah, 
peningkatan fungsi intermediasi perbankan barangkali langkah-langkah nyata yang 
saat ini mendesak untuk dilaksanakan.

Langkah nyata dan komprehensif dari berbagai pihak diharapkan mampu menekan 
pengangguran sampai limit terendah. Karena inilah yang menjadi indikator nyata 
perbaikan perekonomian. Sementara indikator lainnya seperti inflasi, nilai 
tukar, suku bunga, indeks harga dan pertumbuhan merupakan indikator relatif 
yang sifatnya sebagai penjelas antara. 

Apa yang diistilahkan dengan anomali dalam perekonomian tentu tidak diinginkan 
oleh semua pihak. Bahwasanya pertumbuhan yang terjadi meningkat sangat tinggi 
sementara disisi lain tidak diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran. Tetapi 
justru yang terjadi adalah peningkatan angka pengangguran. Kalau demikian 
adanya maka jelas bahwa pertumbuhan yang terjadi tidak diikuti oleh kemampuan 
untuk menciptakan lapangan kerja baru dan penyerapan angkatan kerja.

Hal ini bisa terjadi kalau struktur perekonomian didominasi oleh industri 
berbasis modal. Pertumbuhan yang terjadi dibangun oleh investasi yang 
digerakkan oleh sektor-sektor padat modal dengan kapasitas output relatif 
besar. Output yang besar memberikan kontribusi pada perekonomian dengan tidak 
diimbangi oleh kemampuan menyerap tenaga kerja. Ini bisa menjadi masalah dengan 
posisi yang berlawanan kalau dianalisis secara makro.

Dari beberapa komponen pendukung terindikasi bahwa kontributor signifikan 
pertumbuhan ekonomi selama ini adalah sektor konsumsi. Dalam kelesuan ekonomi 
komponen ini menjadi sangat sulit berkembang tanpa didukung oleh daya beli yang 
tinggi dari masyarakat. Sebaliknya kalau dorongan konsumsi bisa dipacu maka 
terbukanya keran impor tanpa batas akan  mengarahkan konsumsi pada produk 
impor. Lambat namun pasti produksi dalam negeri akan menjadi semakin lemah 
karena konsumsi barang menurun. Segala produksi yang ada tidak akan mampu 
menciptakan lebih banyak atau mempertahankan keberadaanya untuk menyerap tenaga 
kerja.

Seandainya sumber daya alam yang dikombinasikan dengan populasi penduduk secara 
maksimal bisa dimanfaatkan maka perekonomian yang kuat bisa diwujudkan. Dalam 
kenyataannya kemampuan tersebut barangkali masih relatif rendah dan perlu 
dipacu untuk mengejar ketertinggalan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh orang 
asing yang lebih mampu melihat potensi dan kelebihan sumber daya alam yang kita 
miliki. 

Pro-kontra tentang beberapa investasi asing yang marak selama ini harus segera 
ditindaklanjuti dalam kerangka untuk menemukan solusi saling menguntungkan. 
Pola-pola kerja samanya mesti ditinjau ulang yang disesuaikan dengan realitas 
dan perpaduan antara kepentingan bisnis dengan kepentingan sebagai sebuah 
bangsa. Untuk itu, pemerintah perlu mengambil langkah kongkrit yang mendukung 
kebangkitan investasi dan sektor riil. 

Selain investasi dan sektor riil kunci penanggulangan pengangguran bisa dibuka 
dari upaya untuk mendorong pemakaian produk barang dan jasa dalam negeri.Hal 
ini bisa membangkitkan kepercayaan diri akan keunggulan dan kemampuan bersaing 
yang memberikan semangat untuk berproduksi. Produksi dengan diimbangi konsumsi 
akan menciptakan keseimbangan pasar yang mampu memberikan stabilitas dalam 
jangka panjang. Jika hal ini bisa dilakukan maka pengangguran dan kemiskinan 
tidak lagi menjadi masalah, bahkan pemulihan ekonomipun bisa dilakukan dengan 
cepat dan berkelanjutan.

Penulis, PNS, analis lintas sektoral dan Nerwil BPS Bangli




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: