[ppi] [ppiindia] Pengalaman Pahit Bung Karno
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Apr 2004 15:44:13 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/04/30/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------
Pengalaman Pahit Bung Karno
Oleh Odam
ONJANG-GANJING pemilihan umum presiden yang mengarah ke sikap saling tuding
atas kelemahan masing-masing calon makin semarak terbaca di berbagai media
massa. Semua calon mengakui kehebatannya masing-masing dengan menyatakan mereka
bisa membawa seluruh rakyat Indonesia untuk hidup adil dan makmur. Tidak ada
satu pun calon yang mau mengakui kelemahannya sehingga perlu mendapat respons
dari masyarakat sebelum mereka memimpin negeri ini.
Mengamati situasi prapemilihan presiden yang calonnya mengaku serbapunya
kehebatan itu, mengingatkan akan cerita seorang kawan pemain tenis meja asal
Surabaya. Ketika berusia 10 tahun ia sudah dikenal kawan-kawan di sebuah
sekolah dasar (dulu sekolah rakyat/SR) di Surabaya tahun 1950-an, ia mendapat
tawaran untuk bertanding dengan kakak kelasnya. Tawaran itu diterima, tapi ia
kemudian berusaha menjatuhkan kakak kelasnya itu dengan permainan licik.
Pengalaman permainan tenis meja itu kemudian menyadarkannya bahwa perbuatan
yang kurang sportif dan tidak terpuji sama sekali tidak baik. Sama ketika Bung
Karno diingatkan oleh rekan-rekannya "Jangan musuhi orang kampungan."
Seperti diketahui, di akhir tahun 1966, Bung Karno (BK) dituntut
pertanggungjawaban atas pil Nawaksara oleh sekelompok orang, antara lain tim
yang membuat konsep Nasakom, Usdek, Manipol dan lain-lain. Tuntutan itu
dilakukan di depan sidang MPRS dan akhirnya pil Nawaksara itu ditolak. Dari
peristiwa tersebut dapat kita lihat orang-orang yang dulunya setia kepada BK
bisa berbelok 180 derajat dan mencari keselamatan sendiri, kemudian memosisikan
dirinya menjadi pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap BK.
Mengambil Alih Kekuasaan
Menjelang sidang tanggal 11 Maret 1967, orang-orang yang pernah menjatuhkan dan
menyerang BK, kembali merekayasa suatu kegitan lewat sekelompok Ormas, Orpol
untuk mengambil alih kekuasaan dan menjatuhkan BK dari puncak kekuasaan negara.
Mereka adalah sejumlah anggota militer maupun sipil yang pernah mendapat
pengampunan dari BK, baik yang kini masih hidup atau yang sudah berada di Taman
Makam Pahlawan Kalibata. Orang-orang inilah yang kemudian berbelok ke kubu lain
yang kemudian memfitnah BK dan ikut menuntut BK supaya dicopot serta di
Mahmilub-kan.
Dan ada di antara pembelot itu dari dari profesi wartawan. Karena kepintaran
berdiplomasi, oleh BK pembelot tersebut diorbitkan menjadi menteri. Tapi di
tengah perjalanan, pejabat tersebut dituduh melakukan KKN oleh masyarakat,
namun dengan jiwa besar BK masih tetap memberinya kesempatan untuk menjabat
Menteri Kabinet.
Pada saat kritisnya rekayasa oleh sejumlah orang atau kelompok yang anti-BK,
Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mengadakan sidang tanggal 11
Maret 1967. Pada waktu itu sejumlah wartawan bertanya: seandainya BK tidak
menerima hasil sidang MPRS, apakah Presiden selaku Mandataris MPRS berhak atau
tidak membubarkan sidang MPRS? Menteri yang bekas wartawan itu menjawab: "Saya
mengakui BK berhak membubarkan MPRS akan tetapi bila BK melakukan tindakan
tersebut sama saja dengan bunuh diri".
Kemudian Menteri itu menawarkan kepada BK agar beliau mau menerima uang US$
5,000,000 dan istirahat di luar negeri. Begitulah kiranya sikap dan tingkah
laku orang-orang yang dulu pernah mendapatkan kebaikan dari BK dan kemudian
membalasnya dengan cara yang kurang terpuji.
Hasil sidang MPRS 1967, menetapkan kondisi BK kurang sehat sehingga beban tugas
sebagai Presiden dijabat Jenderal Soeharto. Soeharto bertugas melaksanakan
Pemerintahan dan menjaga serta mengamankan ajaran BK serta memperlakukan
Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno sebagai layaknya seorang Presiden. Namun
kenyataannya tidaklah demikian. Dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan
keselamatan Bung Karno, BK dilarang menemui tamu siapa pun tanpa seizin dari
yang berkuasa.
Jika saja semua pemimpin kita pada waktu itu mau berjiwa besar dan merenungkan
semua jasa BK yang telah berjuang mengembalikan Irian Barat ke wilayah kesatuan
RI, mereka tidak akan berbuat sekejam itu. Tapi itulah kenyataan yang dialami
oleh BK yang pernah berkongsi dengan negara-negara besar, antara lain Uni
Soviet di bawah pemerintahan Perdana Menteri Krouschev dan Amerika Serikat di
bawah pemerintahan Presiden John F Kennedy. Kedekatan BK dengan
pemimpin-pemimpin dunia itu membuat tidak banyak pertumpahan darah ketika
pengembalian Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi berakhir sukses dan gemilang.
Ketidakbesaran hati pengkhianat BK bukan itu saja, tapi juga terlihat
sebagaimana pernah diceritakan oleh Alm. Laksda Suyatno, eks Pangdamar IV Jawa
Timur. Almarhum dituduh sebagai banteng Orde Lama. Mendengar tuduhan itu,
besoknya beliau datang ke Universitas Airlangga Surabaya untuk memberikan
ceramah masalah Pancasila. Beliau mengatakan, "Saya memang Soekarnois dan Orla,
maksudnya Orde Laut bukan Orde Lama. Dasar negara kita adalah Pancasila tetapi
kita juga harus mengetahui siapa penggali Pancasila itu, "katanya.
Gara-gara perkataan itu, beliau langsung dituduh sebagai pendukung PKI. Saat
masih memangku jabatan selaku Pangdamar IV berulang kali beliau dipanggil ke
Kopkamtib untuk diadakan pengusutan. Selanjutnya selaku Pangdamar, ia tidak
diperkenankan untuk tampil di depan umum dan hanya menjalankan tugas di
lingkungan Kodamar, dan pada tahun 1969 jabatan tersebut diserahterimakan
kepada Laksda M. Subarkah.
Pada waktu BK wafat, Laksda Suyatno mengantar jenazah sampai ke pemakaman di
Blitar, Jawa Timur. Malamnya ia sempat diskusi mengenai pemimpin-pemimpin
dunia. Waktu itu ia mengatakan, ketika Presiden AS Roosevelt meninggal,
pelayatnya tidak lebih dari 20.000 orang. Sementara ketika Presiden Kennedy
meninggal hanya 100.000 ribu orang pelayat. Tetapi ketika BK meninggal, bukan
hanya 100.000 orang yang melayat, tapi jutaan orang yang mengantar jasad BK ke
tempat peristirahatannya yang terakhir di Blitar, Jawa Timur, walaupun beliau
berstatus sebagai tahanan politik sejak tahun 1967. Setelah wafat barulah
beliau mendapat gelar sebagai Bapak Proklamator dari Pemerintah RI.
Alm. Suyatno menganalisis, pada abad 20 ini tidak ada satu orang pemimpin dunia
pun yang dapat menyamai dan bersaing dengan Pemimpin Besar kita ini. Kata Alm.
Suyatno: "Saya selalu ingat BK tidak mengenal apa yang dinamakan KKN dan
sebenarnya BK juga tahu ada sekelompok orang yang ingin menjatuhkan
kepemimpinannya". Beliau juga tahu bahwa sidang MPRS 1967 hasilnya akan
mengakhiri masa kepemimpinanannya. Dalam hal ini karena BK sejak muda sudah
berjuang untuk Bangsa dan lebih memilih mengorbankan diri sendiri.
Tidak Terulang
Pengalaman pahit BK di masa yang lalu itu itu diharapkan tidak terulang lagi
terhadap para pemimpin bangsa di masa akan datang, khususnya terhadap calon
Presiden pada Pemilu 2004. Para pemimpin bangsa agar bisa mencontoh dan
mempelajari ajaran Pemimpin Besar Bapak Proklamator Bung Karno demi kejayaan
bangsa dan negara.
Sebagai salah seorang calon, Presiden Megawati Soekarnopoetri selama ini
memilih diam, mungkin dengan diam ada baiknya sebab seorang pemimpin bila
terlalu banyak bicara, bisa menimbulkan ''virus'' sehingga mengganggu kesehatan
dan mengakibatkan dolar naik. Namun diam-diam Mbak Mega menjalankan
aktivitasnya dengan membuktikan kondisi ekonomi yang stabil,
kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di wilayah kekuasaan RI dari Sabang sampai
Merauke pun berangsur-angsur dapat reda dan tercipta suatu kondisi yang
kondusif.
Demikian juga Provinsi Aceh berangsur-angsur dapat diselesaikan. Untuk dukungan
diplomasi antarnegara-negara ASEAN, Asia, Australia, Afrika, Amerika dan Eropa
pun terbina dengan baik. Adapun tuduhan yang selama ini dilamatkan kepada Mbak
Mega bahwa beliau adalah antek Amerika bahkan para pejabat yang pernah berada
di Kabinet beliau juga melontarkan ketidaksetujuannya dengan kebijaksanaan yang
diambil oleh mbak Mega.
Seharusnya Mbak Mega memberikan jawaban yang jelas dan tepat agar rakyat
Indonesia tahu dan dapat menilai apa yang selama ini sudah dilaksanakan
sehingga tidak menimbulkan pemikiran yang negatif.
Penulis adalah pemerhati masalah sosial politik.
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 30/4/04
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pengalaman Pahit Bung Karno