[ppi] [ppiindia] Pendidikan adalah Titik Masuk Melawan Perdagangan Perempuan dan Anak

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-258%7CX

Rabu, 15 Desember 2004

Roadshow Sosialisasi Anti Perdagangan Anak dan Perempuan 
Pendidikan adalah Titik Masuk Melawan Perdagangan Perempuan dan Anak
Jurnalis : MB.Wijaksana
Jurnalperempuan.com-Indramayu. ?Saya sudah berusaha untuk mendorong teman saya 
untuk tetap sekolah. Saya tahu dia masih ingin sekolah. Tapi dia tetap 
berhenti, padahal dia masih SMP kelas 2. Ternyata saya mendapat berita bahwa 
orang tuanya memaksa agar dia keluar dari sekolah, alasannya supaya dia ikut 
ibunya jadi TKW di Arab Saudi? ungkap seorang siswi SMA di Kecamatan Sliyeg 
Indramayu. 

?Saya pernah menemukan kasus, ada seorang pelajar yang cerdas dan berbakat. 
Belakangan ia jarang pergi ke sekolah. Setelah dicek ke bagian administrasi, 
ternyata dia menunggak SPP berbulan-bulan. Ketika saya tanya dia menjawab, malu 
karena belum bayar uang sekolah. Saya dan bebeapa guru mendatangi rumahnya. 
Saya terhenyak, orang tua murid itu sedang membangun rumahnya besar-besaran. 
Ibunya bekerja sebagai TKW di luar negeri?, ujar seorang guru SMA Negeri 
Jatibarang, Indramayu. 

Cerita-cerita tersebut terungkap dalam acara Sosialisasi dan Pemutaran Film 
Anti Perdagangan Perempuan dan Anak yang diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal 
Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan 
Perempuan (FKPP) Indramayu, tanggal 9 Desember 2004 lalu. Dalam acara yang 
menghadirkan pembicara Siti Soendjati (Pendiri Perhimpunan bantuan Hukum dan 
Hak Asasi Manusia, PBHI) dan Sofiana (Ketua FKPP) itu dihadiri oleh sekitar 120 
peserta dari sekolah, dinas-dinas di Pemda Indramayu, serta LSM yang peduli 
pada perempuan dan anak. 

Menurut Siti Soendjati, film dokumentasi hasil investigasi Yayasan Jurnal 
Perempuan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa perdagangan anak dan perempuan 
Indonesia telah menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius masyarakat. 
Semakin banyak anak usia sekolah yang dipaksa, tertipu, dan terancam menjadi 
korban perdagangan manusia. Sasarannya terutama adalah anak perempuan. 
?Permintaan anak perempuan atau ABG dalam bisnis prostitusi sangat besar. 
Apalagi mereka itu berada dalam fase psikologis yang rawan antara anak dan 
orang dewasa. Biasanya mereka masih mencari eksistensi diri yang biasanya 
dicirikan dengan simbol-simbol materialistik seperti penghasilan besar, 
benda-benda mewah, dan lain-lain? katanya. 

Soendjati juga menegaskan agar pemerintah dan masyarakat Indramayu menghentikan 
perdebatan soal benar atau tidaknya korban yang berasal dari Indramayu. 
?Pemerintah setempat sering beralasan, mereka itu hanya mengaku saja orang 
Indramayu, padahal berasal dari daerah lain. Perdebatan seperti itu tidak 
produktif. Yang harus segera dipikirkan sekarang ini adalah membuat sebuah 
strategi besar agar perempuan dan anak Indramayu tidak lagi menjadi korban 
agen-agen yang tidak bertanggungjawab? tegasnya. Menurut hasil penyelidikannya, 
dia melihat sendiri di sebuah pulau di Riau Kepulauan, ada sebuah kampung yang 
didominasi orang Indramayu. Mereka berbicara dalam dialek Indramayu, bahkan 
memakan makanan khas Indramayu. 

Untuk itu Soendjati menghimbau para guru dan peserta didik agar menjadi bagian 
dari usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak. Guru harus melakukan 
pendekatan pada orang tua agar mengutamakan pendidikan. 

Sementara itu Sofiana, yang juga istri Bupati Indramayu, mengakui bahwa ada 
semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak sering dianggap sebagai 
asset. ?Orang tua melihat mereka sebagai aset yang harus produktif secara 
ekonomis. Seringkali dengan cara apa pun anak dipaksa untuk memberikan 
kontribusi pada keluarga. Padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat 
rendah. Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri 
untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar, terutama menjadi pekerja rumah 
tangga? katanya. 

Pemerintah Indramayu menurut Sofiana sudah berusaha dengan keras untuk melawan 
perdagangan perempuan dan anak. Salah satunya dengan memberikan bea siswa 
pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar. ?Anggaran pemerintah daerah 
sangat besar dalam menyediakan bea siswa bagi pelajar. Harapan kita mereka 
memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. Jika mereka memiliki pendidikan, 
mudah-mudahan mereka akan lebih dapat mendapatkan dan mengolah informasi. 
Pendidikan menurut saya adalah titik masuk melawan perdagangan perempuan dan 
anak? katanya lagi sambil menepis dugaan bahwa Pemda Kabupaten Indramayu 
diuntungkan dengan pengiriman TKW ke luar negeri. 

Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti 
perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di 7 wilayah di 
Indonesia. Tujuannya agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak 
akan menjadi sebuah gerakan sosial. Semoga. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: