[ppi] [ppiindia] Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.lampungpost.com/
Sabtu, 1 Mei 2004

OPINI

Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah
* * Sunanto, SMP Negeri 10 Bandar Lampung

Mencermati Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional No. 64/c/Kep/PP/2000, seorang dinyatakan
tamat dari pendidikan oleh penyelenggara pendidikan jika anak tersebut
memperoleh surat tanda tamat belajar, dan sebelumnya melalui pertimbangan
lulus yang diukur dari nilai rapor kelas tiga cawu ketiga, nilai ebtanas
murni (NEM), nilai EBTA sekolah murni (NESM), dan budi pekerti anak.
Pendidikan budi pekerti menjadi penting artinya karena menjadi acuan untuk
menentukan seorang siswa tamat atau tidak tamat. Padahal di lapangan belum
ada standar penilaian baku. Itulah sebabny penulis mencoba memaparkan system
evaluasi sebaiknya dilaksanakan. Sebelumnya perlu dituliskan kisi-kisi
instrumen budi pekerti siswa.
1. Aspek kedisiplinan meliputi:
- Terlambat masuk sekolah.
- Tidak masuk tanpa surat
- Meninggalkan pelajaran sebelum waktunya.
- Tidak mengikuti acara resmi upacara sekolah.
2. Aspek etika, yaitu:
- Berbuat tidak sopan.
- Merokok di sekolah.
- Menggunakan narkoba/minuman keras.
- Mencuri/mengambil uang kawan.
- Berkelahi dengan pelajar lain/orang.
3. Aspek Estetika meliputi:
- Tidak berseragam sekolah/tidak dimasukkan.
- Merusak peralatan sekolah/lingkungan.
- Membuang sampah sembarangan.
- Melompat pagar.
- Buang air besar tidak disiram.
Guru juga harus hati-hati di dalam memberikan nilai budi pekerti.
Pertimbangannya adalah tingkah laku seseorang kapanpun dapat berubah.
Perubahan itu menuju baik ada kalanya buruk. Selanjutnya siapakah yang
mengajarkan budi pekerti? Guru Pendidikan Agama, PPKN, Bahasa dan Sastra
Indonesia. (Proyek Pendidikan Kewarganegaraan dan Budi Pekerti, 2000).
Selanjutnya, guru menyelipkan materi, misalnya, amal saleh, amanah,
antisipatif, berbaik sangka, bekerja keras, beradab, berani berbuat benar,
dan sebagainya. Selainnya itu ada sikap negatif seperti antirisiko, biadab,
bohong, boros, buruk, sangka, ceroboh, curang, dengki, dan sebagainya perlu
ditinggalkan.
Bagaiman strategi guru memberikan pendidikan budi pekerti ini? Guru secara
sistematis dan sistemik, nilai-nili budi pekerti diintegrasikan dalam materi
pembelajaran, sesuai dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, PPKn,
Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk menumbuhkan nilai budi pekerti dalam diri
siswa penyampaiannya harus suasana kondusif dalam kehidupan sehari-hari di
sekolah. Guru dan staf Tata Usaha di sekolah harus mampu menjadi teladan
insan berbudi pekerti luhur. Sekolah menjadi laboratorium budi pekerti.
Tanggung jawab siapa pendidikan budi pekerti? Sekolah, orangtua, masyarakat
dan pemerintahan. Itulah sebabnya, siswa, orangtua, guru, administratur,
tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat secara proporsional memunyai peran,
tugas, dan tanggung jawab dalam mengembangkan dan pelaksanaan pendidikn budi
pekerti.
Mengingat pendidikan budi pekerti baru dilaksanakan tahun pelajaran
2001--2002 secara simultan di seluruh kelas dan jenjang pendidikan. Guru
hrus memperoleh pengenthuan tentang apa budi pekerti dan bagaimana metode
berikut system penilaiannya? Setidaknya acuan itu untuk menyamakan persepsi
dalam mengelola pendidikan budi pekerti.
Ada tiga teori mendasari pendidikan budi pekerti, yaitu teori perkembangan
kognitif, teori belajar sosial, dan teori psikoanalisis. Teori pertama ini
dirintis Jean Pieger kemudian dikembangan Law Kohlbegr membagi enam tahap
pemikiran moral. Pertama, orientasi hadiah dan hukuman sasaran anak mulai
usia 3 tahun. Jika berbuat baik diberi hadiah dan sebaliknya pada suatu hari
anak membuang sampah di sembarang. "Nak, ayo buang di kotak ini!" ujar
mamanya .
Tahap kedua disebut orientasi relativitas instrumental yang menunjukkan
dominasi kepentingan dalam kesenangan sendiri. Tahap ketiga orientasi anak
manis, yang menggambarkan perilaku anak untuk menyenangkan lingkungan
mereka. Tahap keempat, yaitu orientasi aturan dan ketertiban yang
menunjukkan penghargaan terhadap ketertiban sosial. Tahap kelima kontrak
sosial dan hak individu, yang menyatakan kepatuhan terhadap hak dan
prosedurnya. Tahap keenam disebut etika universal yang berdasarkan atas hati
nurani.
Teori belajar sosial berdasarkan empirisme John Locke dan behaviorism John
Watson serta B.F Skiner. Teori ini menganggap sosok manusia, "Ibarat kertas
kosong di mana masyaratkat menuliskan pengalamananya". Masyarakat atau
lingkungannya sangat multidimenional keluarga di dalamnya. Selain itu, ras,
institusi, suku, adat istiadat ikut mengukirnya. Baik atau buruk ditentukan
norma yang ada di lingkungan mayarakat tersebut. Sekolah dianggap sebagai
mikrokosmos mayarakat, yang berperan sebagai otoritas moral.
Teori psikoanalisis dikemukakan Sigmund Freud berdasarkan atas pandangan
sosok manusia dikuasai dorongan irasional yang harus dikontrol. Freud
melibatkan tiga bagian, yaitu "ide" yang menunjukkan dorongan hewani, liar,
"ego" menggambarkan prinsip dan kerja realita untuk mengukur tindakan.
"Superego" menunjukkan elemen terakhir untuk berkembang yang berfungsi
sebagai agen kontrol serta menjaga seseorang dari tindakan salah, buruk atau
moral, kemudian mengajarkan apa yang salah dan benar. Orangtua sangat
dominan membentuk superego anak menjadi amat baik. Sekolah dalam hal ini
berperan pada sekunder.
Atas dasar teori para ahli di atas, tentu budi pekerti yang akan diterapkan
di Indonesia mengacu sesuai dengan budaya bangsa. Keluarga amat penting
dalam pembentukan budi pekerti. Selanjutnya, sekolah memberikan wawsan
secara benar dan langsung mengevaluasi pada tingkat mana budi pekerti anak
asuhnya. Nilai lebih baik bersifat kualitatif yaitu baik, cukup, maupun
kurang. Untuk menilai budi pekerti kurang harus berhati-hati. Ingat Tingkah
laku manusia selalu berubah!



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts:

  • » [ppi] [ppiindia] Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah