[ppi] [ppiindia] Pemilu 2004 dan Money Laundering

** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Republika
Senin, 29 Maret 2004

Pemilu 2004 dan Money Laundering 

Oleh :
Susidarto 
Pemerhati dan praktisi perbankan di Yogyakarta,

Kesadaran kalangan perbankan dan pengelola jasa keuangan (PJK) nonbank untuk 
melaporkan transaksi keuangan yang terindikasi tindak pidana pencucian uang ke 
Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) dinilai masih rendah. 
Tercatat baru sekitar 26 persen bank umum yang melaporkan transaksi 
mencurigakan (suspicious transaction) yang terjadi di lembaganya. 
Hal itu disebabkan karena penerapan prinsip mengenal nasabah (know your 
customer) belum dijalankan secara konsisten. Padahal, menjelang Pemilu dan 
selama masa kampanye ini, banyak dana-dana tak bertuan alias dana liar, yang 
berseliweran di jagat perbankan dan PJK. 

Dana-dana taktis untuk kampanye dan juga dana-dana ilegal yang dipergunakan 
untuk membeli suara (money politics) diperkirakan akan banyak gentayangan di 
bumi pertiwi ini. Nah, sistem perbankan merupakan salah satu wahana yang 
diperkirakan akan dipakai oleh mereka yang kurang bertanggung jawab untuk 
mencuci uang-uang haram hasil kejahatan (korupsi, penjualan obat terlarang, 
atau uang hasil kegiatan ilegal lainnya). 

Kalau selama ini Indonesia terkenal sebagai negeri nomor satu dalam masalah 
korupsi, maka logikanya adalah, pencucian uang haram pasti banyak terjadi di 
Indonesia. Namun realitas yang terjadi di lapangan, menunjukkan hal yang 
berbeda. Tidak banyak bank-bank atau PJK yang melaporkan terjadinya keanehan 
dalam transaksi yang mereka layani. Itu berarti ada dua kemungkinan. Pertama, 
si nasabah nakal memang pintar dan cerdas dalam mencuci uangnya, dan kedua, 
bank-bank atau PJK memang sengaja menutup-nutupi transaksi mencurigakan di 
lembaganya. 

Area yang dipergunakan
Dari kenyataan yang ada di lapangan, maka terlihat bahwa minimal ada tiga area 
yang sering dipergunakan oleh para money launderer (pencuci uang haram), yakni: 
Pertama adalah placement (penempatan dana), yaitu dengan jalan memasukkan uang 
tunai ilegal ke dalam transaksi nontunai, misalnya, dalam bentuk reksa dana, 
deposito, tabungan, serta bentuk simpanan lainnya. Tujuannya adalah untuk 
menghilangkan jejak perolehan uang tunai yang didapatkan dari kegiatan ilegal. 
Dalam konteks ini, si nasabah biasanya memecah transaksi yang ada menjadi 
beberapa rekening dengan nama yang berbeda-beda (atau bisa pula sama), sehingga 
transaksinya masih dalam ambang batas limit, sehingga tidak perlu dilaporkan ke 
PPATK. 

Kedua, layering (penyamaran), yakni dengan menciptakan penyamaran melalui 
transaksi keuangan yang rumit dengan tujuan menutup/menghindari pelacakan oleh 
sistem audit dan tidak tampak pelakunya. Misalnya dengan cara memecah-mecah 
transaksi menjadi banyak dan kemudian melakukan transfer ke bank lain dengan 
rekening yang berbeda, dan dilakukan dalam tempo yang relatif singkat. 
Transaksi dilakukan antarbank, dan kemudian dengan cepat dipindahkan lagi ke 
bank lain. Tujuannya jelas, agar sulit dilacak dengan cara memutus jaringan 
antara palaku kriminal dan perolehan hasil kriminal.

Ketiga, integration, yaitu dengan memasukkan dana/uang hasil kejahatan ke dalam 
sistem keuangan, khususnya dalam bentuk kegiatan usaha atau kegiatan ekonomi 
yang sah (legal). Misalnya, mereka melakukan bentuk investasi di suatu daerah 
dengan tujuan untuk membuka lapangan kerja seluas mungkin. Tujuannya jelas, 
yakni untuk mendapatkan pengesahan atas dana yang diperoleh secara tidak sah 
atau seolah-olah tampak dana tersebut diperoleh dari hasil usaha yang sah. 
Padahal, jenis kegiatan semacam ini sami mawon, alias sama saja ilegal. 

Mencermati arena yang dapat dirambah demikian luas, maka semua pihak harus 
mewaspadai kemungkinan munculnya hantu gentayangan berupa pencucian uang haram 
ini. Terlebih momentum saat ini bertepatan dengan pelaksanaan kampanye 24 
partai politik peserta pemilu, yang jelas membutuhkan dana segar yang demikian 
besarnya. Kalangan perbankan dan PJK harus ekstra-ketat dalam melihat berbagai 
kemungkinan yang menyangkut transaksi yang ada di lembaganya. 

Hampir bisa dipastikan, akan banyak uang haram yang berupaya dicuci, dan 
nantinya akan dipergunakan sebagai alat untuk memenangkan pemilu. Terlebih 
menurut rumor yang ada, dalam periode-periode kritis pemilu sekarang ini, 
banyak gentayangan uang-uang 'aspal' (asli namun palsu). Rumitnya, uang 'aspal' 
dewasa ini sulit dideteksi hanya dengan kasat mata bahkan bantuan lampu 
ultra-violet sekalipun. 

Kalangan perbankan dan PJK jelas harus ekstra-prudent dalam masalah ini. 
Awak-awak bank garda depan, dalam hal ini teller dan customer services, 
setidaknya harus dibekali dengan keahlian khusus untuk mendeteksi keberadaan 
uang palsu yang banyak gentayangan belakangan ini. Panduan know your customer 
(KYC) sebagai alat screening terhadap kegiatan pencucian uang pada 
masing-masing bank, sebenarnya sudah cukup jelas. 

Mereka yang aktif di bidang politik misalnya, jelas masuk dalam kategori high 
risk customer, selain profesi lainnya. Oleh sebab itu, mereka yang masuk dalam 
daftar caleg dan juga aktivis partai, sebenarnya dapat dikategorikan sebagai 
nasabah risiko tinggi. Kepada mereka, perbankan bukannya menolak, namun harus 
memberikan perhatian ekstra-tinggi.

Kalangan perbankan, hendaknya tidak kecolongan dalam masalah ini. Tidak hanya 
sebatas itu, kalangan perbankan hendaknya tidak perlu khawatir dalam masalah 
pelaporan money laundering ini. Sebab, apabila kalangan perbankan dan PJK 
kompak dan sinergis dalam melakukan perang terhadap pencuci uang haram, maka 
ruang gerak mereka juga akan semakin sempit. 

Jelas, mereka akan kesulitan untuk mencuci uangnya, sehingga mereka juga akan 
kesulitan melakukan aksinya dalam praktik politik uang. Di luar negeri pun, 
mereka akan kesulitan, karena perbankan di sana lebih ketat dalam melakukan 
monitoring terhadap praktik pencucian uang haram ini. 

Bagaimanapun juga, perbankan dan juga PJK harus melakukan gerakan anti terhadap 
kegiatan money laundering. Sebab, dampak yang dihasilkan dari kegiatan ilegal 
ini demikian besarnya. 

Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pencucian uang haram ini, jelas sangat 
banyak, beberapa di antaranya: Pertama, dampak ekonomis, yaitu menjadikan 
instabilitas sistem keuangan. Misalnya sebuah bank menerima transaksi dalam 
jumlah besar, kemudian karena merupakan upaya money laundering -- dengan cepat 
dana tersebut dikeluarkan kembali dari sistem perbankan. Dengan kondisi semacam 
ini bisa mengakibatkan gangguan likuiditas perbankan (mis-match) dan akhirnya 
mengakibatkan terganggunya sistem keuangan (pembayaran) secara keseluruhan. 

Dampak kedua berupa dampak ekonomis lainnya adalah mengakibatkan terjadinya 
distorsi (kerusakan) terhadap sistem persaingan bebas, mempersulit pengendalian 
moneter, dan juga berpotensi meningkatkan country risk (bunga pinjaman luar 
negeri menjadi tinggi, sehingga bunga bank juga akan semakin meningkat), dan 
premium risk (biaya impor menjadi semakin meningkat) sebuah negara. 

Selain dampak ekonomis, money laundering juga memiliki dampak hukum dan sosial, 
yakni meningkatkan kejahatan baik jenis maupun kualitasnya. Tak hanya itu, 
kegiatan ilegal ini juga mengakibatkan meningkatnya kerawanan sosial. Oleh 
sebab itu, mumpung belum terlanjur banyak dan momentumnya bersamaan dengan 
kemungkinan meningkatnya kegiatan ini, kalangan perbankan dan juga PJK 
semestinya mulai mewaspadai persoalan ini dan menempatkan pada prioritas 
tinggi, layaknya bidang-bidang lainnya.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: