[ppi] [ppiindia] Pemerasan Terselubung di Sekolah
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 29 Aug 2005 12:27:14 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/29/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Pemerasan Terselubung di Sekolah
JAKARTA - Kalangan DPRD DKI Jakarta menilai terjadinya pemerasan terselubung
oleh pihak sekolah terhadap orangtua murid melalui iuran peserta didik baru
(IPDB). Hal itu bukan hanya terkait dengan jumlah IPDB yang tinggi, tapi juga
tidak transparannya pengelola sekolah dalam memaparkan kebutuhan dan asal dana
yang diperoleh.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Dani Anwar mengatakan, seharusnya pihak sekolah
tidak hanya memaparkan berapa kebutuhan dana untuk melaksanakan program selama
setahun, tapi juga transparan mengenai berapa besar dana dari pemerintah pusat
dan daerah.
''Begitu pihak sekolah tidak merinci berapa dana yang mereka peroleh dan
ditujukan untuk kebutuhan apa saja, tapi langsung membahas IPDB dengan orang
tua murid, mereka sudah melakukan pemerasan terselubung," katanya kepada
Pembaruan di Jakarta, Senin (29/8).
Program
Dia mengingatkan, sebelum membahas anggaran yang dibutuhkan sekolah selama
setahun seharusnya pihak sekolah menjelaskan terlebih dulu program-programnya
dan meminta persetujuan dari orangtua murid.
Walaupun program setahun sudah termuat dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan
Belanja Sekolah (RAPBS) yang disusun pihak sekolah dan dipaparkan dalam rapat,
bukan berarti orangtua murid harus setuju.
Pihak sekolah, lanjut Dani, juga wajib membagikan atau menjelaskan petunjuk
teknis mengenai program apa saja yang dapat dibiayai dari dana yang ditarik
dari orangtua murid dan donatur.
''Kalau tidak tahu tentang kebijakan mengenai RAPBS bagaimana orangtua murid
bisa memberikan pendapat mengenai program-program yang sudah direncanakan
sekolah. Jadi, mereka juga tidak bisa protes atau malah hanya setuju dengan
biaya yang diajukan pihak sekolah. Ini kan bentuk pemerasan terselubung,"
ujarnya
Dia menegaskan, pihak sekolah dan komite sekolah tidak boleh menetapkan
besarnya IPBD yang berlaku sama kepada setiap murid. Hal itu menjurus pada
tindakan diskriminatif karena kemampuan ekonomi orangtua murid berbeda-beda.
Pihak sekolah harus memberikan pengecualian bagi siswa tidak mampu. Soalnya ada
dana bantuan dari pemerintah pusat dan pihak sekolah untuk setiap murid,
terutama yang tidak mampu. "Ini juga harus diungkapkan dalam rapat pembahasan
IPBD dengan orangtua murid," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah orangtua murid mengaku tidak terlalu paham mengenai
program-program apa saja yang dapat dibiayai dari iuran yang ditarik dari
orangtua murid.
Mereka juga tidak memperoleh rincian mengenai dana bantuan pendidikan yang
diperoleh pihak sekolah dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
''Kepada kami hanya diberi daftar berisi RAPBS dengan sejumlah program yang
direncanakan pihak sekolah. Kami pikir itu sudah suatu keharusan. Yang dibahas
dalam rapat hanya soal berapa IPBD yang harus kami berikan untuk membiayai
program-program itu," kata Farida (bukan nama sebenarnya), orang tua murid
siswa kelas I SMA Negeri 9 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Dia mengungkapkan, besarnya IPBD yang ditarik dari siswa SMA Negeri 9 untuk
tahun ajaran 2005/2006 sebanyak Rp 3,037 juta. Sebagian dari IPBD tersebut
untuk perawatan gedung dan membeli alat penyejuk udara (AC) di setiap kelas.
Irman, orangtua murid kelas I SMA Negeri 70 Jakarta Selatan, mengatakan, IPBD
ditetapkan Rp 8 juta. Sedangkan uang sekolah setiap bulan Rp 300.000.
"Saya tidak tahu kalau ada dana bantuan untuk SMA dari pemerintah pusat dan
pemerintah daerah. Jadi untuk gedung dan operasional sekolah ada dana dari
pemerintah ya," kata Irman. (J-9)
Last modified: 29/8/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pemerasan Terselubung di Sekolah