[ppi] [ppiindia] Pembunuhan Gajah Belum Terungkap

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
refleksi: Orang Utang di Kalimantan mengalami nasib yang sama akibat pembabtan 
hutan, penanaman  pohon ecaulyptus dan kelapa sawit.  



RIAU POS

Pembunuhan Gajah Belum Terungkap


      Rabu, 29 Maret 2006 

     
      10 Ekor Gajah di Balairaja Kelaparan

      PEKANBARU(RP)- Tewasnya gajah di Minas, dipastikan karena racun arsenik. 
Meski hasil penelitian laboratorium belum keluar, namun dari tanda-tanda 
kematian, pihak Polda Riau -yang turun bersama dokter hewan bidang forensik, 
telah memastikan hal itu. Hanya saja hingga kini, pelakunya belum berhasil 
ditangkap. 

      ''Padahal, hampir semua jejak sudah disisir,'' ungkap Kapolda Riau 
Brigjen Drs Ito Sumardi DS SH MM MH kepada wartawan di ruang kerjanya.

      Melacak keberadaan gading gajah pun sudah dilakukan pihak kepolisian. 
Namun, kuat dugaan, gading gajah yang nilainya jutaan rupiah itu, masih 
disembunyikan pelaku karena takut ketahuan. Diyakini, gading-gading gajah itu 
ditanam dalam tanah dan pelaku masih menjauh dari sekitar lokasi kejadian. 

      Namun begitu, ditegaskan bahwa Polda Riau tetap akan mengusut masalah ini 
hingga tuntas, sampai pelakunya tertangkap. Bahkan, kepolisian sudah melakukan 
kerja sama dengan warga yang tinggal di sekitar TKP, sambil tetap melakukan 
penyelidikan intensif.

      Keseriusan penanganan kasus matinya gajah ini, juga dilakukan oleh Dishut 
Riau. Kepada Riau Pos kemarin (28/3), Kadishut Burhanuddin Husein mengakui 
bahwa yang bertanggung jawab secara langsung terhadap kasus itu adalah pihak 
kepolisian dan KSDA. ''Kita berkoordinasi dengan kepolisian dan KSDA dalam 
menangani kasus ini. Kita berharap kasus ini benar-benar dapat diungkap. Menhut 
juga sudah melakukan permintaan serius kepada pihak kepolisian,'' katanya.

      Diminta tanggapannya soal penyebab kematian, Burhanuddin juga mengatakan 
bahwa pihaknya sudah menerima laporan bahwa gajah-gajah itu mati akibat racun 
arsenik. ''Dugaannya sangat kuat, dengan ciri-ciri mulut berbusa dan konsisi 
fisik saat ditemukan. Namun begitu, kita tetap masih menunggu hasil penelitian 
labor atas sampel lambung dan hati yang kita kirim,'' tambahnya.

      Dijelaskan juga, bukan saja sampel gajah yang mati di Tahura, namun 
penelitian yang sama juga dilakukan terhadap dua ekor gajah yang ditemukan mati 
di sekitar hutan di Kuansing, beberapa waktu lalu. ''Berkoordinasi dengan 
Polda, kita sudah turunkan tim termasuk ke Kuansing dan perbatasan 
Tapsel-Rohul,'' ujar Burhanuddin lagi.

      Hanya saja, saat ditanya soal pelaku, Burhanuddin mengaku pihak yang 
bertanggung jawab terhadap penyidikan adalah kepolisian dan KSDA. ''Kita memang 
punya polhut, tapi kita lebih kepada illegal logging. Sedangkan, KSDA juga 
punya Pulhut dan mereka lebih ke kawasan konservasi. Tapi, memang sampai saat 
ini, pelakunya ini belum jelas ya. Dugaan motifnya, adalah ambil gading atau 
perbuatan orang yang kebunnya terganggu akibat gajah itu,'' ujarnya.

      Bukan Wewenang BKSDA
      Sementara itu, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau Dr 
Willistra Dany saat dihubungi Riau Pos, Selasa (28/3) berkaitan dengan 
penyelidikan kasus kematian gajah, mengatakan, pihaknya tidak memiliki 
kewenangan dalam penyelidikan kematian gajah tersebut. Karena kasus itu, telah 
dilimpahkan ke Dinas Kehutanan Riau dan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda 
Riau.

      Dijelaskanya, meskipun penyelidikan kasus kematian gajah tersebut tidak 
wewenangnya, akan tetapi BKSDA selalu memonitor perkembangan dari penyelidikan 
ini. Namun sejauh ini, belum ada informasi yang diterima dari pengembangan 
kasus kematian gajah tersebut.

      Untuk diketahui, berdasarkan hasil temuan dan penyelidikan pihak 
kepolisian, sampai saat ini, belum diketahui siapa pelaku dan apa motif 
kematian gajah-gajah tersebut. Begitu juga dengan keberadaan gading gajah yang 
mati itu, sampai saat ini belum diketahui.

      Kekurangan Makanan
      Sementara itu, 10 ekor gajah yang ditangkap BKSDA di Balairaja, Kecamatan 
Pinggir Kabupaten Bengkalis, kondisinya cukup memprihatinkan. Sejak ditangkap 
pada 11 Maret lalu, gajah-gajah tersebut saat ini dirantai kedua kaki 
belakangnya ke pohon-pohon besar, hanya sekitar 300 meter dari jalan 
Pekanbaru-Dumai tepat di belakang perkantoran PT Kojo. Gajah-gajah tersebut 
terlihat stres dan cenderung agresif dan pemarah. 

      Persoalan utama sekarang yang dihadapi adalah kurangnya suplai makanan. 
Pihak BKSDA melalui Balai Pelatihan Gajah (PLG) Minas dan WWF Riau sudah 
berupaya menghubungi pihak-pihak di Duri -termasuk PT Chevron Pacific Indonesia 
(CPI)- untuk bisa membantu suplai makanan, tetapi belum ada tindakan nyata. 

      Akhirnya, karena sulitnya mencari makanan, gajah-gajah tersebut hanya 
makan batang-batang pisang yang tidak memenuhi jumlah standar makan mereka. 
Menurut Feri Harahap, pimpinan rombongan PLG di lapangan  yang menangani proses 
sementara gajah tersebut, tiap gajah memerlukan makanan sekitar 150 Kg per 
hari. 

      ''Untuk memenuhi standar makan mereka sehari-hari, kami memang belum bisa 
memenuhinya karena sulitnya mencari makanan tersebut,'' jelas Feri.

      Selain masalah makanan, beberapa gajah juga mengalami luka-luka di 
beberapa bagian, seperti di kaki belakang akibat dirantai. ''Ini memang 
konsekuensi dari penangkapan ini. Rencananya kami akan mengalihkan talinya ke 
leher agar mereka lebih leluasa,'' jelas Feri lagi.

      Tentang mau dibawa ke mana gajah ini dan kapan pengangkutannya dari 
lokasi di Balairaja tersebut, Feri belum bisa memastikan. ''Itu wewenang Kepala 
BKSDA atau Kadishut, kami hanya pekerja lapangan dan akan membawa ke mana gajah 
ini direlokasi sesuai perintah,'' ujarnya lagi.

      Sementara itu menurut Syamsuardi, salah seorang staf WWF yang terus 
memantau kondisi gajah-gajah tersebut, persoalan makanan dan kesehatan 
gajah-gajah itu kini harus benar-benar diperhatikan. ''Untuk kesehatan, kita 
terus memantaunya termasuk menyiapkan dokter hewan yang siap kapanpun 
duperlukan. Namun soal makanan, ini yang menjadi masalah,'' jelas Syam.

      Dia berharap ada pihak yang ikut membantu mencarikan makanan gajah-gajah 
tersebut karena memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Syam berharap, baik 
Dishut maupun BKSDA tidak terburu-buru mencarikan tempat untuk relokasi 
gajah-gajah tersebut. 

      ''Lebih baik kalau gajah-gajah ini dikembalikan ke habitatnya semula, 
yakni ke hutan Blok Libo, karena di sanalah rumah mereka. Jika dipindah ke 
Tesso Nilo, Kerumutan atau yang lainnya, pasti akan menimbulkan efek yang lain 
dan bisa jadi malah akan lebih buruk lagi,'' tambah alumnus Perikanan Unri 
ini.(mng/wws/ria/hbk) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: