[ppi] [ppiindia] Pemakaman KH Muntaha Al Hafidz

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **


http://www.suaramerdeka.com/harian/0412/31/nas15.htm


Jumat, 31 Desember 2004 NASIONAL 
 

In Memoriam KH Muntaha Al Hafidz 



 
DIMAKAMKAN: Jenazah Mbah Mun diusung ke dalam mobil ambulans di 
halaman masjid Pondok Al Asyariyyah, untuk dibawa ke tempat pemakaman 
Desa Dero Duwur. Ribuan orang dan santri mengantar jenazah.(55i) - 
SM/Sudarman   
 
PULUHAN ribu orang kemarin mengantar jenazah pengasuh Pondok 
Pesantren Al-Asy'ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, KH Muntaha 
Al Hafidz. Sesuai dengan wasiatnya, Mbah Mun minta dimakamkan di Desa 
Nderoduwur, sekitar 8 km arah barat pondok pesantren yang 
dipimpinnya. Dia dimakamkan tepat di samping ayahnya, KH Asy'ari, 
yang telah wafat pada 18 Januari 1949. Di dekat makam itu juga 
terdapat bangunan pendidikan SMP Takhassus Alquran yang dirintisnya 
beberapa waktu lalu.

Tempat kiai dimakamkan adalah tempat yang tinggi, sebab dari situ 
bisa melihat langsung wilayah Kabupaten Wonosobo. Untuk mencapai 
lokasi itu, perjalanan naik-turun dengan jurang di kanan kiri. 

Karena banyak pentakziah, jalan menuju rumah duka di Kalibeber 
menjadi macet total. Ribuan santri menangis histeris saat jenazah 
perlahan-lahan meninggalkan kompleks pondok.

Sepanjang jalan yang dilewati, masyarakat dengan sukarela menyediakan 
minuman berupa air putih dan air teh yang dibungkus plastik, ditambah 
makanan kecil hasil kebun mereka seperti ketela pohon, jagung, dan 
pisang. Karena dari pondok menuju makam jauh, minuman dan makanan itu 
pun habis dinikmati sambil berjalan. Di pemakaman, secara 
bergelombang sejak siang hingga sore hari masyarakat membaca tahlil 
dan Alquran.

Menurut salah seorang putra KH Muntaha, Ahmad Faqih Muntaha, Desa 
Nderoduwur dulu dipakai oleh ayah KH Muntaha, KH Asy'ari, untuk 
mengungsi dari gempuran Belanda saat Clash II.

Hentikan Hujan

Banyak keistimewaan atau karomah yang dimiliki Mbah Muntaha atau 
biasa disebut dengan Mbah Mun. Menurut kesaksian Wakil Bupati 
Wonosobo Drs H Kholiq Arif, misalnya pada acara haul atau khotmil 
quran, tiba-tiba turun hujan. Maka, dengan sekali tepuk saja dari 
tangan Mbah Mun, seketika hujan reda. Namun, setelah acara usai, 
hujan turun lagi sangat deras sampai dua hari berturut-turut. Di 
wilayah Kalibeber dan sekitarnya hampir setiap saat turun hujan.

''Kemampuan ini dibuktikan banyak orang. Insya Allah saya tidak 
mengada-ada,'' katanya. Suatu ketika Mbah Muntaha datang ke pemakaman 
ibunya, maka dia menyampaikan salam, ''Assalamu'alaikum''. Seketika 
itu orang lain menyaksikan, mayat-mayat di kuburan bangun berpakaian 
putih-putih dan menjawab ''Waalaikum salam warahmatullahi 
wabarakatuh''.

Mbah Mun merupakan pencetus ide pembuatan Alquran raksasa. Tiga 
Alquran raksasa dari Wonosobo tersebut kini di Bait Alquran Masjid 
TMII, Bahrain (dibawa Menag Tarmizi Thaher), dan satunya lagi dibawa 
Gubernur DKI Sutiyoso.

''Banyak sekali keistimewaan Mbah Mun,'' tutur KH Habibullah Idris, 
salah seorang kepercayaan Kiai Muntaha. 

Semasa hidupnya, menurut penuturan Kiai Habib, Mbah Mun memiliki 
resep agar badan tetap sehat. Kiai Habib mengungkapkan, jika melihat 
paspor, Mbah Mun lahir pada 1912, sehingga jika dihitung usianya 
hampir 93 tahun. Namun ada kemungkinan lebih dari itu mengingat kiai 
itu usianya unda-undi dengan ayah Mbah Habib yang lahir pada 1909.

Pernah suatu saat ketika Mbah Mun berada di luar negeri, tim medis 
dari negara setempat dibuat terheran-heran. Sebab, dalam usia yang 
sudah senja, seluruh organ tubuhnya masih normal. 

Dokternya pun bertanya resepnya untuk tetap sehat. Ternyata, ada tiga 
hal yang selalu dilakukan Mbah Mun, agar kesehatan badannya tetap 
terjaga. 

Pertama, read, yakni selalu membaca Alquran. Maka, kata Mbah Habib, 
tak heran jika dalam waktu kurang dari tujuh hari kiai sudah khatam 
Alquran 30 juz. 

Selanjutnya olahraga, yang mengandung maksud rajin shalat malam dan 
give (loman atau suka menolong sesama). Ketiganya yang membuat 
panjang umur dan tetap sehat.

''Beliau selalu berpesan, sebagai kiai jangan meminta pada santri. 
Namun sebaliknya, kalau bisa malah memberi,'' kata Mbah Habib.

Perhatian kiai pada santri, kata dia, begitu besar. Ketika ada 
santrinya tidak kelihatan di pondok, akan ditanyakan. ''Pernah 
seorang santri asal Semarang yang tidak terlihat di pondok, juga 
dicari sampai rumahnya. Santri itu kaget begitu tahu ditengok oleh 
beliau (Mbah Mun).''

Ketika memberikan pelajaran, kata Mbah Habib, tidak selalu dengan 
membuka kitab. ''Yang sering dilakukan pada saya, dengan cara 
mengunjungi sejumlah tempat yang akan memberikan pelajaran 
berharga,'' kata Mbah Habib. (Setiawan HK, Agus FY, Sudarman-58t) 
 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: