[ppi] [ppiindia] Partai Golkar Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM Secepatnya

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/31/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 

Partai Golkar Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM Secepatnya
 

JAKARTA - Melihat nilai tukar rupiah yang terus melemah atas dolar Amerika 
Serikat (AS), Partai Golkar meminta Pemerintah menaikkan harga bahan bakar 
minyak (BBM) secepatnya. Partai Golkar menyatakan siap menjadi tumbal dan 
dianggap tidak pro rakyat dengan mengusulkan kenaikan harga BBM itu, karena 
hanya dengan kebijakan yang memang tidak populer seperti itu, negara dapat 
terhindar dari kebangkrutan. 

Dalam jumpa pers di DPP Partai Golkar yang dipimpin Ketua DPP Partai Golkar 
Enggartiasto Lukito dan dihadiri Tadjuddin Noersaid, Agusman Effendy (Ketua 
Komisi VII DPR), Hafiz Zawawi (Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR), diakui, 
menaikkan harga BBM memang pilihan sulit, namun adalah satu-satunya solusi. 
"Ini pilihan yang amat sulit dan pahit, namun tidak ada pilihan lain. Jika 
tidak, cadangan devisa negara akan semakin tipis," kata Tadjuddin. 

Partai Golkar menilai kondisi keuangan negara sudah berada di ambang 
kebangkrutan akibat tersedot belanja BBM. Pemerintah melalui Pertamina juga 
harus mengeluarkan US$ 1,5 miliar setiap bulannya untuk mengimpor minyak. 
Menurut Tadjuddin, kenaikan harga BBM memang akan menyakitkan dan Partai Golkar 
siap menjadi tumbal karena kenaikan memang tidak dapat dielakkan mengingat 
beratnya beban keuangan yang harus ditanggung pemerintah. 

Menurut Enggartiasto meningkatnya harga minyak dunia mengakibatkan besaran 
subsidi BBM pada APBN meningkat drastis. Untuk setiap kenaikan US$ 1/barel, 
kebutuhan subsidi bertambah sekitar Rp 4 triliun (dengan asumsi untuk US$ 1=Rp 
9.700,-. "Sudah saatnya pemerintah mengambil keputusan yang memang sangat 
rasional ini dan jauh lebih baik daripada situasi penuh ketidakpastian," 
katanya. 

Begitupun, kata Enggar, Partai Golkar mengingatkan agar kenaikan harga BBM 
tetap mempertimbangkan kemampuan APBN, harga pasar dan kemampuan masyarakat. 
Bersama dengan kenaikan harga BBM, pemerintah harus mampu mengendalikan 
lonjakan harga kebutuhan pokok serta kebijakan menaikkan harga gabah. 
Pemerintah juga harus mampu menindak tegas pejabat dan pelaku pasar yang 
mengambil manfaat dengan melakukan spekulasi valas dan memperburuk nilai tukar 
rupiah. 


Simalakama 

Hal senada dikemukakan Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Mu'arif. "Kondisi ini 
memang sebagai suatu persoalan dilematis ibarat buah simalakama bagi 
pemerintah, dan bagi Partai Golkar, ini sebuah 'bencana' , bila pemerintah 
tidak mampu menutupi subsidi BBM," ujar Syamsul Mu'arif menjawab wartawan usai 
membuka Rapat Koordinasi Daerah dan Pelatihan Instruktur Perkaderan Partai 
Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) di kota Sekayu, Senin (29/8) malam 

Dengan begitu, kata Syamsul Mu'arif, tidak ada lagi cara lain kecuali menaikkan 
harga BBM, bila pemerintah tidak mampu mencarikan solusi lain untuk menutupi 
subsidi BBM tersebut. Karena dengan cara menghapus subsidi tersebutlah, 
pemerintah dapat menyelamatkan negara ini dari keadaan yang makin parah. 

Kenaikan BBM, lanjutnya, merupakan suatu keharusan untuk menyelamatkan negara 
ini. "Hanya saja persoalan sekarang adalah kapan dan seberapa besar kenaikan 
BBM itu, yang masih perlu dipertimbangkan," ujar Syamsul Mu'arif saat 
didampingi Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Alex Noerdin, malam itu. 

Untuk Partai Golkar, menurut dia, mememinta pemerintah untuk menaikkan harga 
BBM bukanlah merupakan sebuah keputusan yang populer, namun apa hendak dikata, 
jika tidak ingin negara ini menuju suatu kondisi yang makin tentu kenaikan BBM 
merupakan jalan yang harus ditempuh. 

"Memang ini belum merupakan suatu keputusan resmi Partai Golkar, tetapi Partai 
Golkar akan mengadakan rapat pimpinan yang besar kemungkinannya akan 
mengeluarkan sebuah keputusan untuk mendesak pemerintah menaikkan harga BBM 
untuk menghapus subsidi, karena pemerintah sudah tidak menemukan jalan lain 
untuk mencari jalan lain menutupi subsidi tersebut,'ujarnya sembari 
menambahkan, bahwa mungkin dalam minggu ini, Partai Golkar akan mengeluarkan 
pernyataan politik untuk mendukung kenaikan harga BBM. Silahkan pemerintah 
menaikan BBM," tegasnya. 


Menyengsarakan Rakyat 

Kalau ingin populer, dengan keputusannya, ujar Syamsul Mu'arif, Partai Golkar 
tidak akan meminta pemerintah menaikkan harga BBM karena akan menyengsarakan 
rakyat. 

Tetapi, melihat kondisi ekonomi yang cukup sulit sekarang ini, Partai Golkar 
justru mendorong BBM harus naik. karena Golkar akan lebih mengutamakan 
kepentingan dan keselamatan masa depan bangsa ini," ujar Syamsul Mua'rif,. 

Bukan masanya lagi, Golkar memilih popular kalau nantinya bangsa ini akan terus 
terpuruk. Kepentingan Negara lebih diutamakan bagi partai daripada popularitas, 
ujarnya menambahkan. 

Dikatakan, walupun mendesak pemerintah untuk segera menaikkan BBM, Partai 
Golkar tentu akan menyarankan kenaikan itu akan tetap proporsional dan tepat 
waktu. Sebab, katanya, tidak ada cara lain untuk menghapus subsidi BBM kecuali 
menaikkan harga BBM. 

Subsidi BBM semakin membengkak kalau harga minyak dunia lebih besar dari 70 
dolar AS per barrel. Itu berarti, kata Syamsul, pemerintah akan mengucurkan 
subsidi sebesar Rp 67 Triliun setiap tahun. "Sekarang saja, pemerintah sudah 
harus memberikan subsidi Rp 50 triliun. Kalau dalam tiga bulan kedepan, BBM 
tidak dinaikan, maka subsidi menjadi Rp 100 triliun," jelas Syamsul Mu'arif. 

Harus disadari, ujarnya, kinerja pemerintah sekarang ini menghadapi tantangan 
serius dalam empat bulan ke depan. Selain untuk menaikan BBM, pemerintah juga 
harus membayar hutang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 80 triliun. "Itu semua 
tentu membutuhkan dolar, sementara dolar terus menaik, dimana cari dolar?, 
katanya sembari menambahkan bagaimana pemerintah menghadapi hari-hari besar 
seperti lebaran dan yahun baru. (133/Y-3) 


Last modified: 31/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: