[ppi] [ppiindia] Pancasila dan Dendam Politik
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Sep 2005 00:33:41 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**MEDIA INDONESIA
Rabu, 28 September 2005
Pancasila dan Dendam Politik
Kantong Prijanto, brigadir jenderal TNI, bertugas di Kodam Jaya
MENGAPA 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila? Karena subuh
dini hari, 1 Oktober 1965, Pancasila dikhianati oleh komunisme yang diawali
dengan penculikan 6 (enam) jenderal, yang disiksa dan dibunuh oleh Pemuda
Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Itulah yang menjadi tonggak
diujinya Pancasila. Peringatan Hapsak tidak bermaksud untuk memelihara dendam.
Sebagaimana peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, juga bukan untuk memelihara
dendam dengan penjajah. Hapsak, untuk mengingatkan generasi muda atas tragedi
pengkhianatan PKI pada tahun 1965, untuk memaknai bagaimana kita mengisi
kemerdekaan ini dengan pikiran, hati, dan perilaku sebagaimana ajaran falsafah
Pancasila.
Mengisi kemerdekaan tidak saja terkait dengan keinginan individu untuk memilih
profesi pengabdiannya, tetapi yang penting bagaimana bentuk, sistem, dan etika
perpolitikan yang dijalankan. Perpolitikan kita sampai saat ini bisa dikatakan
masih mencari format politik yang pas. Keinginan individu dan kelompok tetap
mendominasi dibandingkan keinginan bersatu, berpikir, dan berbuat untuk
mencapai cita-cita bangsa.
Mengapa dalam mengisi kemerdekaan masalah persatuan harus lebih dikedepankan?
Hal ini tidak terlepas dari fenomena yang terjadi di depan mata kita saat ini.
Begitu banyak permasalahan yang menunjukkan substansi tidak padunya kita, yang
terekspresikan dalam bentuk keberingasan dan kebrutalan dalam setiap konflik
horizontal maupun vertikal. Mengapa hal ini terjadi dan siapa yang bermain?
Orang mungkin akan menjawab itulah permainan politik global. Tetapi bagi orang
yang mencermati sejarah, akan menyatakan itu semua permainan dari kelompok
'dendam politik' dalam negeri. Minimal ada dua dendam politik (1) dendam
politik dari kelompok yang tidak mengakui kemenangan orang lain dan (2) dendam
politik dari orang-orang eks PKI dan anak-anaknya.
Dendam politik
Rekonsiliasi dengan memaafkan orang-orang eks PKI dan memberikan hak yang sama,
bukannya disambut dengan kesadaran atas kesalahan di masa lalu, melainkan
justru dimanfaatkan oleh mereka untuk bisa eksis kembali. Semboyan 'Aku bangga
sebagai anak PKI' dan 'PKI tidak pernah mati' merupakan indikasi adanya dendam
politik mereka.
Banyak orang tidak tahu, komunisme saat ini sudah bergerak dan muncul di
kehidupan kita. Aparat teritorial Kodam Jaya pada awal Juli 2005 telah berhasil
menangkap penjual kaus bergambar palu arit dan bertuliskan Moscow CCCP,
Comunick Fuck Off, dan Red Army di Blok-M, Jakarta Selatan. Munculnya film
Shadow Play yang menggambarkan peristiwa G-30-S/PKI versi PKI, memperkuat
adanya indikasi gerakan orang-orang komunis saat ini.
Dari dokumen yang bisa dipercaya, secara konsepsional mereka telah menentukan
langkah untuk bangkitnya komunis di Indonesia. Pada pertemuan di sebuah vila,
Kecamatan Pacet, Cianjur, pada awal Juli 2005, diperoleh data yang sangat
mengejutkan. Mereka mengajak untuk membangkitkan PKI dengan teori subversif,
dengan melalui berbagai macam front.
Subversif adalah kegiatan yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah,
dengan membentuk opini dan mengajak rakyat tidak percaya kepada pemerintah.
Melalui front konstitusi, mereka berjuang untuk mencabut Ketetapan MPRS No
XXV/1966 dan minta diizinkan membentuk parpol dengan basis komunis. Melalui
front ekonomi, mereka mengajak untuk merusak perekonomian, dengan mempertajam
agar kebutuhan sehari-hari sulit diperoleh, harga melambung, rakyat lapar,
miskin, dan pengangguran meningkat. Melalui front keamanan mereka akan
mempertajam setiap konflik yang terjadi sehingga keadaan selalu kacau dan
rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintahan.
Di dalam bekerja, kelompok komunis ini membentuk dan memperluas kader-kader,
yang bekerja seperti bakteri. Para kader adalah orang-orang yang berjiwa
militan dan dipilih secara selektif, untuk menduduki jabatan dalam
pemerintahan. Kader yang menduduki jabatan kunci, akan membuat
peraturan-peraturan untuk kepentingan subversif.
Menghapus dendam
Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 dan pemberontakan G-30-S/PKI tahun 1965
adalah sejarah, bukan legenda, bukan hikayat, dan bukan dongeng. Tetapi
kebebasan saat ini, yang memutarbalikkan fakta sehingga membuat bingung
generasi muda. Memang ada upaya yang mengarah terhapusnya sejarah tersebut
dalam pemikiran generasi muda, agar kita tidak terjebak dalam suasana dendam di
antara sesama anak bangsa.
Tetapi harus diingat, dendam itu akan terhapus apabila kedua belah pihak ada
niatan dan bersedia untuk memaafkan dan menghapus. Kalau para putra-putri
pahlawan revolusi dan para korban kebiadaban PKI sudah sadar, memaafkan, dan
tidak ada dendam, tetapi dari pihak eks PKI dan anak-anaknya justru
memanfaatkan untuk bangun dan merusak tatanan yang ada, maka harapan untuk
rekonsiliasi tentulah tidak akan tercapai.
Seharusnya kelompok yang ingin membangun komunis itu sadar, bahwa keinginan itu
pasti akan mendapat perlawanan rakyat Indonesia. Hal ini bisa kita lihat setiap
persidangan gugatan eks tapol/napol PKI di PN Jakarta Pusat, selalu mendapat
tantangan dari berbagai elemen organisasi Islam baik dari Jakarta maupun luar
Jakarta.
Untuk menghapus dendam politik itu, peran pemerintah sangat dominan. Cara-cara
dengan tidak memutar film G-30-S/PKI, menghapus sejarah pemberontakan PKI,
hilangnya nafsu pejabat untuk mengajak rakyat memedomani Pancasila sebagai way
of life karena takut dicap sebagai rezim Orba, merupakan cara yang salah.
Kalau ada orang mengatakan pemberontakan PKI tahun 1965 itu bohong dan
rekayasa, seharusnya pemerintah secara rinci dan meluas bisa menyajikan hal-hal
lain untuk menguak kebenaran. Kekejaman PKI tidak hanya di Lubang Buaya, Halim,
Jakarta Timur saja. Di Desa Cemethuk, Kecamatan Claring, Kabupaten Banyuwangi,
pada 18 Oktober 1965, sebanyak 62 orang pemuda pancasilais dibunuh massal oleh
Dewan Revolusi/PKI daerah, yang diabadikan dengan Monumen Pancasila Jaya.
Peristiwa Blitar Selatan, ketika PKI membunuh karyawan, hansip dan rakyat,
tercatat pada Monumen Trisula di Desa Bakung, Kabupaten Blitar. Masih banyak
lagi peristiwa kebiadaban PKI masa lalu, yang diabadikan dengan
monumen-monumen, yang dapat digunakan bahan pencerahan kepada masyarakat, bahwa
PKI memang benar telah membuat kesalahan di masa lalu.
Pemikiran di atas bukan bertujuan membangkitkan dendam, melainkan sebaliknya,
untuk menyadarkan, orang-orang eks PKI dan anaknya yang telah mencanangkan
perang subversif, agar segera sadar atas kesalahan masa lalunya, dan tidak
meracuni generasi muda dengan dongeng-dongeng yang menyesatkan. Enam puluh
tahun sudah kita merdeka, mari kita isi kemerdekaan ini, dengan menghapus
dendam politik di antara kita.
Kalau anak-anak GAM dan anak-anak aparat yang melihat orang tua dan saudaranya
terbunuh di Aceh, yang semua mengatakan memiliki dendam, tetapi setelah masuk
pesantren mereka sadar tidak ada dendam lagi, mengapa para eks tapol/napol PKI
masih memelihara dendam? Bukankah dari orang-orang yang disakiti dan dizalimi
PKI sudah menghapus dendam itu? Semoga melalui peringatan Hapsak, dendam
politik akan terhapus dan kembali kepada kebenaran Pancasila sebagai pandangan
hidup bangsa.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pancasila dan Dendam Politik