[ppi] [ppiindia] Otoda Memungkinkan Angka Kematian Ibu Meningkat
- From: Eko Bambang Subiyantoro <eko@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: staff@xxxxxxxxx
- Date: Thu, 19 Aug 2004 19:59:37 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-127%7CX
Kamis, 19 Agustus 2004
Otoda Memungkinkan Angka Kematian Ibu Meningkat
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Pelaksanaan otonomi daerah yang sedang
berlangsung saat ini memungkinkan meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI).
Kemungkinan ini terjadi mengingat komitmen pemerintah untuk mengurangi angka
kematian cukup rendah dan hanya berorientasi pada proyek saja. Bila komitmen di
tingkatkan nasional saja rendah, apalagi komitmen di tingkatan daerah.
Disamping itu juga masalah perspektif tentang pentingnya diperhatikan bahaya
kematian ibu saat melahirkan ini tidak dipunyai oleh aparatur-aparatur
pemerintah, baik ditingkat pusat maupun daerah. Demikian pendapat Dr. Kartono
Mohammad yang disampaikan dalam seminar Nasional tentang ?Tingginya Angka
Kematian Ibu di Indonesia: Suatu Tragedi Kemanusiaan?, yang diselenggarakan
oleh Yayasan Kesehatan Perempuan dan Ford Foundation di Hotel Kemang Jakarta
(Kamis,19/08/04).
Menurut Kartono, sejauh ini belum ada data mengenai AKI ini dapat dikatakan
pasti. Data tersebut sangat bervariasi tergantung pada cara pendataan yang
dilakukan. Namun demikian secara umum data tentang AKI masih menunjukkan jumlah
yang cukup tinggi. Informasi dari Azrul Azwar dari Departemen Kesehatan
misalnya menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu adalah 307/100.000 kh (SDKI 2002)
yang berarti setiap jam ada 2 kematian ibu, setiap hari ada 50 kematian ibu,
setiap minggu ada 352 kematian ibu, setiap bulan ada 1.500 kematian ibu dan
setiap tahunnya ada 18.300 kematian ibu. Sebuah data yang ditunjukkan Kartono
yang diambil dari UNDP menunjukkan angka 650/100.000 kh dari tahun 1980-an
hingga tahun 1997. Sementara itu UNFPA pada tahun 2004 ini mengeluarkan data
bahwa satu dari 41 ibu hamil di Indonesia menghadapi resiko mati.
Masih tinggingnya angka kematian ibu menurut Kartono disebabkan oleh tiga hal
yang paling mendasar pertama masalah angka-angka yang menunjukkan kematian ibu
sejauh ini hanya menyentuh bagian permukaan. Kedua, masalah kesehatan dan
kematian perempuan ini selama ini belum menjadi sebuah masalah yang penting
baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari
sejumlah indikator seperti tidak masuknya AKI ini dalam perumusan indikator
kesejahteraan rakyat sejak. Dari tahun 1970 sampai tahun 2000 AKI yang tinggi
tidak menjadi target spesifik dari Sistem Kesehatan Nasional. Indikator lain
dari masalah ini adalah tidak adanya program yang ditujukan untuk mengatasi
kematian ibu yang berkaitan dengan kehamilan meskipun penyebab (klinis) sudah
diketahui.
Ketiga adalah pelayanan kesehatan bagi perempuan hamil yang buruk. Indikator
ini dapat dilihat dari penempatan sejumlah bidan di sejumlah desa sejauh ini
belum pernah dievaluasi dampaknya seperti apakah antenatal care meningkat,
apakah komplikasi persalinan sudah dapat dideteksi sejak persalinan dini dan
sebagainya. Disamping itu berbagai kesiapan seperti apakah dokter Puskesmas
telah dilatih atau dibekali mengatasi AKI, seberapa jauh darah transfusi siap
di lokasi terpencil dan seberapa jauh tempat rujukan juga siap adalah berbagai
hal yang juga penting dijadikan indikator.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Otoda Memungkinkan Angka Kematian Ibu Meningkat