[ppi] [ppiindia] Orang Miskin Tambah Banyak (1)

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=19


Orang Miskin Tambah Banyak (1) 

Oleh : Zaim Uchrowi 


Judul berita utama Republika kemarin mengundang perhatian. Orang Miskin 
Bertambah Banyak," begitu judul itu tertulis. Sebuah judul yang pasti akan 
membuat kita mengangguk dalam-dalam. 

Saya termasuk orang yang beranggapan bahwa umat Islam semestinya tidak 
(mungkin) miskin. Islam jelas nilai yang ya'lu walaa yu'la alaih. Nilai yang 
luhur dan tidak ada yang meluhurinya lagi. Bila konsep itu dijalankan secara 
benar, masyarakat Muslim akan menjadi masyarakat sentosa. 

Masyarakat yang hampir keseluruhnya akan selalu hidup tenteram karena 
kebutuhnnya tercukupi. Kebutuhan hidup sehari-hari, juga kebutuhan masa depan. 
Masyarakat demikian akan tersibukkan oleh ibadah, baik yang langsung pada Sang 
Khalik maupun dengan karya-karya peradaban sebagai khalifah di bumi pada 
seluruh umat manusia dan bahkan bumi raya. Sang Khalik telah menurunkan konsep 
luar biasa itu pada kita. 

Operasionalisasinya sudah diawali oleh Rasulullah SAW. Orang-orang kaya 
diingatkan tidak menumpuk-numpuk harta. Bermegah-megah, bermewah-mewah, 
diingatkan: "janganlah begitu" bila tak ingin mendapat kejutan di alam kubur. 
Ketidakpedulian pada si miskin dan bersikap riya diancam dengan neraka 'Wail' 
kendati pelakunya menjalankan shalat. Orang kaya juga dituntut membayar zakat. 
Perilaku menimbun dan berspekulasi menjerat kepentingan publik, riba, mendapat 
laknat.

Sejalan dengan itu, sikap kedermawanan sangat diagungkan. Berbagi untuk sesama 
diiming-imingi balasan berlipat kali, bahkan hingga 700 kali. Tangan di atas 
sangat dimuliakan. Dengan cara itulah kekayaan --yang memang didorong untuk 
terus dikembangkan secara sehat-- dikendalikan. Para konglomerat yang mejadi 
sahabat Rasul suka cita menyambut seruan itu. Usman mendermakan separuh dari 
kekayaannya untuk kepentingan publik. Abu Bakar memilih memulai kembali 
kehidupan dari bawah dengan menyerahkan seluruh hartanya. Tidak ada 
sahabat-sahabat kaya itu yang bermegah-megah. Mereka hidup sewajarnya 
sebagaimana orang-orang sekitarnya.

Dengan cara itu, kesenjangan dipersempit dan kemiskinan tak diberi kesempatan 
berkembang. Cara itulah yang dilanjutkan oleh para penerus Rasul. Abu Bakar 
menyatakan perang pada para pembangkang zakat buat mewujudkan kesentosaan 
bersama. Umar bin Khattab berkeliling sendiri dalam gelap malam mencari 
warganya yang mungkin kelaparan. Umar bin Abdul Aziz memotong pengeluaran 
negara yang mubazir untuk dapat menyantuni rakyatnya. Hanya dalam waktu lima 
tahun, seluruh masyarakat hidup dalam kedamaian.

Islam, saya yakin, adalah agama yang tidak menoleransi kemiskinan sekecil apa 
pun untuk berkembang. Itu yang telah ditunjukkan Rasulullah SAW dan para 
sahabat. Jika Islam dijalankan secara benar, tingkat kehidupan masyarakat akan 
lebih merata. Sebagian besar masyarakat akan hidup dalam kecukupan yang wajar. 
Struktur masyarakat akan menjadi seperti belah ketupat, besar di tengah dan 
kecil di ujung-ujungnya.

Dalam struktur seperti itu, yang kaya raya dan miskin hanya akan ada sedikit. 
Struktur masyarakat seperti itulah yang mewujud dalam peradaban Madinah, 
sekitar 1.400 tahun silam yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Kehidupan 
masyarakat Islam sekarang semestinya seperti itu. Struktur masyarakat kita 
semestinya menyerupai struktur masyarakat Madinah masa itu. Tetapi, 
kenyataannya tidak demikian. Di seluruh negara Muslim di dunia, orang-orang 
yang kaya raya dan hidup bermegahan sangat banyak. Namun, yang sangat miskin 
lebih banyak lagi. Kesenjangan yang sedemikian lebar kita anggap lumrah. 
Kemiskinan akut dan meluas kita biarkan serta kita hibur ala kadarnya karena 
kita memandangnya sebagai ladang kesempatan orang-orang kaya untuk memperoleh 
'pahala'.

Struktur masyarakat belah ketupat seperti di Madinah itu, ironisnya, kini 
justru dimiliki masyarakat Jepang dan negara-negara Skandinavia seperti 
Finlandia, Swedia, Norwegia, atau Denmark. Tak banyak orang miskin di 
negara-negara itu sebagaimana tak banyak orang-orang yang kaya. Sebagai 
buahnya, tak banyak pula kriminalitas maupun korupsi. Masyarakat Muslim sebagai 
ahli waris sah ajaran peradaban dari Sang Khalik semestinya mampu mewujudkan 
kehidupan masyarakat seperti mereka, dan bahkan lebih baik lagi.

Kehidupan di seputar umat tak seperti itu. Angka kriminilitas dan korupsi 
sangat tinggi. Jumlah orang miskin yang sudah sangat banyak bertambah banyak 
lagi. Realitas itu semestinya mencukupi untuk memaksa kita bertanya pada diri 
sendiri: Tidakkah ada yang salah dalam pemahaman kita bersama menyangkut 
keluhuran nilai Islam saat ini? Apalagi dalam pelaksanaannya? 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: