[ppi] [ppiindia] Orang Miskin Jangan Jadi Objek
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 19 Oct 2005 02:20:43 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3609
Orang Miskin Jangan Jadi Objek
By adminpadek
Rabu, 19-Oktober-2005, 01:22:242 clicks
Ironi bagi masyarakat khususnya mereka yang hidup dalam standar di bawah pra
sejahtera makin hari makin menyedihkan. Mulai dari adanya warga miskin yang
tidak mendapatkan kartu kompensasi BBM, yakni sebagai penerima dana subsidi
sebesar Rp300 ribu, adanya warga miskin yang tewas saat akan menerima dana itu.
Ironi-ironi semacam ini semakin mengemuka menjelang setahun pemerintahan Susilo
Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla di negara ini.
Dan ironi itu semakin mengemuka di Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Adalah
BPOM Medan yang melegalkan obat-obatan untuk korban tsunami di Aceh dan Nias
untuk digunakan oleh pasien miskin di RSU Dr. Pirngadi Medan. Padahal setiap
pasien miskin yang dirawat di RSU Dr. Pirngadi Medan telah memiliki obat
tersendiri yang mendapat subsidi dari pemerintah sesuai Daftar Plafon Harga
Obat (DPHO).
Sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi Pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan
Makanan (BBPOM) Medan Dra. Flora Sari Siregar dan Kepala Instalasi Farmasi RSU
Dr. Pirngadi Medan Dra. Azwinar di ruang rapat rumah sakit itu pekan lalu.
Menurut Flora, dari hasil pemeriksaan dokumen, tim BBPOM Medan menyimpulkan
bahwa penyaluran obat-obatan tersebut sudah sesuai prosedur yang dilakukan oleh
pihak RSU Dr. Pirngadi Medan.
"Pemeriksaan yang dilakukan tim BBPOM Medan tersebut sebatas pemeriksaan fisik
dan masa expired (berlaku) obat tersebut," ujar Flora tanpa menjelaskan mengapa
penyaluran obat asal luar negeri itu dikatakannya sesuai prosedur padahal tidak
dilengkapi registrasi Depkes RI.
Sedangkan Kepala Instalasi Farmasi RSU Dr. Pirngadi Dra. Azwinar, Apt
menjelaskan obat-obatan bantuan untuk korban tsunami terakhir kali dikirim oleh
Project Hope Amerika Serikat ke RSU Dr. Pirngadi pada Agustus 2005. Namun
karena para korban tsunami sudah tidak ada lagi, maka diputuskan untuk
memberikan obat itu kepada pasien miskin.
Sementara hingga saat ini sebanyak 142.427 obat bantuan untuk para korban
tsunami hingga kini masih menumpuk di Instalasi Farmasi RSU Dr. Pirngadi Medan.
Dari jumlah tersebut, belasan ribu diantaranya merupakan bantuan Project Hope
Amerika Serikat seperti Zithromax 11.900 fial, Unasyn 4.800 fial dan Vibramycin
9.600 fial yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah.
Cukup aneh dan sangat ironi jika keuntungan yang diambil oleh kalangan tertentu
adalah dari memanfaatkan orang miskin. Jadi wajar jika kemudian ada tudingan
yang menguap jika banyak pejabat pemerintah khususnya di kalangan kesehatan
yang mengambil keuntungan di balik bencana gempa bumi serta tsunami yang
melanda Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias beberapa waktu lalu.
Tudingan yang menyatakan, kasus menumpuknya obat-obatan untuk korban tsunami di
rumah sakit pemerintah itu membuktikan manajemen Pemprovsu dan Satkorlak dalam
menanggulangi korban bencana alam sangat amburadul. Seharusnya Pemprovsu
melakukan pendataan tanpa bersikap diskriminasi terhadap seluruh rumah sakit
termasuk rumah sakit swasta yang memberikan perawatan secara gratis kepada
korban bencana alam tsunami.
Kenyataannya, banyak rumah sakit swasta yang merawat korban tsunami tidak
mendapatkan bantuan obat-obatan itu. Bahkan biaya perawatan pasien tsunami
tersebut hingga kini belum diganti oleh pemerintah. Apa yang dilakukan RSU Dr.
Pirngadi Medan dinilai melanggar Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan dan Keputusan Menkes RI No. 1375 A tahun 2002 tentang daftar obat
esensial nasional dengan ancaman pidana dan denda.
Kecurigaan itu tentu saja mengarah adanya pihak yang mengambil keuntungan
semata. Jadi sudah saatnya, kecurigaan itu harus mampu dimentahkan pihak
pengelola rumah sakit kalau tidak mau dikatakan sebagai pelaku kejahatan
khususnya terhadap orang miskin. Harusnya orang miskin jangan lagi objek
mencari keuntungan tetapi selamatkanlah mereka agar kita selamat hidup di dunia
dan akhirat.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Orang Miskin Jangan Jadi Objek