[ppi] [ppiindia] Opportunis

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.indomedia.com/bpost/042004/17/opini/opini1.htm

Sabtu, 17 April 2004 02:27

Opportunis
Oleh: Kesumawardah Mudaya

MENJELANG Pemilu lalu kita selalu disuguhi berita-berita mengenai politisi
busuk. Kelompok LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kelompok mahasiswa dengan
keras menyuarakan anti politi busuk, karena baunya sudah semakin menyengat
dan cukup meresahkan masyarakat. Bahkan kriteria yang termasuk julukan
politisi busuk dengan gamblang ditulis dan disuarakan kelompok-kelompok yang
memang anti, diantaranya politisi yang terlibat KKN, Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme, penyalahgunaan kekuasaan, terlibat perkara hukum, dan lain
sebagainya.
Menangkap peluang
Tulisan kali ini tidak mengusik masalah politisi busuk, nanti dikira
kut-ikutan latah. Kali ini saya menyuarakan kegundahan hati saya kepada
petualang-petualang politik kita yang suka pindah partai dari partai satu
kepartai lainnya. Kalau kita amati manuver politiknya persis prilaku kutu
loncat pindah-pindah tempat hanya untuk mencari makan. Dalam konteks ini
lebih tepat saya menyebutnya dengan "opportunist".
Para opportunist lebih peka menangkap peluang dan kesempatan. Prilaku
demikian boleh dibilang karena disebabkan 'kecewa', 'pergolakan internal
partai' atau juga karena 'situasi politik' yang tidak menguntungkan bagi
partai dan dirinya. Akibatnya, ada mantan jenderal, anak mantan penguasa
Orde Baru rame-rame pindah partai dan membuat partai yang baru. Contoh
kelompok era Orba, sebut saja R Hartono dan Siti Hardianti Rukmana dengan
partai barunya Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), malah putri mantan
Presiden Soeharto biasa disapa mbak Tutut menyatakan siap menjadi calon
presiden dengan catatan "jika Tuhan menghendaki". Perolehan sementara partai
yang mengusungnya memang belum memungkinkan. Namun siapa tahu?
Dengan pernyataan mbak Tutut tersebut, bikin gerah banyak pihak. Kontan ada
kegalauan dan perasaan tidak nyaman di hati jangan-jangan ini pertanda
kekuatan Orde Baru akan bangkit kembali. Tapi, siapa takut! Rakyat sekarang
berpikirnya lebih kritis dan tidak mau dikibuli lagi, rakyat diharapkan
dapat membedakan mana yang reformis sejati mana yang bukan, mana yang baik
dan mana yang busuk.
Kembali ke konteks semula, opportunist yang berprilaku demikian, loncat
sana-loncat sini, pindah partai, bikin partai sangat mengusik hati saya
sudah barang tentu mengusik hati rakyat juga. Jangan sampai orang berasumsi
bahwa masuk partai hanya untuk mencari kursi. Partai menjadi sarana untuk
memperbaiki nasib agar dapat duduk dan mempunyai kekuasaan. What's wrong?
Fenomena seperti ini membikin hati saya gundah. Namanya juga dunia politik
yang penuh intrik berbagai cara dilakukan orang. Orang mencari makan bisa
dengan berbagai cara, dari cara yang terhormat hingga yang tak terpuji.
Kalau sudah begini para petualang politik hanya mencari keuntungan semata
melalui partai, dan dengan kekayaan untuk dapat membeli kekuasaan kembali.
Tolong dengarkan suara hati rakyat. Jangan sibuk sendiri dengan kepentingan
pribadi, kapan mendengarkan jeritan tangis rakyat yang tergusur, rintihan
korban bencana alam, yang lagi ramai kasus demam berdarah. Apa gunanya
slogan-slogan yang selalu diteriakkan tanpa ada keinginan untuk
mewujudkannya. Janji-janji manis selalu diumbar, setelah dukungan didapat
dari rakyat, janji manis berubah menjadi janji pahit.
Oleh sebab itu berkaitan dengan Pemilu 2004 sejumlah mahasiswa di Bandung
mendesak semua partai politik (parpol) peserta Pemilu untuk terikat kontrak
politik. "Kalau sampai parpol mengingkari tentu akan ada tuntutan dari
kami", demikian Presiden Keluarga Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad
Mustofa (Kompas 12/02/2004). Semestinya mereka tahu dan harus tahu bahwa
kenikmatan kekuasaan itu juga bersumber dari rakyat. Dan jangan salah
melalui partai mereka bak tidur di atas tumpukan uang.
Opportunist adalah politikus yang tidak berasas hanya menurut keadaan yang
menguntungkan saja. Karena selama ini kebanyakan partai lebih mengedepankan
tokoh atau figur yang dianggap punya harga jual ketimbang mengusung program
yang diperjuangkan partai itu sendiri
Kaderisasi yang tepat
Berkaitan dengan itu, sudah selayaknyalah pengkaderan partai harus
dilaksanakan dengan benar dan serius, sehingga tidak ada kader-kader partai
yang lupa diri, lupa akan asal-usulnya, lupa dengan rakyat yang
mendukungnnya. Jangan sampai orientasi politiknya hanya berdasar kepada
bagaimana mendapatkan kekuasaan dan mengeruk keuntungan saja (money
oriented).
Seharusnya mereka sadar bahwa berpartai adalah karena hati nurani. Sungguh
memprihatinkan bagaimana mungkin mereka akan menjadi wakil rakyat yang baik
dengan cara yang tidak jujur. Menghalalkan segala cara untuk memperoleh
kedudukan tanpa mendengarkan hati nurani.
Pengkaderan yang tepat akan menghasilkan kader partai yang sudah barang
tentu berkualitas (unggulan) dan kaya akan cita-cita, kemungkinan lainnya
lahirnya sosok pemimpin nasional (national leader) yang mendapat dukungan
kuat dari rakyat. Bukan kader yang hanya mampu berdebat dan berdemonstrasi
saja. Ini tanggung jawab partai untuk melaksanakan pendidikan politik yang
benar dan tepat sebagai proses pematangan dan pencerdasan kader-kadernya
dalam berpolitik. Sehingga kader-kader partai mempunyai etika dan hati
nurani disamping keahlian secara teknis tentunya. Mudah-mudahan tidak akan
kita jumpai lagi kader partai yang ngamuk merusak secretariat partai karena
tidak dicalonkan sebagai calon legislative, atau juga yang memanipulasi
kebenaran data dan fakta, bahkan politisi yang suka pindah-pindah partai
hanya untuk berebut kekuasaan.
Zaman ini mendesakkan pentingnya buah pikiran yang tulus dan ikhlas dari
yang dianggap tokoh atau figur, karena telah terlalu banyak terdengar buah
pikiran yang sebenarnya hanya berdasar keinginan dan ambisi semata.
Saya sudah kehabisan kosa kata untuk mengungkapkan kegundahan hati saya
kepada para opportunist yang suka mencari dan memanfaatkan peluang dan
kesempatan.

Sekretaris PT Pertamina (Persero) Cabang Banjarmasin



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: