[ppi] [ppiindia] News for Today MI : Islam Kekuatan Anti Hegemoni dan Ditakuti

** ppi-india **
      Islam Kekuatan Anti Hegemoni dan Ditakuti
     
      JAKARTA--MIOL: Islam semakin ditakuti dan dianggap musuh besar kokohnya 
kekuatan hegemoni Amerika Serikat (AS) dan kekuatan globalisasi, serta menjadi 
ancaman yang harus ditundukkan, kata Cendekiawan Muslim dari Australia Dr Ameer 
Ali.

      Dr Ameer Ali dalam Konferensi Internasional Cendekiawan Islam 
(International Conference of Islamic Scholars) di Jakarta, sejak Senin hingga 
Rabu, mengatakan, ada tiga alasan mengapa Islam begitu ditakuti oleh kekuatan 
hegemoni dan globalisasi tersebut.

      Pertama, ujarnya, Islam mengklaim diri sebagai sebuah hegemoni universal 
di mana pandangan tentang Darul Islam dipahami sebagai komunitas dan kedaulatan 
tunggal yang bertentangan langsung dengan klaim AS sebagai pemegang hegemoni 
satu-satunya.

      Apalagi, ujar Presiden Australian Federation of Islamic Councils dari 
Universitas Murdoch yang dalam kesempatan itu membawakan makalah Globalization, 
Discontent and Islam, Islam adalah agama yang paling pesat pertumbuhannya.

      Kedua, tambahnya, lebih dari 60 persen cadangan minyak dunia berlokasi di 
negara-negara Muslim padahal AS adalah konsumen terbesar dari sumber energi 
tersebut.

      "Membiarkan negara-negara Muslim bersatu dan memonopoli minyaknya sangat 
berbahaya bagi supremasi ekonomi AS, itulah mengapa negara-negara Timur Tengah 
harus tunduk, baik melalui manuver diplomasi atau kalau perlu dengan kekuatan 
militer," katanya.

      Ketiga, tambahnya, Islam bukan sekedar agama, tetapi jalan hidup (way of 
life) yang karakternya tidak mau tunduk pada nilai-nilai kapitalisme global, 
sehingga soal dunia Muslim dan tatanan globalisasi yang selama ini diatur 
melalui konsensus Washington keras diperdebatkan.

      Ameer Ali juga mengatakan, jauh sebelum peristiwa 11 September 2001, 
sebenarnya Islam dan pengikutnya sudah menjadi korban dari propaganda jahat dan 
imej negatif baik dari media Barat maupun dari para akademisinya.

      Pada abad pertengahan hingga awal masa pencerahan di Eropa, Islam 
dianggap sebagai agama kejam dan terkutuk yang berdampak pada Islamopobia 
sebagai pemicu perang salib, bahkan di kalangan akademisi sekalipun Islam 
dipaparkan dan didefinisikan dengan berbagai prasangka, ujarnya.

      Penelitian dan tulisan para orientalis di abad ke-18 dan 19 dipenuhi 
dengan imej menyimpang tentang Islam untuk menjustifikasi kebijakan imperialis 
secara filosofis, ujarnya.

      Islamopobia dan kebencian Barat terus berlangsung selama masa 
kolonialisme dan pasca kolonialisme dengan berbagai propaganda anti Muslim, 
khususnya setelah kegagalan AS di Iran pada 1979.

      Perang melawan terorisme AS pasca 2001 juga bernuansa penaklukan terhadap 
Islam sehingga tatanan dunia yang unipolar atau satu kubu tanpa pesaing terus 
bertahan, demikian Ameer Ali. (Ant/O-1)


     

Yassin Hidayat
InterMatrix Communications
Tel. +62 (21) 727 90028 (Hunting), Fax. +62 (21) 722 9994
Mailto: yassin@xxxxxxxxxxxxxxxxx, Website: www.intermatrix.co.id
------------------------------------
INTERMATRIX COMMUNICATIONS (IMX) provides key public relations services 
including media representation, event organizing, and production for 
television, radio and print media .
 IMX specializes in policy issues, public communications and crisis management.
========================




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: