[ppi] [ppiindia] Nasib Kaum Miskin!
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 27 May 2006 02:20:29 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006052601212015
Jum'at, 26 Mei 2006
BURAS
Nasib Kaum Miskin!
H. Bambang Eka Wijaya:
"KAU tak ke seminar tentang kemiskinan?" tanya Umar.
"Woalah, kalau ditumpuk makalah seminar kemiskinan sudah lebih tinggi
dari Gunung Merapi!" sambut Amir. "Tapi rakyat miskin justru terus bertambah
banyak dan tambah miskin, bahkan derita mereka makin tak tertanggungkan!"
"Itu tak tepat dijadikan alasan untuk berhenti membicarakan kemiskinan!"
tegas Umar. "Justru sebaliknya, diperlukan forum untuk meneriakkan lebih keras
nasib kaum miskin agar diperhatikan!"
"Tapi, apa yang bisa didapat dari seminar itu?" timpal Amir.
"Pertama, pemahaman bersama tentang kemiskinan!" jawab Umar. "Kedua,
dengan pemahaman itu kita kembangkan empati terhadap nasib kaum miskin,
terutama di kalangan penentu kebijakan! Dan ketiga, hanya dengan empati itulah
bisa diharapkan adanya komitmen menolong kaum miskin!"
"Pemahaman, empati, dan komitmen itu cuma omong kosong visi-misi dan
kampanye politisi belaka!" entak Amir. "Begitu politisi terpilih sebagai
penguasa--eksekuitf atau legislatif--yang pertama dihebohkan kesejahteraan dan
kenyamanan hidup diri mereka sendiri! Soal mengatasi kemiskinan tak tercermin
sedikitpun dalam program kerja dan anggaran yang mereka susun!"
"Justru karena itulah diadakan seminar untuk mengingatkan janji kampanye
mereka!" timpal Umar. "Kalau tak diingatkan, mereka anggap kerja mereka selama
ini telah benar! Padahal nyatanya jauh panggang dari api, sehingga penderitaan
rakyat miskin terus makin parah dari waktu ke waktu!"
"Kau terlalu optimistis hanya dengan gencarnya seminar para penguasa bisa
berubah jadi memahami kemiskinan dan empati pada kaum miskin!" sambut Amir.
"Tak semudah itu! Makin banyak seminar, politisi penguasa makin kaya
terminologi untuk retorika membodohi orang miskin!"
"Pembodohan terhadap kaum miskin dan salah arah kebijakan pembangunan
daerah itu harus dihentiikan!" tegas Umar. "Dipakai atau tidak, tetap harus
ditawarkan model kebijakan dan sikap terbaik penguasa bagi mengatasi
kemiskinan!"
"Kalau untuk membuka mata penguasa dari kesalahan kebijakan dan sikapnya
terhadap kemiskinan, memang perlu!" timpal Amir. "Bukan hanya lewat seminar,
malah harus lebih sering lewat segala kesempatan! Sebab, untuk memberi
pemahaman, empati dan komitmen terhadap nasib kaum miskin, terkesan sukar
sekali!"
"Itu dia!" sambut Umar. "Jangan cuma waktu kampanye menyebut diri partai
wong cilik, pejuang kaum miskin dan sebagainya, tapi setelah terpilih lupa pada
janjinya! Sebab, setiap kali terulang begitu, perjuangan membantu perbaikan
nasib kaum miskin harus tak kenal putus asa!"
"Tapi aneh, kenapa menanamkan empati dan komitmen politisi penguasa
terhadap kaum miskin seperti menanam benih di gurun pasir?" tukas Amir. "Empati
dan komitmen itu, tak kunjung tumbuh!"
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Nasib Kaum Miskin!