[ppi] [ppiindia] NU, Ketidak Jelasannya Tampak Jelas

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **



          NU, Ketidak Jelasannya Tampak Jelas

=20

    Apabila disebut kaum Nahdliyin atau warga NU (Nahdlatul Ulama) seolah y=
ang tergambar adalah orang Jawa Timur. Padahal tidak demikian. Artinya, tid=
ak semua orang Jawa Timur itu kaum Nahdliyin. Demikian pula kaum Nahdliyin =
tidak hanya di Jawa Timur. Di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan lainnya=
 pun ada kaum Nahdliyin. Namun berhubung yang banyak itu di Jawa Timur, sed=
ang berdirinya NU 1926 pun di sana, maka seolah kaum Nahdliyin itu identik =
dengan orang Jawa Timur. Dan memang kerusuhan terbesar yang terjadi Februar=
i 2001 oleh para pendukung Presiden Gus Dur =96Abdurrahman Wahid (tokoh NU =
dan PKB=97 Partai Kebangkitan Bangsa, partai buatan Pengurus Besar NU) adal=
ah di Jawa Timur.=20

    Satu kelompok besar biasanya punya kebiasaan tertentu, ciri-ciri terten=
tu, dan polah tingkah tertentu. Demikian pula kaum Nahdliyin atau warga NU =
yang merupakan golongan besar di Indonesia ini. Mereka punya polah gawe ter=
sendiri pula.

    Tradisi dan kebiasaan itu hampir merata. Kesukaannya sama antara yang d=
i Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta maupun lainnya. Misalnya dal=
am hal suka tahlilan selamatan memperingati orang mati, model animisme (kep=
ercayaan orang musyrik) namun pakai bacaan-bacaan ayat-ayat dan do=92a-do=
=92a.=20

   Dalam hal kepercayaan Animisme mengenai orang mati, Prof Hamka mengemuka=
kan sebagai berikut:

=93...menurut kepercayaan datuk-nenek-moyang kita zaman purbakala, apabila =
seorang mati, datanglah roh orang yang mati itu ke dunia kembali, lalu dia =
mengganggu ke sana ke mari, sehingga ada orang yang sakit. Oleh sebab itu d=
ianjurkan supaya kalau orang telah mati, hendaklah keluarga berkumpul-kumpu=
l beramai-ramai di rumah orang yang kematian itu sejak hari pertama, hari k=
etiga, hari keempat sampai hari ketujuh. Kemudian dia akan datang lagi meng=
ganggu pada hari yang ke empat puluh. Setelah itu dia akan datang lagi meng=
ganggu pada hari yang ke seratus, dan paling akhir sekali dia akan datang k=
embali pada hari yang ke seribu. Sebab itu hendaklah orang beramai-ramai di=
 rumah itu di hari-hari tersebut. Sebab roh itu takut datang kalau ada rama=
i-ramai! Maka setelah nenek-moyang kita memeluk Agama Islam belumlah hilang=
 sama sekali kepercayaan animisme itu, sehingga berkumpul-kumpullah orang d=
i rumah orang kematian di hari-hari yang tersebut itu, sebagai warisan zama=
n purbakala. Cuma diganti
 mantra-mantra cara lama dengan membaca al-Qur=92an, terutama Surat Yasin.=
=94[1]   Padahal, mengikuti atau melanjutkan adat istiadat yang bertentanga=
n dengan Islam, apalagi masalah itu dari adat kepercayaan orang musyrikin, =
maka sangat dilarang. Sedang tatacaranya itu sendiripun, misalnya bukan kar=
ena mewarisi kaum musyrikin, tetap dilarang, karena ada riwayat:

=20

=DE=C7=E1 =CC=D1=ED=D1 =D1=D6=ED =C7=E1=E1=E5 =DA=E4=E5: =DF=E4=C7 =E4=D1=
=EC =C7=E1=C5=CC=CA=E3=C7=DA =C5=E1=EC =C3=E5=E1 =C7=E1=E3=ED=CA =E6=D5=E4=
=ED=DA=C9 =C7=E1=D8=DA=C7=E3 =C8=DA=CF =CF=DD=E4=E5 =E1=DB=ED=D1=E5=E3 =E3=
=E4 =C7=E1=E4=ED=C7=CD=C9. (=C3=CD=E3=CF ).=20

=20

   =93Jarir RA berkata: =91Kita berpendapat bahwa kumpul-kumpul ke kekeluar=
ga orang mati dan membuat makanan untuk disajikan kepada para tamu setelah =
dikuburnya mayit, itu hukumnya termasuk meratapi mayit.=94 (Riwayat Ahmad).=
=20

   Meratapi mayit itu jelas dilarang dalam Islam.=20

    Hal tersebut mengenai kesukaan yang sama antar para kaum Nahdliyin di b=
erbagai tempat. Lantas dalam hal ketidak sukaannya terhadap hal-hal tertent=
u pun tampaknya sama. Misalnya ketidak sukaannya terhadap Muslimin yang dul=
u disebut pembaharu yang memberantas upacara tidak syar=92i misalnya tahlil=
an selamatan/ peringatan orang mati dan sebagainya. Deliar Noer (pakar poli=
tik di Indonesia) mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:

    Perbedaan pendapat antara kalangan tradisi (NU dan semacamnya, pen) dan=
 kalangan pembaharu (Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dsb, pen)  ini kadang-=
kadang meletus menjadi tuduhan kafir-mengkafirkan terhadap sesama mereka, s=
ampai-sampai perkelahian fisik pun juga terjadi. Umpamanya; di Ciledug, Cir=
ebon, tanggal 29 Juli 1932, Verslag Openbaar Debat Talqin (Bandung; Persatu=
an Islam, 1933, selanjutnya disebut Verslag Talqin); di Gebang Cirebon, Mei=
 1936 (Verslag Debat Taqlied, hal 7).[2]

   Selanjutnya Deliar Noer memberikan catatan kaki: Kadang-kadang Nahdlatul=
 Ulama dituduh sebagai organisasi yang didirikan Belanda, sekurang-kurangny=
a sebagai organisasi yang disokong Belanda dalam melawan golongan pembaharu=
 (anti bid=92ah, khurafat, takhayul, dan kemusyrikan, pen). Lihat umpamanya=
 Oemar Amin Hoesin, =93Sedjarah Perkembangan Politik Moderen di Indonesia, =
=93 Hikmah, tahun VIII, No. Lebaran 20/21 (1955). Hoesin menyebut kahadiran=
 Charles van der Plas pada Kongres al-Islam di Cirebon tahun 1922 sebagai b=
ukti tuduhan tersebut. Penulis buku ini (Deliar Noer, pen) berpendapat bahw=
a kehadiran seorang pejabat seperti itu pada suatu kongres, Islam atau buka=
n Islam, merupakan suatu hal yang biasa semenjak masa permulaan Sarekat Isl=
am. Tentang tuduhan ini, lihat juga Hindia Baru, 19 Februari 1926.

   Selanjutnya Deliar Noer mengemukakan: Tentang peranan van der Plas di In=
donesia, George McT Kahin dalam Nationalism and Revolution in Indonesia (It=
haca, N.Y. Cornell Universsity Press, 1952), hlm 370, catatan 72, mengataka=
n:

    Dr van der Plas telah menjadi figur yang setengah merupakan dongeng di =
Indonesia, dengan fantasi serta kenyataan sama-sama banyak tersangkut pada =
namanya. Yang pasti ialah bahwa ia termasuk orang istimewa. Banyak pemimpin=
 utama Indonesia, walaupun melihat van der Plas sebagai inkarnasi setan, pe=
rcaya bahwa ia banyak mengetahui tentang orang Indonesia lebih dari Belanda=
 manapun juga, baik yang masih hidup maupun yang sudah  meninggal, dan mere=
ka kagum tentang kesanggupan van der Plas ini. Bila pemerintah Belanda memp=
erlihatkan sesuatu yang mencerminkan kepandaiannya yang licik, terdapat kec=
enderungan pada intelektual Indonesia untuk berkata: =93Ha, ini pekerjaan v=
an der Plas=94.

   Bintang Islam, 1926, Tahun IV No.20, hal 324 menyebut Nahdlatul Ulama de=
ngan nama Syarikat Biru, suatu penamaan yang mengingatkan seseorang pada sa=
rikat Hedjo, suatu organisasi gelap yang mendapat sokongan PEB (Politiek Ec=
onomische Bond =96partai yang dibentuk orang-orang Belanda Januari 1919 yan=
g mempunyai pendirian bahwa Politik Etis =93terlalu maju=94 buat Indonesia.=
 PEB ini kerjasama dengan Sindikat Gula --Suiker Syndicaat yang mengawasi p=
roduksi dan ekspor gula di Indonesia, dalam memusuhi Sarekat Islam) untuk m=
engacaukan kalangan pembaharu dan nasionalis lain. Akan sangat penting untu=
k mencatat di sini bahwa NU tidak pernah mengalami kesukaran sehubungan den=
gan kegiatan organisasi seperti  Sarikat Hedjo. Memang golongan tradisi leb=
ih dapat ditolerir oleh kepala-kepala anak negeri (di Jawa) yang memang dis=
okong oleh kalangan penghulu.[3]=20=20=20=20

   Meskipun demikian, gejala kini ada pula hal-hal yang tidak disukai oleh =
sebagian warga NU yang =93nyempal=94 dari polah tingkah orang NU. Hanya saj=
a suara penyempal itu sering kalah, karena kalah dalam hal braok dan bediga=
sannya (lantangnya bersuara dan polah tingkahnya). Di sini tidak dilihat be=
nar atau salahnya menurut Al-Qur=92an dan As-Sunnah oleh kebanyakan warga N=
U bahkan para kiyainya atau ulamanya, tetapi hanya dilihat dari banyak tida=
knya pendukung atau kuat tidaknya pengaruh pelaku.

   Contoh paling nyata adalah kasus pengadaan do=92a bersama antar berbagai=
 agama yang ditokohi oleh ketua umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) =
Hasyim Muzadi pengganti Gus Dur. Tokoh lain yang menggalakkan adanya do=92a=
 bersama antar agama dan bahkan benar-benar melaksanakannya lebih dulu, di =
antaranya adalah Dr Said Agil Siradj tokoh NU yang konon suka blusak-blusuk=
  (keluar masuk) ke gereja, dan isteri Gus Dur, Ny Sinta Nuriyah. Sampai-sa=
mpai perempuan setengah umur yang sudah tidak bisa berjalan itu pun, dengan=
 digledek pakai kursi roda, Ny Sinta Nuriyah mengadakan atau hadir dalam ac=
ara do=92a bersama antar agama di kuburan Pondok Rangon Jakarta Timur, 1996=
, bersama orang-orang aneka macam agama yang kebanyakan dari golongan kekir=
i-kirian. Itu berarti telah lebih dulu ketimbang  Hasyim Muzadi yang menyel=
enggarakan acara do=92a bersama antar agama secara besar-besaran dengan nam=
a Indonesia Berdo=92a, di Senayan Jakarta, Agustus 2000, setelah Gus Dur ja=
di Presiden dan masyarakat
 (mayoritas non NU dan non Palangis) tampaknya tidak puas dengan kepemimpin=
an Gus Dur yang kurang bermanfaat atau malah banyak mudharatnya.=20

    Dalam arus kuat di kalangan NU yang hingar bingar dengan menggalakkan u=
pacara do=92a bersama antar agama itu ada juga kiyai-kiyai NU yang anti. Me=
reka ini suka menyebut diri sebagai NU yang tidak pro (alias anti) Gus Dur =
dan Agil Siradj. Di antaranya Kiyai Bashori Alwi dari Malang Jawa Timur dan=
 kawan-kawannya serta santri-santrinya. Itu salah satu contoh =93penyempal=
=94 dari hingar bingar polah tingkah orang NU. Padahal yang =93menyempal=94=
 ini, yaitu yang anti mengadakan do=92a bersama antar berbagai macam agama =
itu justru yang masih konsisten dengan istilah Ahlus Sunnah wal Jama=92ah, =
sebenarnya. Hanya saja dalam hal yang sudah mendarah daging di kalangan ora=
ng NU, misalnya kebiasaan tahlilan memperingati orang meninggal, tidak terd=
engar adanya orang NU yang =93menyempal=94 alias anti terhadap acara yang j=
elas bid=92ah dan meniru orang musyrikin animisme itu. Kalau seseorang tida=
k mau upacara-upacara tahlilan memperingati orang mati model animisme itu m=
aka biasanya di masyarakat NU langsung
 dicap/ dikecam sebagai orang Kramandiyah atau Kamandiyah yang maksudnya ad=
alah Muhammadiyah, atau bahkan dicap sebagai bukan Ahli Sunnah wal Jama=92a=
h. Di situlah kemudian dihembuskan di masyarakat bahwa yang Ahli Sunnah wal=
 Jama=92ah itu adalah orang NU, yang oleh mereka kemudian sering disingkat =
menjadi Aswaja. Padahal, secara lafdhiyah maupun maknawiyah, yang namanya A=
hli Sunnah wal Jama=92ah itu adalah yang konsisten dengan Al-Qur=92an dan A=
s-Sunnah, bukan yang menambah-nambah ajaran Islam dengan tradisi animisme a=
taupun amalan-amalan bid=92ah lainnya. Sedang yang suka menambah-nambah itu=
 dalam istilah aqidah disebut ahlul ahwa=92 wal bida=92. Artinya ahli hawa =
nafsu dan bid=92ah. Disebut demikian karena tidak menepati apa yang diajark=
an oleh wahyu, tetapi mengikuti hawa nafsu, dan menciptakan atau melakukan =
hal-hal baru dalam hal beribadah atau taqorrub (mendekatkan diri) kepada Al=
lah SWT.=20

   Meskipun demikian, jangan coba-coba langsung mengatakan kepada orang-ora=
ng yang senang mengadakan selamatan memperingati kematian dengan ungkapan a=
hlul ahwa=92 wal bida=92 atau ahli bid=92ah. Karena, mereka dalam mempertah=
ankan kebid=92ahannya itu kadang lebih gigih dibanding mempertahankan Islam=
 itu sendiri. Dalam kehidupan nyata pun tampak sekali, misalnya ummat Islam=
 di Ambon diserang dan dibantai oleh orang-orang Nasrani, namun pihak ahlul=
 ahwa=92 wal bida=92 itu tampaknya tidak ada pembelaannya sama sekali terha=
dap Muslimin atau sarana-sarana Islam seperti masjid-masjid yang dibakar da=
n dirusak. Kecuali yang memang orang sana (tempat kejadian itu sendiri), wa=
laupun misalnya mereka termasuk ahlul ahwa=92 wal bida=92 namun karena lang=
sung mendapatkan serangan dari non Islam, maka tentu saja mempertahankan di=
ri sebagaimana siapa saja yang kena serangan mesti melakukannya. Namun yang=
 di tempat lain, di luar tempat kejadian, bahkan di pusat, justru kaum ahlu=
l ahwa=92 wal bida=92 itu lebih sangat
 sayang terhadap gereja-gereja, hingga mereka dikerahkan untuk menjadi cent=
eng tukang pukul di gereja-gereja. Akibatnya, ketika ada peristiwa ledakan =
bom di berbagai kota di dekat-dekat gereja pada malan natalan 2000, khabarn=
ya ada satu orang dari Anshor atau Banser (Barisan Anshor Serba Guna), orga=
nisasi pemuda di bawah NU, yang mati kena bom karena jadi centeng  (penjaga=
)di gereja Eben Heizer Mojokerto Jawa Timur. Beritanya sebagai berikut:=20

Bom meledak di 22 gereja di 10 kota se-Indonesia terjadi pada Malam Natal 2=
000, Ahad malam 24 Desember  2000 sekitar pukul 21.

  Menurut Republika, pada waktu itu, secara serentak bom meledak  di 22 ger=
eja pada 10 kota. Hampir semuanya adalah gereja Katolik. Chandra Tirta Wija=
ya (16) yang meninggal Sabtu 6/1 2001 adalah korban ke-20 yang meninggal, t=
ermasuk seorang anggota Banser yang demi solidaritas keagamaannya ikut menj=
aga Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur.  (Tajuk Republika, =93Korban=
 itu pun meninggal=94, Senin 8 Januari 2001, halaman 6).

   Kota-kota yang dikhabarkan diguncang bom di dekat gereja-gereja adalah J=
akarta, Bandung, Medan, Mojokerto, dan Mataram NTB.=20

   Demikianlah sikap keberagamaan orang-orang NU dan organisasi-organisasi =
di bawahnya. Sehingga kadang umat Islam justru dianggap oleh ahlul ahwa=92 =
wal bida=92 ini sebagai suatu ancaman. Maka kelompok ahlul ahwa=92 wal bida=
=92 itu pernah ditawar pula oleh pihak Nasrani untuk maju bersama dengan ka=
um Nasrani dalam menghadapi Muslimin di Ambon, dalam bahasa untuk mengamank=
an. Penawaran itu tentu saja melalui berbagai pertimbangan. Di samping sika=
p keberagamaan mereka sudah diketahui demikian, sikap politiknya pun sudah =
diketahui pula. Di antara yang mencolok mata adalah di zaman pemerintahan S=
oekarno, digencarkan istilah Nasakom (Nasional =96 Agama- dan Komunis). Yan=
g namanya Agama di situ adalah orang-orang NU. Sehingga ada lagu wajib yang=
 wajib diajarkan di sekolah-sekolah, judulnya =93Nasakom Bersatu=94, yang d=
i antara baitnya berbunyi:

=93Nasakom bersatu

hancurkan kepala batu...=94=20

Maksudnya, orang-orang Nasionalis (kaum sekuler anti syari=92at Islam), Aga=
ma --yaitu orang-orang NU, dan Komunis =96 orang-orang PKI anti Tuhan --sem=
uanya (3 komponen) itu bersatu, lalu mereka berkomando untuk menghancurkan =
kepala batu. Yang dimaksud kepala batu adalah orang-orang Islam Masyumi.=20

   Sikap bergabung dengan orang-orang anti syari=92at Islam dan bahkan deng=
an komunis anti Tuhan itu sudah diketahui oleh umum, makanya kaum Nasrani p=
un berani menawar mereka untuk kerjasama melawan Muslimin Ambon. Belakangan=
, Februari 2001M, para ahlul ahwa=92 wal bida=92 itu diduga bekerja sama de=
ngan anak cucu PKI mengadakan kerusuhan besar-besaran di Jawa Timur dengan =
menghancurkan masjid, madrasah, panti asuhan terutama milik Muhammadiyah da=
n menebangi ratusan pohon pinggir jalan, lalu dihadangkan di jalan raya, ag=
ar semua kendaraan tidak bisa lewat. Tingkah merusak dan menghalangi kepent=
ingan umum itu mereka lakukan hanya karena ashobiyah/ fanatik buta   menduk=
ung presiden Gus Dur yang sedang digoyang DPR dari kursi kepresidenannya.

     Dalam sejarah Islam, hanya orang-orang Yahudi dan munafiqin serta oran=
g-orang yang lemah imannya/ ragu-ragu dan tidak mau berhijrah saja yang mau=
 bergabung dengan kaum kafir dalam berperang menghadapi ummat Islam. Dalam =
Al-Qur=92an dikisahkan, orang-orang yang tak mau berhijrah dan kemudian dip=
aksa oleh orang kafir Makkah untuk bergabung dalam menghadapi Muslimin, kem=
udian mereka mati, maka mereka masuk neraka, walaupun alasan mereka karena =
dilemahkan oleh kaum kafir Makkah.=20=20

Allah SWT berfirman:

      =C5=E4 =C7=E1=D0=ED=E4 =CA=E6=DD=E5=E3........                       =
                                                =
=20

=20

          ......  =E6=E1=C7 =ED=E5=CA=CF=E6=E4 =D3=C8=ED=E1=C7. ( =C7=E1=E4=
=D3=C7=C1: 97-98).=20

=20

=93Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan mengania=
ya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: =93Dalam keadaan bagaim=
ana kamu ini?=94 Mereka menjawab: `Adalah kami orang-orang yang tertindas d=
i negeri (Mekah)`. Para malaikat berkata: Bukankah bumi Allah itu luas, seh=
ingga kamu dapat berhijrah di negeri itu? Orang-orang itu tempatnya ialah n=
eraka jahannam , dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS An-Nisa=
a: 97).

Kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak=
 yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). =
(QS An-Nisaa=92: 98).=20

     Ada beberapa riwayat berkenaan dengan turunnya ayat tersebut, di antar=
anya sebagai berikut:=20

   Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa di antara pasukan musyrikin terdap=
at Kaum Muslimin Mekah (yang masih lemah imannya) yang turut berperang mene=
ntang Rasulullah saw sehingga ada yang terbunuh karena panah atau pedang pa=
sukan Rasulullah. Maka turunlah ayat ini (S4:97) sebagai penjelasan hukum b=
agi Muslimin yang lemah imannya, yang menganiaya dirinya sendiri (mampu mem=
bela Islam tetapi tidak melakukannya). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang b=
ersumber dari Ibnu Abbas).

   Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa nama orang-orang yang menambah juml=
ah musyrikin itu antara lain Qais bin Walid bin Mughirah, Abu Qais bin Al-F=
aqih bin Mughirah, Walid bin =91Utbah bin Rabi=92ah, =91Amr bin Umayah bin =
Sufyan, dan =91Ali bin Umayah bin Khalaf. Dan selanjutnya dikemukakan bahwa=
 peristiwanya terjadi pada peperangan Badr, di saat mereka melihat jumlah K=
aum Muslimin sangat sedikit, timbullah rasa keragu-raguan pada mereka dan b=
erkata: =93Tertipu mereka dengan Agamanya=94.  Orang tersebut di atas mati =
terbunuh di perang Badr itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih).=20=20=20

Keterangan: Menurut Ibnu Abi Hatim, di antara orang-orang tersebut dalam ha=
dits di atas termasuk juga  al-Harts bin Zam=92ah bin al-Aswad dan al-=91As=
h bin Munabbih bin al-Hajjaj.

   Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika segolongan orang-orang Mekah=
 telah masuk Islam dan Rasulullah hijrah, mereka enggan ikut dan takut berh=
ijrah. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (S 4:97,98) sebagai anca=
man hukuman bagi yang enggan dan takut memisahkan diri dari kaum yang memus=
uhi agama, kecuali orang yang tidak berdaya. (Diriwayatkan oleh at-Thabaran=
i yang bersumber dari Ibnu Abbas).[4]

    Peringatan ayat Al-Qur=92an sedemikian tegas, namun hal yang harus dija=
uhi benar-benar itu oleh sebagian kelompok justru dijadikan model yang diga=
lakkan dalam golongannya, yaitu berkasih-kasihan dengan musuh-musuh Islam, =
bekerjasama, dan saling tahu menahu dalam hal menghadapi Muslimin yang dian=
ggap bukan golongannya. Bahkan Muslimin yang ingin menegakkan Islam secara =
murni kadang direncanakan untuk dijadikan sasaran pengganyangan atau sebaga=
i musuh bersama. Jadi tidak cukup hanya mengadakan do=92a bersama antar ber=
bagai agama (yang hal itu merupakan bid=92ah dholalah alias sesat)[5], namu=
n kemungkinan sekali akan mempraktekkan teori menjadikan Muslimin yang kons=
ekuen dengan Islam sebagai musuh bersama.

=20

 Lakonnya tidak jelas sambil berkilah=20

    Kembali kepada NU, dalam hal-hal yang sudah menjadi tradisi atau kebias=
aan lagak lagu NU, biasanya para kiyai NU bukan sekadar menyetujui ataupun =
mengamini tradisi yang berkembang di NU, namun justru mereka bertandang men=
jadi pelopor, walaupun tradisi itu tidak terdapat dalam ajaran Islam. Merek=
a kadang mencari-cari kilah untuk mendalili lakon dan lagak lagu NU itu. Ha=
l itu  tampaknya sudah menjadi khitthah (garis) dalam NU sejak awal mula. B=
uktinya? Ada seorang kiyai di Magelang bertanya kepada Kiyai Ali Yafie (wak=
tu masih berkecimpung dalam PBNU, 1987) dalam konferensi ulama NU di Pesant=
ren Watu Congol Muntilan Magelang Jawa Tengah. Kiyai Magelang itu bertanya =
kepada Kiyai Ali Yafie, kenapa dulu Hadhrotus Syaikh Hasyim Asy=92ari (pend=
iri NU, kakek Gus Dur) melarang murid-muridnya membaca kitab Subulus Salam =
(Syarah/ penjelasan Kitab Bulughul Maram =96kitab hadits disusun dengan pen=
gelompokan urutan secara hukum-hukum fiqh)?

   Kiyai Ali Yafie menjawab, karena Kitab Subulus Salam itu dikarang oleh A=
s-Shon=92ani, orang Syi=92ah.

   Jawaban Kiyai Ali yafie itu sendiri belum bisa dipertanggung jawabkan. D=
an andaikan itu benar pun, hampir tidak ada dalam kitab itu ajaran yang mem=
propagandakan Syi=92ah. Seandainya masalahnya karena Syi=92ah pun, bagi NU =
tidak ada masalah. Karena kedua-duanya (NU dan Syi=92ah sama-sama doyan tas=
awuf, sama-sama doyan klenik yang dibungkus seolah Islami.  Sedangkan tenta=
ng Syi=92ah, di Indonesia saat tahun 1940-an belum terdengar gencar, baru s=
etelah revolusi Iran 1979 lah terdengar gencarnya, karena penguasa Iran, Kh=
omeini adalah tokoh Syi=92ah, maka orang-orang yang tidak mantap kesunniann=
ya seperti Jalaluddin Rachmat orang Bandung lalu coba-coba mencari proyek b=
aru dalam hal sekte. Mula-mula Jalal malu-malu, sampai-sampai dia katakan d=
irinya Susi, Sunnah-Syi=92ah, akhirnya dia mendirikan Ijabi, tahun 2000, na=
ma ormas berkedok Ahlul Bait, yang hakekatnya adalah Syi=92ah, dengan menja=
jakan tasawuf yang digemari oleh kalangan NU.=20

   Yang jelas, pelarangan membaca kitab syarah (penjelasan) hadits Bulughul=
 Maram oleh pendiri NU itu masih menjadi teka-teki bagi murid Syeikh Hasyim=
 Asy=92ari itu sendiri sampai sekarang. Sejalan dengan itu, sampai tahun 19=
70-an, podok Pesantren Krapyak Yogyakarta pimpinan Kiyai Ali Maksum tokoh N=
U, tempat  mondok Masdar F Mas=92udi --kini tokoh NU yang menginginkan ibad=
ah haji itu wuqufnya di Arafah dan mabitnya di Mina jangan hanya di bulan D=
zul Hijjah--, konon dulu masih melarang santrinya membaca koran. Anehnya, d=
i Yogyakarta pula sejak 1995-an muncul kelompok anak-anak NU yang justru ga=
ndrung (sangat cinta, untuk tidak disebut ngebet) membaca buku-buku kekiri-=
kirian misalnya buku Hasan Hanafi tokoh alyasarul Islami (kiri islam) yang =
banyak dikecam oleh ulama Islamiyun (ulama yang bukan sekuler, bukan kekiri=
-kirian, dan fahamnya teguh terhadap Islam) di Mesir. Bahkan anak-anak muda=
 NU di Yogyakarta itu menyebarkan faham kekiri-kirian lewat buku-buku terje=
mahan yang mereka
 terbitkan. Sampai buku yang menghantam Imam Syafi=92i pun mereka edarkan, =
padahal di tempat dibuatnya buku itu di Mesir, pembuatnya justru sangat dik=
ecam oleh ulama Islamiyun.

    Setahu saya, dulu tokoh penyebaran literatur kekiri-kirian di Yogyakart=
a ini sering mengaji kitab-kitab ke Pak Tholchah Mansur, dosen IAIN Yogya y=
ang mengadakan pengajian kitab-kitab Riyadhus Sholihin dan semacamnya, kita=
b Sunnah yang sama sekali jauh dari arah kekiri-kirian. Tetapi kenapa tahu-=
tahu 20 tahun kemudian menjadi pelopor menyebarkan faham kiri. Apakah karen=
a mereka dikader secara khusus oleh tokoh NU-nya yaitu Gus Dur yang memang =
anak asuh guru kesayangannya, Ibu Rubi=92ah yang orang Gerwani (orang komun=
is perempuan) dan memang kemudian Gus Dur tampak ingin menghidupkan komunis=
 kembali di Indonesia dengan bukti ingin mencabut TAP MPRS No XXV tahun 196=
6 tentang pelarangan Komunis di Indonesia, atau memang ada hal-hal lain? Ti=
dak jelas pula.

    Dari gambaran itu, di kalangan NU serba ada hal-hal yang tidak jelas. K=
iyai Fulan A melarang santrinya membaca kitab Subulus Salam tanpa alasan ya=
ng jelas. Kiyai  Fulan B melarang santrinya membaca koran tanpa alasan yang=
 jelas. Kiyai Fulan muda menjejali  generasi muda NU dengan faham-faham kek=
iri-kirian tanpa alasan yang jelas pula. Nyonya Fulanah mengajak jama=92ahn=
ya untuk berdo=92a bersama antar berbagai macam agama di kuburan tanpa hujj=
ah (dalil/ argumentasi) yang jelas. Kiyai Fulan C mengajak do=92a bersama a=
ntar berbagai macam agama dengan mengatas namakan Indonesia tanpa hujjah ya=
ng nggenah. Memang dari beberapa contoh itu sudah bisa ditarik kesimpulan b=
ahwa apa yang mereka lakukan itu adalah hal-hal yang tidak jelas.=20

    Apanya yang tidak jelas?

    Yang tidak jelas  adalah cara mereka berbuat, berlagak lagu, berpola pi=
kir, dan bermetode dalam beragama. Karena sudah menyangkut masalah cara ber=
agama, maka penyalahan (kritik tajam) yang dilakukan orang terhadap lakon o=
rang dalam menjalankan agama =96yang salah=97 itu adalah sah. Sebagaimana N=
abi Muhammad saw menyuruh sahabatnya untuk mengulangi shalatnya, karena sha=
latnya kurang benar. Atau  ada pula yang disuruh mengulangi wudhunya, atau =
Nabi saw menyuruh mengulangi wudhu cucunya dengan cara mengajarkan urutan-u=
rutan praktek wudhu satu persatu dengan maksud agar orang dewasa tahu cara-=
cara wudhu yang benar. Itu ditampilkan dalam Hadits-hadits, di antaranya di=
 Hadits Al-Bukhari. Atau hal-hal lain berupa sikap Nabi Muhammad saw meluru=
skan, memberikan teguran, bahkan sampai marah-marah, seperti terhadap sahab=
at yang membunuh musuh dalam perang jihad melawan orang kafir yang sudah me=
ngucap =E1=C7=C7=E1=E5 =C5=E1=C7 =C7=E1=E1=E5. .=20

     Islam membolehkan peneguran-peneguran seperti itu. Karena Islam adalah=
 agama nasehat. Dan nasehat itu ada pula yang sampai bentuknya marah-marah,=
 apabila memang sikap yang pas adalah marah-marah. Namun tentu saja harus p=
roporsional. Bahkan Islam akan menegakkan hukuman pula terhadap siapa yang =
melanggar, yang kadar pelanggarannya sampai pada batas dikenakan hukuman. H=
ingga Nabi Muhammad saw pun bersumpah, seandainya puterinya, Fathimah binti=
 Muhammad, mencuri maka pasti beliau potong tangannya.

   =E6=C7=E1=D0=ED =E4=DD=D3=ED =C8=ED=CF=E5 =E1=E6 =D3=D1=DE=CA =DD=C7=D8=
=E3=C9 =C8=E4=CA =E3=CD=E3=CF =E1=DE=D8=DA=CA =ED=CF=E5=C7.

=20

=93Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya, seandainya Fathimah binti Muh=
ammad mencuri, pasti saya potong tangannya.=94 (HR Muslim).

    Itu semua adalah mendudukkan masalah pada tempatnya. Bukan hantam kromo=
, asal ngamuk, asal marah, dan asal main rusak, main bakar, main tebang kay=
u seenaknya, main kroyok, main paksa dan sebagainya seperti yang diduga dil=
akukan oleh orang-orang Nahdliyin di Jawa Timur Februari 2001 hanya demi me=
mbela Gus Dur agar tidak diturunkan dari jabatan presiden, sekalipun DPR ya=
ng mengangkatnya/ memilihnya sebagai presiden itu sudah memutuskan bahwa Pr=
esiden Gus Dur diduga terlibat dalam kasus pengucuran dana Yanatera Bulog (=
yayasan dana kesejahteraan karyawan Badan Urusan Logistik) Rp35 miliar,  da=
n mulut Gus Dur dinilai tidak konsisten dalam memberikan keterangan tentang=
 sumbangan dari Sultan Brunei Darus Salam, Sultan Hasanal Bolkiah 2 juta do=
lar Amerika.=20

   Asal marah atau asal ucap pun dilakonkan oleh Presiden Gus Dur beserta p=
ara pendukungnya, dengan cara mengancam akan membubarkan DPR. Ini ibarat pe=
patah: air susu dibalas dengan air tuba.  Tidak pantas, orang yang diangkat=
 oleh DPR menjadi presiden, lalu ketika sudah jadi presiden malah mau membu=
barkan DPR yang mengangkatnya itu. Tidak pantas pula seandainya ada anak ya=
ng dilahirkan oleh ibu, lalu ketika si anak merasa dirinya punya pendukung,=
 sedang ibunya menasihati dan minta pertanggungan jawab perbuatan si anak y=
ang diduga terlibat kasus duit dan mulutnya bohong, malah si anak mengancam=
 untuk mengusir sang ibu dari rumah sang ibu itu sendiri.

    Barangkali para pendukung Gus Dur balik berkata: Itu juga sama. Amin Ra=
is dan konco-konconya itu adalah orang yang memprakarsai dipilihnya Gus Dur=
 untuk jadi presiden. Kenapa sekarang justru mereka yang paling getol untuk=
 menurunkan Gus Dur?=20

   Untuk menjawab hal itu, cukup dengan kata-kata ringan. Yang namanya nika=
h saja yang kaitannya harus memakai syarat dan rukun secara cermat agar sah=
, namun kalau memang kemudian ada hal-hal yang gawat, maka diperbolehkan un=
tuk thalaq. Bahkan, isteri yang sebenarnya tidak punya hak menthalaq pun di=
beri hak untuk minta dithalaq atau istilahnya gugatan cerai apabila ada mas=
alah yang sesuai syara=92 untuk adanya gugatan cerai. Apalagi ini mayoritas=
 pemilih Gus Dur dulu yaitu anggota DPR sudah nyata menginginkan cepatnya G=
us Dur turun dari jabatan presiden. Maka sebenarnya, ibarat suami mau menth=
alaq isteri, tidak ada kekuatan hukum bagi si isteri untuk mengatakan =93ba=
gaimanapun saya tidak mau dicerai=94, apabila memang prosedurnya sah.=20=20

    Dalam kasus ini ada hadits Nabi saw tentang status pemimpin yang sudah =
tidak disenangi oleh orang-orang yang dipimpin.

        =CB=E1=C7=CB=C9 =E1=C7 =CA=D1=DD=DA =D5=E1=C7=CA=E5=E3 =DD=E6=DE =
=D1=C4=E6=D3=E5=E3 =D4=C8=D1=C7=A1 =D1=CC=E1 =C3=E3 =DE=E6=E3=C7 =E6=E5=E3 =
=E1=E5 =DF=C7=D1=E5=E6=E4=A1 =E6=C7=E3=D1=C3=C9 =C8=C7=CA=CA =E6=D2=E6=CC=
=E5=C7 =DA=E1=ED=E5=C7 =D3=C7=CE=D8=A1 =E6=C3=CE=E6=C7=E4 =E3=CA=D5=C7=D1=
=E3=C7=E4. (=C7=C8=E4 =E3=C7=CC=C9 =C8=C7=D3=E4=C7=CF =CD=D3=E4).=20

   =93Ada tiga orang yang shalatnya tidak diangkat sejengkalpun di atas kep=
alanya. Yaitu laki-laki yang mengimami (memimpin) suatu kaum, sedang mereka=
 membencinya. Perempuan yang tidur malam sedang suaminya dalam keadaan mara=
h kepadanya. Dua saudara yang saling memutuskan hubungan kekeluargaan.=94 (=
Hadits Riwayat Ibnu Majah dengan sanad hasan).

    Barangkali para pendukung Gus Dur masih mempersoalkan, kalau kebenciann=
ya itu hanya karena golongan?

    Memang pertanyaan itu benar. Tetapi, dalam kasus Gus Dur, dalam kenyata=
annya justru yang memprakarsai untuk dipilihnya Gus Dur itu adalah kelompok=
 Amien Rais dkk, bukan kelompok PKB. Dengan demikian, tidak bisa dituduhkan=
 bahwa keinginan menurunkan Gus Dur  itu hanya karena benci lantaran golong=
an. Tetapi justru di situ ketidak senangan itu timbul karena lakon Gus Dur =
sendiri yang menimbulkan ketidak simpatian. Sedangkan sebaliknya, PKB dan N=
U bukannya melihat lakonnya, tetapi mereka mendukung itu hanya karena golon=
gan. Kenapa? Karena Gus Dur adalah dulunya ketua umum PBNU, dan juga deklar=
ator PKB, partai telor ayam, di samping partai tai ayam (menurut perkataan =
Gus Dur, yaitu PKU =96Partai Kebangkitan Umat dan PNU =96Partai Nahdlatul U=
mat) yang ketiga-tiganya berarti keluar dari pantat NU, menurut analog yang=
 dikemukakan Gus Dur.

    Kalau dulu kaum NO (Nahdlatoel Oelama, ini benar-banar U model lama yai=
tu Oe ) untuk mempertahankan apa yang disebut bid=92ah oleh kaum pembaharu =
dengan jalan main tegang bahkan bentrok bahkan kafir mengkafirkan, maka kin=
i dalam mempertahankan Gus Dur dengan model ashobiyahnya maka sampai merusa=
k bangunan-bangunan, bahkan masjid, panti asuhan, madrasah, dan menebangi r=
atusan pohon diambrukkan ke sepanjang jalan. Meskipun demikian, mereka teta=
p tidak terus terang mengakui tindak pengrusakannya itu, sebagaimana mereka=
 tidak mengakui pula bahwa didirikannya NO (kini NU) itu untuk mengganjal g=
erakan pemberantasan Bid=92ah, khurafat, takhayul, dan kemusyrikan yang dil=
ancarkan oleh Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad dan lainnya. Demikian pula ge=
ncarnya sorotan bahwa NO (NU) itu organisasi yang didukung Belanda bahkan B=
EF dalam bekerjasama untuk menghadapi kaum pembaharu dulu nyaring terdengar=
, sebagaimana kenyataan sekarang para tokoh NU berkasih sayang dengan Yahud=
i, Nasrani, bahkan anak
 cucu PKI yang memang ajarannya anti Tuhan demi menghadapi musuh, yang menu=
rut  Gus Dur musuh terbesarnya itu adalah Islam kanan. Di zaman Orde Lama, =
saat Presiden Soekarno pro PKI maka NU bergabung dalam Nasakom, Nasional, A=
gama (NU), dan Komunis. Zaman Orde Baru, ketika Presiden Soeharto memaksaka=
n asas tunggal pancasila, NU ambil muka untuk jadi barisan terdepan dalam r=
angka pemaksaan itu. Dari berbagai data dan fakta ini berarti sikap ketidak=
 jelasan  NU dari dulu sampai kini sudah cukup jelas.=20


---------------------------------

[1] H Rusydi, Afif (editor), Hamka Membahas Soal-Soal Islam, Pustaka Panjim=
as, Jakarta, cetakan IV, 1985, halaman 394.=20


[2] Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, LP3ES, Jakart=
a, cetakan ketiga, 1985, halaman 254 dan catatan kakinya.


[3] Deliar Noer, ibid, halaman 255.


[4] KHO Shaleh, HAA dahlan, dan Drs MD dahlan, Asbabun Nuzul Latar Belakang=
 Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur=92an, CV Diponegoro Bandung, cetakan ke=
-7, 1986, halaman 152-153.


[5] Tentang sesatnya do=92a bersama antar agama ini baca buku Hartono Ahmad=
 Jaiz, Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Ma=
ret 2001.




=09=09
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: