[ppi] [ppiindia] Musdah Mulia :?Pemahaman Agama Seringkali Tidak Kondusif Menekan AKI?

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=3Dberita%7C-128%7CX
Kamis, 19 Agustus 2004
Musdah Mulia :=94Pemahaman Agama Seringkali Tidak Kondusif Menekan AKI=94
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Pemahaman agama seringkali menjadi faktor ya=
ng tidak kondusif bagi upaya untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Salah =
satunya adalah ajaran agama Islam yang pemahaman dan penafsirannya melepask=
an aspek sejarah dan antropoligisnya. Ajaran ini tidak hanya berpatokan pad=
a teks-teksnya saja namun juga direduksi oleh penafsiran-penafsiran sejumla=
h ulama yang seolah-olah menaikkan derajat perempuan padahal pada kenyataan=
ya sangat merugikan perempuan. Demikian pendapat Siti Musdah Mulia, Ketua T=
im Pemberdayaan Perempuan Departemen Agama RI dalam Seminar Nasional =93Tin=
gginya Angka Kematian Ibu di Indonesia: Suatu Tragedi Kemanusiaan=94 yang d=
ilaksanakan oleh Yayasan Kesehatan Perempuan di Jakarta (Kamis,19/08/04).=20

Menurut Musdah, ajaran Islam yang berbicara soal kematian ibu melahirkan di=
 masyarakat pada umumnya telah dibaca dengan pemahaman yang mentransendenka=
n pemahaman teks-teks kitab suci sehingga terlepas dari konteks sejarah dan=
 antropologisnya. Pemahaman demikian menurut Musdah dapat dilihat dari pand=
angan An-Nawawi dalam kitab Uqudulijain yang menjelaskan tentang keempat go=
longan perempuan yang masuk surga dengan menukil hadis Nabi SAW yaitu (1) p=
erempuan yang memelihara diri; (2) Perempuan yang taat kepada Alla dan suam=
inya, (3) perempuan yang banyak melahirkan anaknya dan (4) perempuan yang s=
abar menerima rezeki apa adanya dari suami dan pemalu. Jika suaminya mening=
galkannya pergi, dia memelihara diri dan hartanya. Jika suaminya berada di =
rumah, ia mengekang lisannya. Salah satu pandangan yang mencirikan perempua=
n masuk surga adalah perempuan yang banyak melahirkan, tentu saja sangat ti=
dak kondusif bagi upaya membangun keluarga sakinah, keluarga yang memperhat=
ikan kesehatan dan ketrentaman serta kebahagian ibu. Menurut Musdah, realit=
as menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sering melahirkan justru m=
erupakan salah satu penyebab langsung dari tingginya angka kematian ibu mel=
ahirkan.=20

Pandangan An-Nawawi lain yang juga tidak kondusif dalam menekan AKI menurut=
 Musdah adalah pandangan yang mengatakan sebagai berikut =93apakah kamu tid=
ak rela salah seorang dari kamu semua, wahai kaum perempuan, bahwa apabila =
dia itu hamil dari suaminya sementara suami ridha padanya dia memperoleh pa=
hala seperti pahala orang berpuasa yang aktif berjihad di jalan Allah. Apab=
ila dia merasa sakit (akan melahirkan), maka penduduk langit dan bumi belum=
 pernah melihat pahala yang disediakan kepadanya dari pandangan mata (sanga=
t menyenangkan). Maka ketika dia melahirkan, tiadalah keluar seteguk susuny=
a dan anaknya menyusu seteguk, melainkan setiap tegukan susu itu berpahala =
satu kebaikan. Dan jika dia tidak tidur semalam, maka dia memperoleh pahala=
 seperti pahala memerdekakan tujuh puluh budak di jalan Allah (karena taat =
kepada Allah) dengan ikhlas=94 Pandangan tersebut mengajarkan bahwa kesakit=
an dan penderitaan saat melahirkan adalah lumrah dan untuk itu ibu akan dib=
eri ganjaran oleh Allah SWT. Bahkan pandangan tersebut menunjukkan kelahira=
n anak merupakan salah satu wujud bakti seorang ibu kepada Tuhannya karena =
ia telah mengekalkan generasi manusia di muka bumi dan menyenangkan Rasulul=
lah SAW dengan memperbanyak orang yang dibanggakan di hari Kiamat.=20

Selain sejumlah pandangan agaman yang tidak kondusif untuk menekan AKI, per=
soalan tingginya AKI menurut Musdah semakin diperparah oleh kuatnya pengaru=
h budaya patriakhal yang tumbuh dalam aspek kehidupan masyarakat yaitu pert=
ama, masyarakat kita masih menganut pendapat yang membedakan preferensi ber=
dasarkan seks. Laki-laki dalam segala hal lebih didahulukan/ diutamakan ata=
s perempuan. Budaya ini sudah mengental dan terbawa ke berbagai aspek kehid=
upan, seperti pendidikan, ekonomi dan politik, bahkan juga mempengaruhi pem=
ahaman keagamaan. Kedua, masyarakat kita masih menganut pendapat bahwa pere=
mpuan itu lemah sehingga jika mereka mengalami kesulitan penderitaan atau b=
ahkan kematian akibat melahirkan dianggap sebagai hal yang lumrah atau waja=
r.=20

Ketiga, masyarakat kita masih menganut pandangan bahwa hamil dan melahirkan=
 merupakan kodrat perempuan. Karena itu, penderitaan dan kesakitan, bahkan =
kematian yang dialami perempuan sebagai akibat dari fungsi-fungsi reproduks=
inya itu juga merupakan =93kodrat=94 yang sudah seharusnya di tanggung oleh=
 perempuan. Akibatnya penanganan kesakitan dan penderitaan selama hamil dan=
 penurunan angka kematian ibu bersalin sangat lambat dan kurang mendapat pe=
rhatian serius dari masyarakat, termasuk dari kaum perempuan itu sendiri. D=
an Keempat masyarakat kita masih memandang tanggungjawab ber KB adalah pere=
mpuan. Padahal fungsi manusia dalam meneruskan keturunan merupakan tugas su=
ci bersama antara laki-laki dan perempuan, bukan semata-mata kewajiban atau=
 kebutuhan perempuan.=20

Berkaitan dengan sejumlah persoalan AKI, baik yang terkait dengan faktor ag=
ama maupun budaya, ada beberapa hal yang menurut Musdah dapat dilakukan seb=
agai upaya untuk menekan AKI ini, diantaranya, (1) mengubah pandangan buday=
a yang selalu menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan mariginal y=
ang membuat perempuan tidak mandiri, tidak bisa mengambil keputusan dalam k=
eluarga khususnya yang menyangkut kesehatan keselamatan dirinya, (2) Melaku=
kan dekonstruksi atas pemahaman keagamaan yang tidak kondusif, khususnya ba=
gi upaya menekan AKI melahirkan dan selanjutnya memperkenalkan dan mensosia=
lisasikan ajaran-ajaran agama yang apresiatif terhadap nilai-nilai kemanusi=
aan, demokrasi, pluralisme serta kesetaraan dan keadilan gender. (3) Merevi=
si sistem pendidikan agama yang terlalu menekankan pada aspek kognitif sema=
ta, dan merumuskan suatu sistem pendidikan agama yang dapat mengubah perila=
ku keagamaan seseorang menjadi manusia yang berakhlak karimah dan peduli pa=
da persoalan sekitarnya. Dan (4) Melatih pemuka agama dari berbagai agama; =
kyai, nyai, pastor, pendeta, bikhsu dan sebagainya. Begitu juga dengan para=
 penghulu dan PPN di KUA, para penyuluh agama, Muballigh dan Muballighat ag=
ar memasukkan isu kematian ibu melahirkan dalam materi dakwah mereka dan be=
rsama jamaah mereka masing-masing untuk mencari solusi konkret dari persoal=
an tersebut.=20





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: