[ppi] [ppiindia] Mudik taunan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **



Seandainya saja ditanah air itu tidak punya keluarga,
bisa jadi tanah ini tidak akan pernah terinjak lagi.
Anda perasaan lesu dan putus asa menginjak tanah ini.

Bisa jadi karena pengalaman hidup bahwa banyak negara
lainnya yang pernah sama-sama miskin tapi berkat per-
juangan bersama ke arah satu titik point, akhirnya banyak 
negara lain itu beranjak menjadi salah satu negara yg
makmur dan moderen. 

Jadi inget bagaimana komentar orang bule terhadap kota-
kota yg mereka sebut kota kumuh spt Seoul, Bangkok, 
Tokyo, Taipeh, Sianghai tempo doeloe...dan kini yang
sangat kontras.

Tibalah dibandara ibu kota ini dan sedang antri menuju 
gerbang imigrasi. Antrian itu ada enam. Yang mengantri 
manusianya itu lebih berocrak ragam. Malahan ada kecon-
dongan banyak manusia yang antri itu terdiri dari ka-
langan rakyat. Karena TKW, membuat perjalanan keluar 
negeri itu menjadi hal cetek.

Bisa jadi karena itu  pula pegawai imigrasi menganggap
antrian-antrian itu hanya terdiri dari orang-orang cetek
dan akibatnya respek vis a vis client itu buruk.

" Banyak antrian apa kagak, bukan karena itu penghasilan 
gue akan naik, sebel gue ! " seperti itu lho kalau bisa 
dibayangkan gerutu pegawai negeri yang disana itu.

" Anda punya lembaran imigrasi yang satunya lagi tidak ? "
tanya petugas ini. Lucu juga kalau diperhatikan, pegawai
itu hampir semuanya mereka berkumis, kecuali petugas yg 
satu, perempuan. Aneh juga memang, (dari segi ke-asia-an
yg hampir punah itu) di Indonesia itu laki keranjingan
berkumis. Sepertinya kalau tidak berkumis, apa itu ya...
sebut saja kurang jantan, kurang macho. Ada sejenis pan-
dangan primitif yg dipunyai juga oleh sebangsa Turki, Al-
bania, Bangladesh duh apalagi Pakistan... 

" Maskapai penerbangan hanya mengasihkan 2 lembaran imi-
grasi saja dan yang bapak maksud saya tidak pernah diso-
dorin " saya bilang.

" Itu lho yang panjangan dan warnanya 'ijo. Coba saja cari
diujunung sana lalu isi dan langsung saja datang ke saya
tidak usah antri lagi. " kata petugas.

Antrian ditinggalin lalu disambut oleh seorang petugas lain-
nya sepertinya sudah tau senario. 

" Perlu formulir spt ini ya ? Sini...sini biar saya yang 
ngisi " kata petugas tambahan diluar jalur antrian ini.
Kok "cakah-cikih" ( bhs londo; segut )amat petugas yang 
satu ini saya pikir.

Lalu dia isi garis demi garis, dan saya nonton disebelahnya
seperti seseorang buta huruf dan tidak menulis.

Dengan perlahan-lahan si petugas berucap :
" Tolong tanda tangan disini ya pak...dan tolong kasih uang
ongkosnya".

" Apa ?! " kata saya setengah teriak. " Kalau maunya minta
uang, ya saya bisa isi sendiri pak !! " suara saya tambah
mengeras.

" Ya kalo mau ngasih aja sih, kalo tidak ya tidak usah "
kata si petugas menciut, grogy. Saya ambil kertas imigrasi
yang dia isi dan saya tinggalin si petugas seperti peminta-
minta itu. Saya menjauh, si petugas menggerutu yang sayup-
sayup, tidak jelas.

Kembali menghadap petugas imigrasi dengan tidak usah antri
lagi. Petugas membuka halaman demi halaman passport. Pas di
sebelah petugas dia, koleganya yang satu lagi sedang interview
seorang ibu muda.

" Hehhh lama amat sih si bapak ngeluqtin tiket pesawat. Kasih
duit biar cepat " kata si koleganya itu. Si penumpang pesawat
itu tidak berbahasa Indonesia, istrinya yang membantu nunjukkin
tiket pesat.

" Dia suami ibu ya ? " kata koleganya sambil melilit-lilit
kumisnya. 

" Wah pinteran si ibu dapetin yg tua tapi kaya " kata petugas 
yg sedang ngurus saya ini, sambil nunggu reaksi dari ibu yang
tidak kunjung juga.

Yeahh baikan memang tidak usah dilayani kelakuan para petugas
imigrasi ini. Kelakuan seperti begitu itu katanya sudah menjadi
hal biasa ditanah air ini. 

Dengan perasaan lega meninggalkan bagian imigrasi ini. Perasa-
an tambah tidak enak menginjak tanah air seperti demikian ini.
Terasa busuk, moral bajingan dan no future ! 


- Ade -
__________________________________
http://indonews.free.fr











------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: