[ppi] [ppiindia] Mewariskan Islam yang Damai

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
RIAU POS

Mewariskan Islam yang Damai 



      Jumat, 26 Mei 2006  
      MENGAMATI fenomena Islam yang muncul ke permukaan akhir-akhir ini, ada 
satu kecen derungan yang menarik untuk dilihat di mana semacam ada gerakan 
''Pembaruan Islam'' dalam skala yang lebih luas. Gerakan ini secara ideologis 
sebenarnya tidak jauh beda dengan gerakan pembaruan Islam yang terjadi abad 
XVIII dimana terkesan sangat bernuansa Arabisme-Wahabis. Tapi, nuansa 
perbedaannya hanya terdapat pada strategi yang digunakan, kalau pembaruan Islam 
abad XVIII lebih mengedepankan pendekatan kultural sedangkan pembaruan Islam 
yang terjadi pada abad XXI ini tidak hanya menggunakan pendekatan kultural, 
tapi juga pendekatan struktural. 

      Secara kultural, pembaruan dilakukan sangat sistematis dan terorganisir 
dengan baik. Yang menjadi sasaran utama adalah komunitas perguruan tinggi. 
Karena komunitas intelektual dinilai sebagai sasaran yang potensial untuk 
memasarkan ideologi pembaruan Islam itu. Secara struktural, mereka sudah masuk 
ke dalam institusi-institusi pemerintahan yang ada. Sedikit banyak gerakan ini 
sudah mewarnai corak kebijakan dari pemerintahan yang berlangsung. Sebagai 
bukti untuk itu, disadari atau tidak, lahirnya undang-undang yang diproduk 
untuk mengakomodir kepentingan untuk menerapkan syariat Islam. Strategi ini 
terpaksa ditempuh mengingat isu syariat Islam dalam konteks Indonesia hari ini 
tidak laku jual dan sangat dilematis. Tapi, tidak tertutup kemungkinan bila 
sampai saatnya nanti, bila komunitas gerakan ini sudah mulai mendominasi, akan 
berhasil.

      Gerakan pembaruan Islam, kalau boleh dikatakan seperti itu, sampai 
setakat ini kondisinya belum maju. Secara umum mayoritas umat Islam memandang 
positif gerakan ini sebab visi yang diperjuangkannya sangat kental bernuansa 
keislaman. Namun, bila dilihat secara jeli dan jujur, dimensi Islam yang 
ditampilkan oleh gerakan ini sebenarnya sangat radikal. Ada nuansa pemaksaan 
kehendak secara sepihak dan mengkebiri hak-hak otonom individu untuk 
berekspresi. Akibatnya, telah terjadi semacam proses penghakiman moral secara 
sewenang-wenang yang berdasarkan dalih-dalih keagamaan dan tidak tertutup 
kemungkinan akan berujung pada tindak kekerasan, seperti teror religius, 
pemukulan, penghancuran dan tindak anarkhisme lainnya. Aksi seperti itu, 
dipandang sah karena dibangun atas dasar pemahaman keagamaan.

      Bila model Islam seperti ini yang tampil ke permukaan, maka dengan 
sendirinya akan mencoreng citra Islam yang luhur sebagai agama damai dan 
mendatangkan rahmat bagi semesta alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnya 
gerakan pembaruan Islam yang berwujud ekstrimisme itu ditinjau kembali. Jikalau 
tidak, semakin lama kekuatan mereka akan mendominasi baik secara struktural 
maupun kultural. Bila ini yang terjadi, maka wajah moderat dan toleran yang 
dimiliki oleh Islam Indonesia selama ini akan berubah menjadi wajah yang garang 
dan menakutkan.

      Perlu Sikap Lain
      Langkah yang strategis untuk membendung berkembangnya ekstrimisme Islam 
dalam skala yang lebih besar di Indonesia hari ini adalah dengan cara 
merevitaliasi spirit Islam tradisionalis. Karena model Islam yang seperti 
inilah yang cocok untuk konteks Indonesia yang heterogen. Tentu saja Islam 
tradisionalis yang dimaksud di sini tidak dimaknai secara definitif, tapi lebih 
mengacu kepada sikap dan moralitas Islam yang dianut kaum tradisionalis yang 
sangat toleran dan moderat dalam menghadapi fenomena keberagamaan pemahaman dan 
keyakinan serta mampu mengakomodasi nilai-nilai tradisional.

      Bagi Islam tradisionalis, perbedaan tidak mesti harus disikapi dengan 
permusuhan karena hal itu hanya akan menciptakan permusuhan yang baru. 
Perbedaan harus disikapi dengan cara bijak dan saling menghormati. Prinsip ini 
bisa diamati dengan jelas dalam warisan intelektualitas Islam klasik yang 
sangat plural dan beragam pendapat dimana yang satu tak pernah menyalahkan yang 
lainnya. Implementasi dari cara berpikir yang bernas ini, membuat Islam 
tradisionalis tidak hanya berpegang pada satu mazhab pemikiran saja, tapi juga 
mengakomodasi mazhab pemikiran lainnya. 

      Demikian pula dalam menyikapi fenomena kejahatan (kemaksiatan) baik 
secara individual maupun sosial. Islam model ini tidak mengedepankan pendekatan 
emosional dan kekerasan, karena pendekatan tersebut tidak akan mampu 
menyelesaikan masalah secara tuntas. Kejahatan (kemaksiatan) itu senantiasa ada 
sepanjang perjalanan sejarah manusia dan ia akan selalu mendapatkan ruang dan 
salurannya. Oleh sebab itu, kejahatan itu dihancurkan secara bertahap. Sikap 
yang emosional dan reaksioner dalam menyikapi kemaksiatan hanya akan membuat 
kemaksiatan itu senantiasa tumbuh dan berkembang. Islam tradisionalis dalam 
menyikapi fenomena ini lebih mengedepankan pendekatan kultural dan dakwah 
individual. Pelaku kriminal tidak harus dimusuhi dan dijauhi, tapi harus 
didekati secara persuasif untuk selanjutnya diberikan pembinaan moralitas 
secara intensif sehingga tumbuh kesadaran penuh untuk memperbaiki diri.

       Islam yang Damai 
      Demikian gambaran sekelumit model Islam tradisionalis, sebagaimana 
disebutkan di atas yang sangat santun dan bijak dalam menyikapi setiap fenomena 
sosial dan keagamaan yang berkembang dalam masyarakat. Berbeda dengan model 
Islam yang garang yang melihat segala sesuatu dari sudut pandang hitam-putih 
berdasarkan kreteria dan batasan yang menghakimi. Kebenaran hanya berada di 
dalam wilayah penafsiran mereka yang dipandang sebagai hal yang mainstream. Di 
luar penafsiran itu dianggap menyimpang atau sesat dan wajib untuk diperangi 
tanpa alasan apapun. Akibatnya, terjadilah semacam sakralisasi pemahaman yang 
dibangun atas dasar sentimen keagamaan yang berlebihan. 

      Sehingga tidak ada ruang lagi bagi pemahaman keagamaan lainnya. Akhir 
dari semua proses ini akan berujung pada pemaksaan kehendak dan penghakiman 
secara sepihak. Sampai di sini, pertanyaannya adalah apakah kita akan mengubah 
wajah Islam yang santun dan toleran itu menjadi wajah Islam yang menyeramkan? 
Tentu saja hal itu tidak mungkin untuk dilakukan, karena secara naluriah 
manusia tidak suka dengan wajah yang garang. Oleh sebab itu, mewariskan dan 
melestarikan wajah Islam yang manis dan damai merupakan tanggung jawab yang 
harus dikedepankan oleh setiap individu Muslim. Model beragama seperti inilah 
yang akan memberikan citra dan masa depan yang baik bagi Islam. *** 


      Amrizal, peminat masalah keagamaan tinggal di Kota Bengkalis. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: