[ppi] [ppiindia] Mewariskan Islam yang Damai
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 May 2006 05:08:37 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
RIAU POS
Mewariskan Islam yang Damai
Jumat, 26 Mei 2006
MENGAMATI fenomena Islam yang muncul ke permukaan akhir-akhir ini, ada
satu kecen derungan yang menarik untuk dilihat di mana semacam ada gerakan
''Pembaruan Islam'' dalam skala yang lebih luas. Gerakan ini secara ideologis
sebenarnya tidak jauh beda dengan gerakan pembaruan Islam yang terjadi abad
XVIII dimana terkesan sangat bernuansa Arabisme-Wahabis. Tapi, nuansa
perbedaannya hanya terdapat pada strategi yang digunakan, kalau pembaruan Islam
abad XVIII lebih mengedepankan pendekatan kultural sedangkan pembaruan Islam
yang terjadi pada abad XXI ini tidak hanya menggunakan pendekatan kultural,
tapi juga pendekatan struktural.
Secara kultural, pembaruan dilakukan sangat sistematis dan terorganisir
dengan baik. Yang menjadi sasaran utama adalah komunitas perguruan tinggi.
Karena komunitas intelektual dinilai sebagai sasaran yang potensial untuk
memasarkan ideologi pembaruan Islam itu. Secara struktural, mereka sudah masuk
ke dalam institusi-institusi pemerintahan yang ada. Sedikit banyak gerakan ini
sudah mewarnai corak kebijakan dari pemerintahan yang berlangsung. Sebagai
bukti untuk itu, disadari atau tidak, lahirnya undang-undang yang diproduk
untuk mengakomodir kepentingan untuk menerapkan syariat Islam. Strategi ini
terpaksa ditempuh mengingat isu syariat Islam dalam konteks Indonesia hari ini
tidak laku jual dan sangat dilematis. Tapi, tidak tertutup kemungkinan bila
sampai saatnya nanti, bila komunitas gerakan ini sudah mulai mendominasi, akan
berhasil.
Gerakan pembaruan Islam, kalau boleh dikatakan seperti itu, sampai
setakat ini kondisinya belum maju. Secara umum mayoritas umat Islam memandang
positif gerakan ini sebab visi yang diperjuangkannya sangat kental bernuansa
keislaman. Namun, bila dilihat secara jeli dan jujur, dimensi Islam yang
ditampilkan oleh gerakan ini sebenarnya sangat radikal. Ada nuansa pemaksaan
kehendak secara sepihak dan mengkebiri hak-hak otonom individu untuk
berekspresi. Akibatnya, telah terjadi semacam proses penghakiman moral secara
sewenang-wenang yang berdasarkan dalih-dalih keagamaan dan tidak tertutup
kemungkinan akan berujung pada tindak kekerasan, seperti teror religius,
pemukulan, penghancuran dan tindak anarkhisme lainnya. Aksi seperti itu,
dipandang sah karena dibangun atas dasar pemahaman keagamaan.
Bila model Islam seperti ini yang tampil ke permukaan, maka dengan
sendirinya akan mencoreng citra Islam yang luhur sebagai agama damai dan
mendatangkan rahmat bagi semesta alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnya
gerakan pembaruan Islam yang berwujud ekstrimisme itu ditinjau kembali. Jikalau
tidak, semakin lama kekuatan mereka akan mendominasi baik secara struktural
maupun kultural. Bila ini yang terjadi, maka wajah moderat dan toleran yang
dimiliki oleh Islam Indonesia selama ini akan berubah menjadi wajah yang garang
dan menakutkan.
Perlu Sikap Lain
Langkah yang strategis untuk membendung berkembangnya ekstrimisme Islam
dalam skala yang lebih besar di Indonesia hari ini adalah dengan cara
merevitaliasi spirit Islam tradisionalis. Karena model Islam yang seperti
inilah yang cocok untuk konteks Indonesia yang heterogen. Tentu saja Islam
tradisionalis yang dimaksud di sini tidak dimaknai secara definitif, tapi lebih
mengacu kepada sikap dan moralitas Islam yang dianut kaum tradisionalis yang
sangat toleran dan moderat dalam menghadapi fenomena keberagamaan pemahaman dan
keyakinan serta mampu mengakomodasi nilai-nilai tradisional.
Bagi Islam tradisionalis, perbedaan tidak mesti harus disikapi dengan
permusuhan karena hal itu hanya akan menciptakan permusuhan yang baru.
Perbedaan harus disikapi dengan cara bijak dan saling menghormati. Prinsip ini
bisa diamati dengan jelas dalam warisan intelektualitas Islam klasik yang
sangat plural dan beragam pendapat dimana yang satu tak pernah menyalahkan yang
lainnya. Implementasi dari cara berpikir yang bernas ini, membuat Islam
tradisionalis tidak hanya berpegang pada satu mazhab pemikiran saja, tapi juga
mengakomodasi mazhab pemikiran lainnya.
Demikian pula dalam menyikapi fenomena kejahatan (kemaksiatan) baik
secara individual maupun sosial. Islam model ini tidak mengedepankan pendekatan
emosional dan kekerasan, karena pendekatan tersebut tidak akan mampu
menyelesaikan masalah secara tuntas. Kejahatan (kemaksiatan) itu senantiasa ada
sepanjang perjalanan sejarah manusia dan ia akan selalu mendapatkan ruang dan
salurannya. Oleh sebab itu, kejahatan itu dihancurkan secara bertahap. Sikap
yang emosional dan reaksioner dalam menyikapi kemaksiatan hanya akan membuat
kemaksiatan itu senantiasa tumbuh dan berkembang. Islam tradisionalis dalam
menyikapi fenomena ini lebih mengedepankan pendekatan kultural dan dakwah
individual. Pelaku kriminal tidak harus dimusuhi dan dijauhi, tapi harus
didekati secara persuasif untuk selanjutnya diberikan pembinaan moralitas
secara intensif sehingga tumbuh kesadaran penuh untuk memperbaiki diri.
Islam yang Damai
Demikian gambaran sekelumit model Islam tradisionalis, sebagaimana
disebutkan di atas yang sangat santun dan bijak dalam menyikapi setiap fenomena
sosial dan keagamaan yang berkembang dalam masyarakat. Berbeda dengan model
Islam yang garang yang melihat segala sesuatu dari sudut pandang hitam-putih
berdasarkan kreteria dan batasan yang menghakimi. Kebenaran hanya berada di
dalam wilayah penafsiran mereka yang dipandang sebagai hal yang mainstream. Di
luar penafsiran itu dianggap menyimpang atau sesat dan wajib untuk diperangi
tanpa alasan apapun. Akibatnya, terjadilah semacam sakralisasi pemahaman yang
dibangun atas dasar sentimen keagamaan yang berlebihan.
Sehingga tidak ada ruang lagi bagi pemahaman keagamaan lainnya. Akhir
dari semua proses ini akan berujung pada pemaksaan kehendak dan penghakiman
secara sepihak. Sampai di sini, pertanyaannya adalah apakah kita akan mengubah
wajah Islam yang santun dan toleran itu menjadi wajah Islam yang menyeramkan?
Tentu saja hal itu tidak mungkin untuk dilakukan, karena secara naluriah
manusia tidak suka dengan wajah yang garang. Oleh sebab itu, mewariskan dan
melestarikan wajah Islam yang manis dan damai merupakan tanggung jawab yang
harus dikedepankan oleh setiap individu Muslim. Model beragama seperti inilah
yang akan memberikan citra dan masa depan yang baik bagi Islam. ***
Amrizal, peminat masalah keagamaan tinggal di Kota Bengkalis.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Mewariskan Islam yang Damai