[ppi] [ppiindia] Merekonstruksi Visi Gerakan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 1 Jan 2005 00:20:10 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=149242
Sabtu, 01 Jan 2005,
Merekonstruksi Visi Gerakan
Oleh Zacky Khairul Umam *
Sungguh paradoks, disorientasi gerakan mahasiswa membuat elan vitalnya
sebagai pembawa kekuatan moral publik menjadi muspra. Bayangkan, bukan
kesatuan visi dan aksi yang dihimpun dalam sebuah entitas gerakan, melainkan
terjadi faksionalisasi. Jika tak ada musuh besar bersama, memang sulit
menyatukan kekuatan mahadahsyat dari gerakan mahasiswa itu.
Apalagi kondisi sosial-ideologis mahasiswa menunjukkan satuan-satuan
parsialitas yang plural. Dan narsisisme himpunan mahasiswa malah akan
menambah kemustahilan menjalin satu kekuatan kolektif dalam membangun
perjuangan bersama. Jadi, fenomena umum pada gerakan mahasiswa, diakui atau
tidak, merupakan gerakan golongan kepentingan (interest group movement).
Entah itu kepentingan ideologis, politis, ekonomis, etnis, daerah, dan lain
sebagainya.
Indikasinya ialah aksi sosial yang sektarian. Dalam arti, tidak ada kesatuan
gerakan secara masif dan tergabung dalam satu jaringan yang utuh. Yakni,
aksi-aksi sosial yang dibangun itu bukan merupakan aksi solidaritas bersama,
namun mengandalkan pada kekuatan egoisme gerakan sendiri an sich.
Masing-masing himpunan mahasiswa merasa hanya dirinyalah yang paling legitim
dan terunggul karena, misalnya, berasal dari universitas ternama atau dari
himpunan ekstrakampus terbesar.
Datangnya kebijakan pemerintah yang tak populis, seperti mahalnya
pendidikan, alokasi anggaran APBN yang tak proporsional, kenaikan harga BBM,
dan seterusnya bukan disikapi dengan solusi cerdas dan terintegrasi. Justru
lebih mengandalkan pada keinginan untuk merasa unggul dan menang sendiri.
Pada kasus kenaikan harga elpiji dan pertamax kemarin, aksi membakar tanki
minyak dari sekelompok mahasiswa bukan malah menambah solidaritas mahasiswa
lainnya, karena terkesan vandalistik dan terlihat kekurangcerdasan dalam
menyikapi kebijakan pemerintah itu.
Ini merupakan kondisi yang riil terjadi dan mesti kita terima secara kritis.
Bukan hanya itu, sekumpulan mahasiswa dalam kelompok studi-kelompok studi
cenderung sepi. Alih-alih membahas dan berdebat mengenai persoalan negara,
bangsa, rakyat, masyarakat, maupun kehidupan sosial lainnya secara
konstruktif dan kontinu, justru ketika kita saksikan langsung, relatif tidak
ada. Kalaupun ada, jumlahnya dapat dihitung dengan jari.
Bahkan, kita temukan dalam aktivitas formal dan informal, jarang aktivitas
mahasiswa yang cinta akan intelektualitas dan etika akademis yang dapat
dibanggakan. Tugas-tugas kuliah, diskusi intensif, dan daya analisis
akademis relatif sedikit ditekuni mahasiswa secara antusias. Kalaupun
tampaknya rajin menekuni aktivitas intelektual, membuat makalah ilmiah dan
skripsi contohnya, tidak lebih dari sekadar tindakan plagiat dan melanggar
etika akademis secara konkret. Kita semakin sulit menemukan tipe ideal (das
solen) mahasiswa dalam realitasnya (das sein).
Justru kita semakin sedih melihat orientasi dan fokus aktivitas mahasiswa
yang sangat jauh dari iklim intelektualitas, moral-etis, serta antusiasme
gerakan. Bayangkan, tidak sedikit dari lingkungan mahasiswa yang menggeluti
"kelompok band" secara masal dan menjadi aktivitas rutin. Kegiatan yang
menuju dan dipengaruhi gaya hidup hedonistis-materialistis seakan sudah
menjadi kehidupan mahasiswa taken for granted.
Padahal, mind set dalam diri sebagian besar mahasiswa mendatangkan banyak
mudarat daripada manfaat. Tidak salah memang untuk mengikuti kegiatan
hiburan dan semacamnya, tetapi porsinya mesti dikurangi dan diimbangi dengan
aktivitas mahasiswa idealnya.
Karena itu, pantas apabila khitah mahasiswa sebagai pemegang moral force
semakin utopis bagi mayoritas mahasiswa umumnya. Di satu sisi, itu lebih
disebabkan egoisme gerakan mahasiswa dan derasnya arus kehidupan yang
hedonistis pada kebanyakan mahasiswa di sisi yang lain. Maka, merekonstruksi
gerakan mahasiswa merupakan hal yang mutlak, conditio sine qua non. Yakni,
rekonstruksi terhadap visi gerakan mahasiswa itu.
Poin utama, merumuskan kembali fungsi dan visi dalam masing-masing himpunan
atau gerakan mahasiswa. Dalam arti, eksistensi gerakan mahasiswa sebagai
sebuah identitas yang khas harus jelas. Dengan memperjelas eksistensi
mahasiswa sebagai agen perubah serta pengarah perubahan sosial dan sebagai
pemegang kekuatan moral, itu akan membawa mahasiswa pada kesatuan visi
(common platform) bahwa tidak ada perjuangan yang hanya mengagungkan diri
dan kelompoknya. Semuanya memiliki andil yang relatif sama dalam
memanifestasikan elan vitalnya secara maksimal demi kepentingan masyarakat
secara luas.
Dus, merekonstruksi gerakan tidak sebatas pada introspeksi kolektivisme
individual, namun lebih mengarah pada pembentukan masyarakat mahasiswa
secara keseluruhan, utuh, dan tanpa penyekat pembatas. Maka, perlu dibangun
jaringan mahasiswa secara informal sebagai satu kesatuan serta tanpa
penyekat ideologis-politis. Jaringan mahasiswa itu dimaksudkan sebagai wadah
titik temu (melting pot) bagi gerakan mahasiswa dalam totalitas gerakan
moral dari berbagai golongan dan ideologi mahasiswa yang beragam.
Upaya menuju ke arah itu bukan sesuatu yang mustahil. Membentuk kesatuan
mahasiswa dalam jaringan gerakan moral adalah keniscayaan historis. Sebab,
identitas mahasiswa sebagai moral force pada hakikatnya merujuk pada
kesatuan mahasiswa secara luas, bukan ditafsirkan sebagai parsialitas
gerakan. Saatnya mahasiswa harus menyiasati setiap infiltrasi kultur hippies
yang hedonis-apatis dengan mengembalikan visi pada kekuatan moral yang
senantiasa dirinya merasa gelisah melihat penindasan sosial, kesenjangan
struktural, hegemoni politis, pembodohan kultural, dan sebagainya demi
perwujudan kehidupan masyarakat yang tercerahkan dan bebas dari berbagai
belenggu tirani sosial.
Akhirnya, kita tutup 2004 dengan refleksi konstruktif-liberatif pada
pembenahan gerakan moral mahasiswa menuju 2005 yang niscaya terdapat banyak
tantangan, guncangan, dan hambatan yang lebih kompleks. Wallahu a'lam
bish-shawab.
* Zacky Khairul Umam, pegiat Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Universitas
Indonesia, Depok
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Merekonstruksi Visi Gerakan