[ppi] [ppiindia] Menyalahkan Pihak Lain!
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 18 Apr 2006 05:53:36 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006041801050915
Selasa, 18 April 2006
BURAS
Menyalahkan Pihak Lain!
H. Bambang Eka Wijaya:
"KENAPA sih warga desamu sering jadi berita koran bentrok antardesa?"
tanya Edi.
"Bukan ulah warga desaku!" jawab Edo. "Tapi warga desa seberang yang
menyerang kami!"
"Maksudmu warga seberang itu mirip negara tetangga kita, suka cari
gara-gara, memberi visa ke pelarian asal negeri kita?" lanjut Edi. "Persis!
Begitulah!" timpal Edo.
"Lantas, kenapa dari tadi tanganmu memilin-milin perutmu terus?" tanya
Edi.
"Penjual bakso tadi, cabai rawit yang dia buat sambal!" jawab Edo.
"Perutku jadi mulas!"
"Begitu?" sambut Edi. "Rupanya atas segala sesuatu yang menimpa dirimu,
warga desa atau kelompokmu, bahkan bangsamu, semua salah orang lain atau pihak
lain?"
"Nyatanya kan memang begitu!" timpal Edo.
"Memang bisa tampak seperti itu!" tukas Edi. "Tapi sesungguhnya, karena
kita terbiasa mencari kesalahan dan melempar kesalahan itu pada orang lain! Itu
karena kita sebagai pribadi, sebagai kelompok atau golongan atau bahkan sebagai
bangsa, belum terbiasa mencari kesalahan pada diri kita sendiri, ogah
introspeksi, sehingga kita tak pernah bisa memperbaiki kesalahan diri kita!
Akibatnya, kita selalu terjebak dari satu kesalahan ke kesalahan baru lainnya!"
"Tapi semua yang kukatakan tadi benar, apalagi cabai rawit di tukang
bakso!" tegas Edo.
"Tukang bakso membuat sambal dari cabai rawit supaya sedikit saja terasa
pedas!" timpal Edi. "Pelanggan yang harus mengukur sendiri seberapa kuat ia
menahan pedas! Jadi salahmu, berlebihan mengambil sambal! Tak bisa kau salahkan
tukang bakso!"
"Dia harus pasang pemberitahuan itu cabai rawit agar orang tidak salah
ambil!" tukas Edo.
"Tak ada tukang bakso pinggir jalan melabeli mangkuk sambalnya!" entak
Edi. "Mereka menganggap para pelanggan orang waras, menggunakan logika, common
sense, akal sehat, memahami cabai dan konsekuensinya! Yang kumaksud dari semua
itu, kalau kita tetap dengan kebiasaan cuma bisa melempar kesalahan pada orang
lain, kita tak pernah mengoreksi diri dan memperbaiki kesalahan kita baik
sebagai pribadi, kelompok, maupun bangsa! Kita akan tetap serbasalah seperti
sekarang! Susah maju! Sebab, kerja kita cuma mengulang dan mengulang kesalahan,
tak pernah belajar dari kesalahan!"
"Kentara sekali kau tak memahami filosofi bangsa kita!" potong Edo.
"Maksudku filosofi kontekstual, yang realistis mengarahkan perilaku aktual masa
kini!"
"Filosofi kontekstual seperti apa?" kejar Edi.
"Kebiasaan menangguk di air keruh!" tegas Edo. "Kalau keruh, baik-buruk
dan salah-benar susah dibedakan! Orang tetap bisa merasa benar sekalipun yang
dilakukannya salah, dengan melempar setiap kesalahan ke pihak lain! Konon lagi
kalau dengan begitu bisa menangguk keuntungan buat pribadi atau kelompoknya!"
"Gawat!" sambut Edi. "Dengan filosofi kontekstualmu itu kita makin sukar
keluar dari multikrisis yang telah membenam bangsa sewindu lebih!" ****
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Menyalahkan Pihak Lain!