[ppi] [ppiindia] Menteri SBY Keteteran

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/1/o1.htm


Menteri SBY Keteteran



RAKYAT negeri ini sepertinya tidak putus dirundung malang. Berbagai himpitan 
masalah tidak juga mengendur. Justru semakin membelit dan membuat susah 
bernapas. Pemerintah, lewat para menterinya yang diharapkan segera menjadi dewa 
penolong, justru kinerjanya semakin disorot. Faktanya memang demikian.

Seperti diberitakan Bali Post, Rabu (31/8) kemarin, mantan Gubernur Lemhanas 
Prof. Ermaya Suradinata menyayangkan kinerja para menteri SBY yang tergabung 
dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Kata dia, mereka ini tidak mampu mengimbangi 
kerja keras yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga 
para menteri itu tampak keteteran.

Akibatnya, lanjut Ermaya yang digantikan Prof. Muladi itu, banyak program kerja 
SBY kurang disikapi dengan bagus. Dampak lainnya, lanjutnya, merosotnya nilai 
rupiah terhadap dolar AS. Bahkan, masalah dalam negeri yang semakin kompleks 
tidak bisa diatasi dengan segera.

Kalau merunut ke belakang saat-saat awal SBY-Kalla dilantik, mengemuka usulan 
dari orang-orang dekat SBY saat itu bahwa si empunya Puri Cikeas, Bogor ini 
akan membentuk suatu badan independen, di luar kabinet. Tugas utamanya adalah 
mengevaluasi kinerja para menteri. Sitelah dievaluasi, maka laporannya akan 
diserahkan kepada Presiden. Di tangan Presidenlah kemudian diputuskan bagaimana 
penilaian bawahannya itu.

Namun sayangnya, ide itu kemudian sirna begitu saja di tengah hiruk-pikuk 
euforia kemenangan SBY. Selain itu, juga, kalau lembaga itu terbentuk akan 
tumpang tindih dengan keberadaan kabinet itu sendiri. Juga muncul kegelisahan, 
lembaga itu akan menjadi kabinet bayangan yang bisa-bisa mengganggu kinerja dan 
malah akan memperburuk situasi.

Dalam konteks ini, kita tidak akan mengacu pada pembentukan lembaga tersebut 
tetapi pada ide proses mengevaluasi kinerja para menteri. Evaluasi itu 
sangatlah perlu di tengah kondisi himpitan masalah multidimensi saat ini. 
Dengan demikian, setidaknya akan kelihatan kerja para menteri dengan indikator 
masalah yang ditanganinya tersebut. Ada kemajuan, stagnan atau justru malah 
mundur.

Pada saat yang sama juga, kemarin Presiden sendiri mengakui beban yang dihadapi 
pemerintahnya saat ini sangatlah berat. Merosotnya nilai rupiah terhadap dolar 
AS merupakan pukulan yang cukup telak. Tetapi untunglah kemudian SBY cepat 
bertindak sehingga kepercayaan pasar terhadap rupiah sedikit terangkat. Cuma, 
masalahnya sampai kapan kepercayaan itu dapat dijaga dan dipelihara?

Memang, saat ini masyarakat tengah mengalami krisis kepercayaan yang sangat 
parah. Terlebih-lebih lagi krisis kepercayaan kepada para pemimpinnya. Tidak 
dapat dimungkiri, lambannya penyelesaian krisis yang terjadi di negeri ini 
lebih banyak karena faktor tersebut. Kalau membandingkan dengan negara lain 
yang mengalami krisis yang kurang lebih sama, mereka cenderung cepat pulih 
karena adanya kepercayaan kepada para pemimpinnya.

Banyak solusi yang ditawarkan, apakah itu akan menjadi obat mujarab? Belum 
tentu. Namun yang jelas, pemerintahan SBY harus bekerja ekstra keras. Para 
menteri bidang ekonomi SBY yang dinilai tidak becus diharapkan mampu menjawab 
tudingan itu dengan prestasi kerja yang lebih baik. SBY jangan lagi, seperti 
dikatakan Prof. Ermaya, mentoleransi para menterinya yang yang berjiwa yes-men 
dan hanya menghamba pada kekuasaan.

Ketika pemerintah tidak juga mampu menarik rakyat dari kubangan krisis, banyak 
pihak memang menawarkan solusi. Salah satunya adalah reshuffle kabinet. Apakah 
ini tepat? Tidak seorang pun berani menjamin seratus persen. Seperti 
diungkapkan salah seorang anggota DPR-RI Taufiq Kiemas, langkah resuffle justru 
bisa menambah keadaan lebih gawat lagi kalau tidak dilakukan secara tepat dan 
penggantinya pun tidak pas.

Lebih lanjut suami mantan Presiden Megawati ini kemudian mencontohkan saat 
istrinya memimpin negeri ini. Saat itu Mega juga didesak melakukan resuffle, 
namun ditolak karena kondisinya tidak tepat. Apalah semua alasan itu, yang 
jelas kinerja para menteri yang tidak optimal dan keteteran, ujung-ujungnya 
rakyatlah yang jadi korban


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: