[ppi] [ppiindia] Menteri SBY Keteteran
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 1 Sep 2005 00:07:01 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/1/o1.htm
Menteri SBY Keteteran
RAKYAT negeri ini sepertinya tidak putus dirundung malang. Berbagai himpitan
masalah tidak juga mengendur. Justru semakin membelit dan membuat susah
bernapas. Pemerintah, lewat para menterinya yang diharapkan segera menjadi dewa
penolong, justru kinerjanya semakin disorot. Faktanya memang demikian.
Seperti diberitakan Bali Post, Rabu (31/8) kemarin, mantan Gubernur Lemhanas
Prof. Ermaya Suradinata menyayangkan kinerja para menteri SBY yang tergabung
dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Kata dia, mereka ini tidak mampu mengimbangi
kerja keras yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga
para menteri itu tampak keteteran.
Akibatnya, lanjut Ermaya yang digantikan Prof. Muladi itu, banyak program kerja
SBY kurang disikapi dengan bagus. Dampak lainnya, lanjutnya, merosotnya nilai
rupiah terhadap dolar AS. Bahkan, masalah dalam negeri yang semakin kompleks
tidak bisa diatasi dengan segera.
Kalau merunut ke belakang saat-saat awal SBY-Kalla dilantik, mengemuka usulan
dari orang-orang dekat SBY saat itu bahwa si empunya Puri Cikeas, Bogor ini
akan membentuk suatu badan independen, di luar kabinet. Tugas utamanya adalah
mengevaluasi kinerja para menteri. Sitelah dievaluasi, maka laporannya akan
diserahkan kepada Presiden. Di tangan Presidenlah kemudian diputuskan bagaimana
penilaian bawahannya itu.
Namun sayangnya, ide itu kemudian sirna begitu saja di tengah hiruk-pikuk
euforia kemenangan SBY. Selain itu, juga, kalau lembaga itu terbentuk akan
tumpang tindih dengan keberadaan kabinet itu sendiri. Juga muncul kegelisahan,
lembaga itu akan menjadi kabinet bayangan yang bisa-bisa mengganggu kinerja dan
malah akan memperburuk situasi.
Dalam konteks ini, kita tidak akan mengacu pada pembentukan lembaga tersebut
tetapi pada ide proses mengevaluasi kinerja para menteri. Evaluasi itu
sangatlah perlu di tengah kondisi himpitan masalah multidimensi saat ini.
Dengan demikian, setidaknya akan kelihatan kerja para menteri dengan indikator
masalah yang ditanganinya tersebut. Ada kemajuan, stagnan atau justru malah
mundur.
Pada saat yang sama juga, kemarin Presiden sendiri mengakui beban yang dihadapi
pemerintahnya saat ini sangatlah berat. Merosotnya nilai rupiah terhadap dolar
AS merupakan pukulan yang cukup telak. Tetapi untunglah kemudian SBY cepat
bertindak sehingga kepercayaan pasar terhadap rupiah sedikit terangkat. Cuma,
masalahnya sampai kapan kepercayaan itu dapat dijaga dan dipelihara?
Memang, saat ini masyarakat tengah mengalami krisis kepercayaan yang sangat
parah. Terlebih-lebih lagi krisis kepercayaan kepada para pemimpinnya. Tidak
dapat dimungkiri, lambannya penyelesaian krisis yang terjadi di negeri ini
lebih banyak karena faktor tersebut. Kalau membandingkan dengan negara lain
yang mengalami krisis yang kurang lebih sama, mereka cenderung cepat pulih
karena adanya kepercayaan kepada para pemimpinnya.
Banyak solusi yang ditawarkan, apakah itu akan menjadi obat mujarab? Belum
tentu. Namun yang jelas, pemerintahan SBY harus bekerja ekstra keras. Para
menteri bidang ekonomi SBY yang dinilai tidak becus diharapkan mampu menjawab
tudingan itu dengan prestasi kerja yang lebih baik. SBY jangan lagi, seperti
dikatakan Prof. Ermaya, mentoleransi para menterinya yang yang berjiwa yes-men
dan hanya menghamba pada kekuasaan.
Ketika pemerintah tidak juga mampu menarik rakyat dari kubangan krisis, banyak
pihak memang menawarkan solusi. Salah satunya adalah reshuffle kabinet. Apakah
ini tepat? Tidak seorang pun berani menjamin seratus persen. Seperti
diungkapkan salah seorang anggota DPR-RI Taufiq Kiemas, langkah resuffle justru
bisa menambah keadaan lebih gawat lagi kalau tidak dilakukan secara tepat dan
penggantinya pun tidak pas.
Lebih lanjut suami mantan Presiden Megawati ini kemudian mencontohkan saat
istrinya memimpin negeri ini. Saat itu Mega juga didesak melakukan resuffle,
namun ditolak karena kondisinya tidak tepat. Apalah semua alasan itu, yang
jelas kinerja para menteri yang tidak optimal dan keteteran, ujung-ujungnya
rakyatlah yang jadi korban
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: