[ppi] [ppiindia] Menko Polhukam Widodo AS: Selesaikan Masalah Papua Melalui Otsus
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 29 Mar 2006 15:16:34 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Refleksi: Otonomi khusus maupun tidak khusus atau istimewa luar biasa bukan hal
baru dalam sejarah Indonesia merdeka. Pada kenyataannya otonomi adalah hanya
penambahan birokrat adminstrasi penguasa dengan tugas mulia: "menginjak
kebawah dan menjilat keatas" . Tidak ada satu contoh dari apa yang dinamakan
otonomi-otonomian ini yang bisa dibanggakan sebagai model perbaikan tingkat
hidup penduduk setempat.
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/03/29/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Menko Polhukam Widodo AS: Selesaikan Masalah Papua Melalui Otsus
JAYAPURA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam)
Widodo AS meminta semua pihak di wilayah Papua bersama pemerintah daerah
menjaga keamanan supaya terus kondusif. Kegiatan pembangunan di Papua tidak
akan berjalan maksimal jika tidak didukung oleh kondisi yang kondusif, aman,
dan tertib.
"Yang penting bagaimana menangani seluruh permasalahan melalui pendekatan
damai, komunikatif, dan sebagainya. Mari kita selesaikan masalah ini dengan
konsep Otonomi Khusus (Otsus) secara konsisten," kata Widodo yang didampingi
Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, Mendagri M Maruf, Kapolri Jenderal Pol
Sutanto dan Pejabat Gubernur Papua Sodjuangan Situmorang di Gedung Negara Dok V
Atas, Jayapura, Selasa (28/3) sore.
Menurut Widodo, dalam pertemuannya dengan berbagai pihak, termasuk Rektor
Universitas Cenderawasih (Uncen) dan tokoh agama, dia menyampaikan bahwa perlu
dilihat secara obyektif bagaimana kesungguhan pemerintah untuk menyelesaikan
masalah di Papua dalam kerangka konstitusi dalam bingkai NKRI secara adil dan
bermartabat melalui Otsus.
"Banyak isu yang diangkat yang berkaitan dengan kekerasan aparat, hal ini saya
kira merupakan sesuatu yang tidak benar," katanya.
Menko Polhukam juga memaparkan mengenai rangkaian kunjungannya di Papua, yang
antara lain, memantau perkembangan situasi politik dan keamanan, bertemu dengan
Rektor Uncen, perwakilan mahasiswa, dan tokoh agama. Dalam pertemuan itu
dibicarakan berbagai hal tentang penanganan masalah di Papua, utamanya yang
terkait dengan perkembangan situasi pascabentrok di Abepura, Kamis (16/3).
"Mengenai situasi keamanan kita obyektif dan bersyukur karena perkembangannya
sangat kondusif. Kami melihat bahwa kehidupan kampus sudah kembali normal. Pagi
ini (Selasa) dilakukan upacara wisuda yang berlangsung lancar dan aman. Ini
menjadi concern pemerintah karena sebenarnya pemerintah tidak ingin di kampus
terjadi kendala karena peristiwa 16 Maret, " ujarnya.
Pelajaran Berharga
Dikatakan, peristiwa bentrokan di Abepura perlu dijadikan pelajaran berharga.
Untuk penyelesaian masalah ini pemerintah menempuh langkah hukum secara
profesional dan proporsional. Hanya yang bersalah nantinya yang dikenakan
sanksi hukum.
Pemerintah dan aparat, menurutnya, akan menjamin tidak ada lagi penyisiran dan
menjamin keamanan.
"Oleh karena itu semua pelaku yang masih buron, yang merasa terkait dengan
masalah ini, baiknya segera menyerahkan diri agar bisa dilakukan proses hukum
yang bertanggung jawab, transparan, dan sebagainya," tegasnya.
Dikemukakan, pemerintah juga berharap kegiatan kampus kembali normal. Karena
itu, mahasiswa Uncen yang belum kembali ke kampus agar segera kembali dan
mengikuti kegiatan perkuliahan yang sudah dimulai sejak Senin.
"Harapan kita adalah semua pihak untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah
menciptakan dan menjaga kondisi yang kondusif serta memberikan kontribusi
positif dalam menyelesaikan masalah bagi kepentingan pembangunan Papua,"
katanya.
Ditegaskan, untuk menangani permasalahan di Papua pemerintah pusat tidak akan
pernah menggunakan pendekatan melalui operasi militer. Pemerintah pusat tetap
konsisten bahwa persoalan di Papua akan diselesaikan melalui pendekatan
persuasif dan dialog.
Menurutnya, UU tentang Otsus yang sudah berlangsung sekitar empat tahun ini
merupakan produk undang-undang pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua
(DPRP). Oleh karena itu, UU ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh
semua pihak, sehingga Otsus benar-benar menjadi solusi yang paling layak dalam
peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Tertembak
Sementara itu, lima jam setelah kunjungan rombongan Menko Polhukam di Jayapura,
sekitar pukul 20.40 WIT, Arsioricad Iak (24), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen, yang baru diwisuda Selasa siang, ditembak orang
tak dikenal.
Ia dilarikan ke Rumah Sakit Dian HarapanWaena. Sebutir peluru bersarang di
rusuk bagian belakang korban, yang pada saat kejadian itu sedang duduk bersama
rekan-rekannya di depan rumahnya, Jalan Buper (Bumi Perkemahan) Waena.
Belum jelas siapa yang menembaknya, Namun, diduga kuat dilakukan oleh dua
pengendara sepeda motor. Asioricad masih dirawat di rumah sakit. Menurut
Direktur RS Dian Harapan dr John Paat, kepada Pembaruan, Selasa malam,
pasiennya itu terkena tembakan, sehingga mengalami pendarahan. (ROB/T-4)
Last modified: 29/3/06
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Menko Polhukam Widodo AS: Selesaikan Masalah Papua Melalui Otsus