[ppi] [ppiindia] Menghadapi Gelombang Protes Penaikan Harga BBM

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indomedia.com/bpost/092005/24/opini/opini2.htm

 
Menghadapi Gelombang Protes Penaikan Harga BBM



PEMERINTAH memastikan penaikan harga bahan ba-kar minyak (BBM) mulai bulan 
depan, meski tanggalnya belum tetap. Ini sebenarnya bukan hal baru, karena 
sebe-lumnya dalam berbagai kesempatan Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla 
mengisyaratkan bahwa harga BBM akan naik awal Oktober. Yang belum jelas juga 
ada-lah besarnya penaikan harga itu. Ada yang memperkira-kan naik 50 persen. 
Namun, kalangan DPR bahkan minta naik sampai 80 persen. Barangkali, 
persoalannya bukan pada berapa besarnya penaikan harga BBM, melainkan kesiapan 
pemerintah secara politik menghadapi protes banyak kalangan yang tidak setuju. 

Akhir-akhir ini memang marak gelombang demo protes terhadap rencana penaikan 
harga BBM yang digagas pemerintah. Banjarmasin juga tak luput dari gelombang 
ini. Sementara pemerintah berargumen, itu adalah cara paling efektif untuk 
menyelamatkan anggaran negara dan menjadikannya 'bibit' pertumbuhan ekonomi 
Indonesia.

Pemerintah memang telah mengucurkan beberapa bentuk kompensasi atas pengurangan 
subsidi BBM. Ada bantuan operasional sekolah untuk sekolah dasar dan menengah. 
Ada pula bantuan dana langsung kepada keluarga miskin yang besarnya Rp100 ribu 
per bulan dan sebagian mulai didistribusikan. Bahkan, ada bantuan pelayanan 
kesehatan gratis melalui kartu taskin (pengen-tasan kemiskinan). Semua itu 
merupakan persuasi eko-nomi untuk tujuan politik, yakni masyarakat dapat 
mene-rima penaikan harga BBM dengan relatif tenang karena sudah mendapatkan 
kompensasi. Masalahnya, persuasi semacam itu sering belum cukup untuk meredakan 
gejo-lak protes terhadap penaikan harga BBM. 

Mengapa? Sebab, sebagian besar protes terhadap penaikan harga BBM dilakukan 
kalangan menengah ter-pelajar. Lagi pula, kalangan menengah --yang terkena 
langsung beban penaikan harga akibat pengurangan subsidi-- tersebut, memang 
tidak termasuk kelompok yang harus memperoleh dana kompensasi BBM. 

Selain itu, kelompok menengahlah yang selama ini mampu memainkan peran sebagai 
penekan pemerintah. Sebagian besar mereka adalah mahasiswa, aktivis LSM, dan 
kelompok independen lain. Mereka selama ini dikenal pula sebagai kelompok 
kritis yang memang terus meman-tau serta mengawasi kebijakan ekonomi dan 
politik yang dibuat pemerintah. Dengan kata lain, secara politik, ke-lompok 
menengah itulah yang memiliki kekuatan pene-kan, bargaining, dan oposisi yang 
dapat melawan kekuat-an pemerintah. Kelompok itu pula yang mampu mem-bangun 
opini publik yang dapat menurunkan citra serta popularitas pejabat negara dan 
pemerintah yang sedang berkuasa. Karena itu, selain kesiapan memberikan bantuan 
dana dan pelayanan publik --untuk tujuan persuasi politik-- pemerintah dituntut 
siap menghadapi massa oposisi kelompok menengah yang akan menggalang kekuatan 
untuk menentang penaikan harga BBM. 

Pengertian kesiapan pemerintah menghadapi penen-tang penaikan harga BBM, juga 
mencakup minimalisasi ongkos politik. Yakni, selain mampu meredakan gejolak 
aksi menentang penaikan harga BBM, tidak banyak jatuh korban sehingga 
kredibilitas dan popularitas peme-rintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) te-tap terpelihara. Dengan demikian, setelah nanti harga BBM dinaikkan, 
SBY tetap memiliki legitimasi kuat untuk melanjutkan program pembangunan 
ekonomi dan politik-nya. Bila memang menaikkan harga BBM adalah satu-satunya 
cara.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: