[ppi] [ppiindia] Menghadapi Gelombang Protes Penaikan Harga BBM
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 23 Sep 2005 22:36:26 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indomedia.com/bpost/092005/24/opini/opini2.htm
Menghadapi Gelombang Protes Penaikan Harga BBM
PEMERINTAH memastikan penaikan harga bahan ba-kar minyak (BBM) mulai bulan
depan, meski tanggalnya belum tetap. Ini sebenarnya bukan hal baru, karena
sebe-lumnya dalam berbagai kesempatan Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla
mengisyaratkan bahwa harga BBM akan naik awal Oktober. Yang belum jelas juga
ada-lah besarnya penaikan harga itu. Ada yang memperkira-kan naik 50 persen.
Namun, kalangan DPR bahkan minta naik sampai 80 persen. Barangkali,
persoalannya bukan pada berapa besarnya penaikan harga BBM, melainkan kesiapan
pemerintah secara politik menghadapi protes banyak kalangan yang tidak setuju.
Akhir-akhir ini memang marak gelombang demo protes terhadap rencana penaikan
harga BBM yang digagas pemerintah. Banjarmasin juga tak luput dari gelombang
ini. Sementara pemerintah berargumen, itu adalah cara paling efektif untuk
menyelamatkan anggaran negara dan menjadikannya 'bibit' pertumbuhan ekonomi
Indonesia.
Pemerintah memang telah mengucurkan beberapa bentuk kompensasi atas pengurangan
subsidi BBM. Ada bantuan operasional sekolah untuk sekolah dasar dan menengah.
Ada pula bantuan dana langsung kepada keluarga miskin yang besarnya Rp100 ribu
per bulan dan sebagian mulai didistribusikan. Bahkan, ada bantuan pelayanan
kesehatan gratis melalui kartu taskin (pengen-tasan kemiskinan). Semua itu
merupakan persuasi eko-nomi untuk tujuan politik, yakni masyarakat dapat
mene-rima penaikan harga BBM dengan relatif tenang karena sudah mendapatkan
kompensasi. Masalahnya, persuasi semacam itu sering belum cukup untuk meredakan
gejo-lak protes terhadap penaikan harga BBM.
Mengapa? Sebab, sebagian besar protes terhadap penaikan harga BBM dilakukan
kalangan menengah ter-pelajar. Lagi pula, kalangan menengah --yang terkena
langsung beban penaikan harga akibat pengurangan subsidi-- tersebut, memang
tidak termasuk kelompok yang harus memperoleh dana kompensasi BBM.
Selain itu, kelompok menengahlah yang selama ini mampu memainkan peran sebagai
penekan pemerintah. Sebagian besar mereka adalah mahasiswa, aktivis LSM, dan
kelompok independen lain. Mereka selama ini dikenal pula sebagai kelompok
kritis yang memang terus meman-tau serta mengawasi kebijakan ekonomi dan
politik yang dibuat pemerintah. Dengan kata lain, secara politik, ke-lompok
menengah itulah yang memiliki kekuatan pene-kan, bargaining, dan oposisi yang
dapat melawan kekuat-an pemerintah. Kelompok itu pula yang mampu mem-bangun
opini publik yang dapat menurunkan citra serta popularitas pejabat negara dan
pemerintah yang sedang berkuasa. Karena itu, selain kesiapan memberikan bantuan
dana dan pelayanan publik --untuk tujuan persuasi politik-- pemerintah dituntut
siap menghadapi massa oposisi kelompok menengah yang akan menggalang kekuatan
untuk menentang penaikan harga BBM.
Pengertian kesiapan pemerintah menghadapi penen-tang penaikan harga BBM, juga
mencakup minimalisasi ongkos politik. Yakni, selain mampu meredakan gejolak
aksi menentang penaikan harga BBM, tidak banyak jatuh korban sehingga
kredibilitas dan popularitas peme-rintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) te-tap terpelihara. Dengan demikian, setelah nanti harga BBM dinaikkan,
SBY tetap memiliki legitimasi kuat untuk melanjutkan program pembangunan
ekonomi dan politik-nya. Bila memang menaikkan harga BBM adalah satu-satunya
cara.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Menghadapi Gelombang Protes Penaikan Harga BBM