[ppi] [ppiindia] Mencari Keadilan bagi Munir

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/opini/2015049.htm

 
Mencari Keadilan bagi Munir 

Oleh: MUGIYANTO



Tanggal 30 Agustus adalah Hari Orang Hilang Sedunia (International Day of the 
Disappeared).

Setiap tanggal itu, komunitas HAM di berbagai negara, khususnya di 
negara-negara yang punya catatan hitam penghilangan orang secara paksa seperti 
Cile, Argentina, Sri Lanka, dan Filipina, mengadakan peringatan.

Sejak tahun 1998, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan 
(Kontras); Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI); dan elemen 
masyarakat terutama korban orang hilang dan keluarganya selalu membuat 
peringatan.

Dalam tiap kegiatan itulah terlihat peran sentral almarhum Munir. Dengan 
gerbong Kontras, Munir mengangkat kasus penghilangan orang secara paksa ke 
depan publik dan negara, bahkan saat Orde Baru masih berkuasa. Munir, Kontras, 
dan dukungan masyarakat berhasil mendesak penculik melepaskan sembilan dari 24 
aktivis prodemokrasi yang diculik pada tahun 1998.

Semangat juang

Sudah hampir satu tahun Munir dibunuh. Namun, semangat juang yang ditularkan 
Munir kepada korban dan keluarganya masih bisa dirasakan. Tengok perjuangan 
para orangtua yang kehilangan anaknya, istri yang kehilangan suami, dan aktivis 
yang kehilangan kawan-kawannya.

Perjuangan Munir kini telah sedikit membuahkan hasil dengan disepakatinya 
pembentukan Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM (KPP HAM) untuk kasus 
Penghilangan Paksa aktivis Prodemokrasi tahun 1997-1998 oleh Rapat Paripurna 
Komnas HAM 11 Agustus 2005.

Meski keputusan pembentukan KPP HAM ini bukan tujuan akhir, tetapi bagi 
keluarga korban, kemenangan kecil ini banyak memberi harapan untuk mengetahui 
nasib korban yang masih hilang dan mendapat keadilan. Karena itu, tidak 
berlebihan jika pada Hari Orang Hilang Sedunia ini kita dedikasikan kemenangan 
kecil untuk Munir. Tujuannya untuk membangun ingatan tentang apa yang telah 
dilakukan Munir terhadap korban dan keluarganya, sebaliknya apa yang telah kita 
lakukan untuk Munir, setelah ia menjadi korban.

Peringatan Hari Orang Hilang Sedunia tahun ini juga ditandai dengan 
keprihatinan karena masih gelapnya kebenaran seputar pembunuhan Munir. 
Keprihatinan ini didasarkan ketidakmampuan (inability) penyidik di Mabes Polri 
mengungkap konspirasi pembunuhan Munir, sebagaimana direkomendasikan tim 
pencari fakta (TPF) bentukan Presiden Yudhoyono.

Dua hal itu diperburuk proses pengadilan atas salah satu tersangka, Pollycarpus 
Budihari Priyanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang cenderung menafikan 
adanya konspirasi beberapa orang dalam pembunuhan Munir di Pesawat Garuda, 7 
September 2004.

Ganggu program pemerintah

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa Pollycarpus melakukan pembunuhan 
terhadap Munir, aktivis HAM dan demokrasi yang kritis, dianggap bisa mengganggu 
program pemerintah, sementara Pollycarpus adalah aktivis pembela NKRI, 
merupakan dakwaan yang lemah dan mengada-ada. Hal ini disampaikan masyarakat 
yang bersimpati pada Munir, juga para pembela Pollycarpus.

Dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kontras tentang mandeknya pengungkapan 
kasus Munir, Jhonson Panjaitan, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM 
Indonesia, mengatakan, pengadilan kasus Munir tidak lebih baik dibandingkan 
dengan pengadilan militer atas 11 anggota Tim Mawar Kopassus tahun 1999. 
Keduanya tidak berhasil mengungkap dalang (masterminds) dan penanggung jawab 
komando, hanya menyalahkan pelaku lapangan. Ironisnya, pengadilan yang satu 
dilakukan tahun 2005, oleh rezim yang menjanjikan perubahan dan penghormatan 
atas nilai-nilai HAM.

Pengungkapan kasus Munir adalah tantangan, tidak hanya bagi orang-orang yang 
menginginkan tegaknya HAM dan keadilan di Indonesia, tetapi terutama merupakan 
tantangan bagi pemerintahan Yudhoyono. Bagaimanapun, kasus Munir adalah 
pembunuhan politik tingkat tinggi (high profile political assassination) yang 
mendapat perhatian masyarakat internasional.

Dalam kasus ini, kredibilitas Pemerintah Indonesia dipertaruhkan. Ketika 
pemerintah gagal mengungkap kebenaran dan keadilan dalam kasus ini, tidak 
mustahil pemerintah juga akan kesulitan mengatasi krisis ekonomi yang melanda 
kita karena kurangnya dukungan masyarakat terhadap pemerintah.

Karena itu, pada Hari Orang Hilang Internasional yang kebetulan jatuh hampir 
bersamaan dengan peringatan satu tahun meninggalnya Munir, sudah sepatutnya 
pemerintah melalui instansi-instansi terkait, seperti kepolisian dan kejaksaan, 
melakukan terobosan berarti yang bisa menguak para dalang, motivasi, dan 
kebenaran seputar konspirasi pembunuhan Munir.

Ini penting tidak hanya untuk menemukan kepastian dan keadilan pada kasus Munir 
itu sendiri, tetapi untuk menghindarkan pembunuhan-pembunuhan politik serupa 
agar tidak terjadi lagi di masa datang.

MUGIYANTO Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: