[ppi] [ppiindia] Mencari Arah Republik

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/30/opini/2012863.htm

 
Mencari Arah Republik 

Oleh: Toto Sugiarto

Tanggal 15 Agustus lalu, saat menyampaikan tilikan politik atas hasil jajak 
pendapat Mencari Arah Republik 2009, saya melihat realitas, ketika muncul 
kesulitan BBM, pemerintah tiba-tiba mencanangkan penghematan, mengurangi 
penerangan di kantor, menaikkan suhu AC, dan sebagainya.

Entah reaksi apa yang akan dilakukan pemerintah saat harga minyak dunia 
mencapai 70 dollar AS per barel. Yang aneh dari tindakan pemerintah adalah 
kebiasaan memublikasikan subsidi BBM yang akan mencapai Rp 100 triliun lebih 
tanpa menginformasikan penerimaan negara dari ekspor minyak. Patut 
dipertanyakan berapa dan ke mana mengalirnya hasil ekspor minyak. Apakah angka 
subsidi BBM sudah dikurangi penghasilan dari ekspor minyak?

Realitas lain, saat muncul wabah busung lapar dan polio, menteri kesehatan 
mengunjungi daerah wabah lalu memerintahkan jajarannya untuk memberi gizi 
tambahan dan vaksinasi.

Cermin pemerintahan seperti apa ini? Bukankah BBM dapat diatur agar tidak 
muncul kesulitan? Bukankah kesehatan balita dapat dijaga sehingga tidak terjadi 
busung lapar?

Harga yang harus dibayar

Pemerintah seharusnya tidak hanya reaktif atas masalah yang muncul, tetapi 
harus memiliki arah yang jelas. Ada titik yang hendak dituju oleh arah itu.

Alam pun memiliki tujuan, yaitu kebebasan. Revolusi dan reformasi di seluruh 
belahan bumi adalah alam yang sedang bekerja mewujudkan kebebasan. Korban jiwa 
dalam revolusi dan reformasi adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah 
kebebasan.

Tetapi, apakah bayi yang mati karena busung lapar merupakan harga yang harus 
dibayar oleh alam untuk mencapai tujuannya? Ini bukan merupakan harga yang 
harus dibayar alam. Ini adalah harga yang harus dibayar untuk pemerintahan yang 
tanpa arah.

Pentingnya arah

Dari hasil jajak pendapat 28 Juli-4 Agustus terungkap, lebih dari 70 persen 
responden menilai pemerintahan belum punya arah. Angka itu dapat ditafsirkan 
sebagai sebuah kondisi yang memprihatinkan. Negara ini berjalan tanpa tujuan 
pasti.

Mengapa pemerintah harus mempunyai arah, tidak hanya reaktif terhadap masalah? 
Arah diperlukan terutama karena negara ini telah terjerumus dalam sedikitnya 
tiga jeratan. Pemerintah harus mengarahkan negara untuk keluar dari berbagai 
jeratan itu.

Pertama, jeratan utang. Utang Republik amat besar, lebih dari Rp 1.000 triliun. 
Meski penerimaan dalam negeri terus meningkat, kesejahteraan rakyat tidak 
pernah menjadi kenyataan. Sedikitnya 30 persen dari hasil penerimaan mengalir 
keluar untuk bayar utang.

Kedua, jeratan berbagai masalah yang terus mendera, seperti krisis energi yang 
bisa berujung krisis kepercayaan, busung lapar, polio, dan korupsi.

Ketiga, jeratan neoliberalisme. Pemerintah telah sepenuhnya mengadopsi 
prinsip-prinsip pasar dalam menjalankan negara. Apakah negara sama dan 
sepenuhnya cocok dengan pasar?

Pasar memang memberikan hal baik bagi manusia, yaitu kompetisi. Dengan meminjam 
pemikiran Immanuel Kant, kompetisi membuat manusia bisa membuang bahaya laten 
yang tersimpan dalam diri manusia, yaitu kemalasan. Namun, pasar yang 
kompetitif menyimpan hal buruk bagi manusia, yaitu selalu melahirkan pihak yang 
kalah.

Pasar bisa mengenyahkan pihak yang kalah itu. Pasar bisa mengusir gelandangan. 
Pasar bisa dengan seenaknya menggusur pedagang kaki lima. Tetapi, apakah negara 
bisa mengusir gelandangan untuk keluar dari wilayah negara ini? Apakah negara 
bisa menggusur pedagang kaki lima tanpa memberi solusi?

Konstitusi mengatakan "fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara". 
Berdasarkan konstitusi ini, dapat diartikan negara berbeda dengan pasar. Pasar 
tidak peduli dengan keseluruhan, sedangkan negara harus berguna bagi seluruh 
rakyat.

Pemerintah harus mengarahkan negara untuk keluar dari berbagai jeratan dan 
bergerak menuju era kebebasan.

Eliminasi kepentingan diri

Salah satu alasan responden adalah pemimpin tidak satu arah. Ini dapat dibaca 
sebagai masalah amat serius karena berkait dengan keutuhan visi anggota 
kabinet. Jika pada awal pemerintahan Yudhoyono-Kalla menghadapi tantangan dari 
kaum "oposisi", yaitu koalisi kebangsaan, kini mereka menghadapi masalah lebih 
serius, yakni penyakit dalam tubuh sendiri.

Tidak satu arahnya pemerintahan dapat dibaca sebagai terlalu dominannya 
kepentingan diri, egoisme, sehingga menutup rapat perjuangan mencapai 
kepentingan bersama, yaitu kepentingan rakyat. Akhirnya, masing-masing elite 
mengejar kepentingan diri.

Seorang pemimpin bangsa seharusnya telah mampu mengeliminasi egoisme, tidak 
mementingkan diri sendiri, dan mampu mengarahkan dirinya untuk selalu 
memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan begitu, arah yang dituju akan menjadi 
jelas dan satu. Dengan demikian, pencarian arah akan berhasil. Biduk republik 
dapat berjalan dengan arah yang pasti menuju kebebasan dan kecemerlangan.

Toto Sugiarto Peneliti pada Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: