[ppi] [ppiindia] Membangun Peradaban Umat Melalui Digital Islamic Library

** ppi-india **

=20
Ada sebuah legenda seorang kakek tua yang setiap hari menggali
dibawah gunung, setiap orang yang lewat bertanya. "Kakek apa yang
sedang anda kerjakan?" Kakek tua itu menjawab,"saya hendak
memindahkan gunung." "Bagaimana mungkin anda hendak memindahkan
gunung? Umur anda saja tidak akan lama lagi?" kakek tua itu
menjawab, "kalau pekerjaan ini tidak selesai akan diteruskan oleh
anak saya, anak saya tidak selesai akan diteruskan oleh cucu
saya..sampai gunung ini mampu dipindahkan." Maka sejak itu orang-
orang menyebutnya "kakek tua gila."

Cerita diatas adalah sebuah gambaran Spirit of Power dari orang yang
hendak membangun peradaban umat. Di masa Bani Abbasiyah Spirit of
Power juga dimiliki oleh seorang Khalifah yang bernama Al-Makmun
dengan membuat Baitul Hikmah yaitu Rumah Pustaka. Para cendikiawan
dan inetelektual muslim yang menterjemahkan tulisan-tulisan filsuf
Yunani, Romawi kedalam bahasa arab mendapat penghargaan yang sangat
tinggi dari Al-Makmun. Perkembangan dunia Islam mengalami
perkembangan yang sangat pesat dengan melalui ilmu pengetahuan.

Baitul Hikmah telah mendorong perubahan yang sangat luarbiasa di
dunia Islam, seperti Ilmu Mantik, kedokteran, Fisika, ilmu
kemasyakatan menjadi area diskusi publik umat saat itu.

Baitul Hikmah sebuah pustaka yang memiliki peran terhadap perubahan
wacana umat, tidak ada salahnya kita kembali mencari sebuah strategi
membangun peradaban umat melalui pustaka mengingat pustaka sebagai
salahsatu tempat dimana sumber ilmu pengetahuan berada.



Peranan Perpustakaan di dunia Islam
Kebutuhan informasi bagi semua kalangan saat ini tidak dapat
terelakan lagi. Terlebih-lebih dalam era globalisasi, informasi
sekecil apapun dapat mengubah pendapat dunia. Tranparansi atau
kebebasan perolehan informasi dalam bentuk apapun sangat dibutuhkan
oleh masyarakat saat ini. Sangat memerlukan akan kebutuhan informasi.
Arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi serta
berkembangnya era informasi mau tak mau makin memperkecil arti
keterbatasan. Batasan-batasan wilayah, bahasa maupun kebudayaan yang
tadinya banyak merupakan hambatan dalam berkomunikasi atau melakukan
suatu transaksi - baik dalam bidang ekonomi, politik ataupun sosial
budaya, termasuk hubungan antar manusia - menjadi semakin
kabur. `Kemajuan' dalam `kualitas hidup' makin tampak di segala
bidang.

Ditengah perkembangan positif yang terjadi akibat runtuhnya dinding-
dinding pembatas, tak luput pula tersirat tantangan yang harus
dihadapi untuk dapat mengikuti arus kemajuan sehingga tidak tergilas
dan terseret oleh arus ketidakberdayaan.
Tak dapat dipungkiri bahwa kemudahan-kemudahan akibat proses
globalisasi dan berkembangnya teknologi informasi makin memampukan
umat untuk memperoleh informasi ataupun berkomunikasi, yang dengan
sendirinya juga dapat meningkatkan `kualitas hidup' umat itu sendiri
sebagai sebuah lembaga pendidikan yang hadir ditengah masyarakat. Di
saat yang bersamaan, kemudahan-kemudahan ini ikut pula mempertinggi
persaingan.

Peranan Perpustakaan di dunia Islam
Adanya tuntutan dibagi umat yang semakin meningkat dalam hal pola
perolehan informasi di satu sisi, arus globalisasi yang menyebabkan
melimpahnya informasi dalam pelbagai jenis maupun bentuk media, serta
tersedianya perangkat yang mampu menunjang kegiatan yang sulit
dilakukan di masa-masa lalu, mau tak mau memberikan peluang besar
bagi perpustakaan untuk melakukan perubahan dalam pola layanan maupun
peranan yang diberikan, antara lain sebagai mediator informasi,
penunjuk jalan, fasilitator, pedamping pendidik .

Konsep kepemilikan informasi yang tadinya ditekankan pada penyediaan
gedung serta koleksi selengkap mungkin, tak lagi mungkin untuk
dipenuhi, padahal informasi memang tersedia, terus berkembang dan
dibutuhkan bagi pembentukan komunitas belajar. Disinilah perpustakaan
mulai dituntu untuk menjalankan peranan sebagai mediator informasi.
Akses ke informasi seluas mungkin dari mana saja dan kapan saja
menjadi lebih penting dari kepemilikan. Koleksi tak perlu tersedia di
perpustakaan secara fisik, tetapi dapat diperoleh ketika dibutuhkan.
Dalam peranannya sebagai mediator ini , perpustakaan dituntut untuk
menyediakan hubungan-hubungan dengan para ahli ataupun pusat-pusat
informasi dengan cara mencari, mengumpulkan, bekerjasama, baik secara
gratis maupun berlangganan pangkalan data yang sesuai agar dapat
diakses oleh pengguna dari mana saja dan kapan saja secara fleksibel.
Penyediaan sarana jaringan maupun terminal komputer menjadi suatu
kebutuhan dalam memberikan layanan pada suatu institusi secara
fleksibel. Layanan dapat saja diberikan tanpa batasan tempat, waktu
ataupun golongan pengguna, bahkan dapat diberikan secara customized.
Disisi yang lain masalah melimpahnya informasi, kompleksitas dalam
penggunaan tehnologi informasi, media informasi serta alat
penelusuran mau tidak mau juga menuntut perpustakaan untuk
menjalankan peran lebih sebagai pilot atau penunjuk jalan. Dalam
peranannya ini perpustakaan hadir menunjukkan sebagai cara yang benar
untuk memilih informasi, mencari alat penelusuran yang tepat,
membuat ringkasan ataupun ulasan artikel serta membimbing dalam
memakai dan memahami cara bekerja alat penelusuran maupun tehnologi
informasi agar dapat maksimal.

Sebagai bagian dari umat, perpustakaan dapat pula ikut ambil bagian
dalam pembentukan komunitas belajar dengan bertindak sebagai
fasilitator atau mitra pendidik bagi umat untuk berlatih berpikir
kritis dan belajar secara mandiri. Penyediaan forum diskusi,
kesempatan mengerjakan proyek bersama secara berkolaborasi, artikel-
artikel interaktif, kesempatan berekspresi melalui portfolio
merupakan contoh-contoh kegiatan perpustakaan dengan peranan baru.

Apakah Digital Islamic Library itu?
Pengertian Digital Islamic Library dalam Bahasa Inggris yang memiliki
arti dan peran yang sama dengan Pustaka Islami Maya - yang secara
sederhana diartikan untuk menggambarkan perpustakaan dengan tidak
lagi dikelola secara manual - adalah Digital Library atau Electronic
Library. Dari istilah-istilah yang digunakan di atas, terlihat bahwa
karakteristik dari perpustakaan non tradisional ini tampak pada
penggunaan teknologi elektronik atau lebih tepatnya komputer dalam
pengelolaan koleksi hingga layanan kepada pengguna.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi maupun jumlah
informasi, makin berkembang pula jenis informasi maupun media untuk
menyimpan informasi. Pada masa lalu masyarakat mengenal informasi
yang dituangkan dan diperoleh dalam bentuk teks yang cukup tersimpan
dalam bentuk/media cetakan. Seiring dengan perkembangan, informasi
dalam bentuk-bentuk lain seperti grafis/gambar, suara, animasi.
Informasi-informasi jenis ini tentunya memerlukan media penyimpanan
lain yang lebih tepat, seperti CD ROM. Disamping perkembangan dalam
jenis informasi, faktor lain yang mendorong berkembangnya jenis media
penyimpanan informasi adalah efisiensi dan kemudahan dalam
pencariannya kembali. Informasi atau publikasi, baik dalam bentuk
teks, gambar, suara atau bahkan gabungan dari pelbagai informasi
(multimedia) mulai disimpan dalam bentuk digital seperti CD-ROM
ataupun web di internet. Selain istilah-istilah di atas, istilah lain
yang banyak dipakai adalah Bookless Library yang menunjuk kepada
perpustakaan yang memiliki koleksi mayoritas dalam bentuk
digital/elektronik.

Di lain pihak, dari beberapa definisi, istilah Bahasa
Inggris "Virtual" mempunyai arti tak nyata, maya atau ilusi tetapi
merupakan representasi dari sesuatu yang nyata, atau dapat juga
diartikan sebagai sesuatu kondisi yang tanpa kendala dan batas .
Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi baik dalam bidang
komputer, telekomunikasi maupun Internet, baik dalam pengelolaan
kegiatan, penyimpanan koleksi maupun penyajian layanan, dapat saja
sebuah perpustakaan tidak harus dibatasi oleh adanya sebuah bangunan
yang harus didatangi secara fisik Layanan informasi dapat tetap
diberikan dalam bentuk apa saja, kapan saja dan di mana saja melalui
sarana teknologi informasi. Bentuk perpustakaan seperti inilah yang
disebut sebagai Virtual Library atau Perpustakaan Maya yang tetap ada
walau tidak nampak secara fisik. Dalam hal ini tidak nampak pula
apakah perpustakaan terdiri dari satu perpustakaan atau gabungan dari
beberapa perpustakaan.

Dengan demikian, Perpustakaan Maya merupakan sebuah perpustakaan atau
suatu jaringan dari beberapa perpustakaan yang menghubungkan sumber
informasi dan layanan dengan pengguna serta memberikan kesempatan
untuk dapat diakses dari mana saja dan oleh siapa saja. Koleksi,
layanan maupun pengguna dapat saja tersebar atau terpisah oleh jarak
dan waktu, namun tetap dapat terhubung satu sama lain dengan
memanfaatkan jaringan antar perpustakaan dan teknologi informasi .
Melalui pembentukan jaringan Perpustakaan Maya, perpustakaan dapat
menyediakan akses informasi yang lebih luas dan terbuka dalam hal
jenis, bentuk dan jangkauan layanan serta hubungan yang lebih cepat
antar perpustakaan anggota jaringan, antara jasa layanan sumber
informasi dengan jaringan informasi global yang ada. Dengan adanya
jaringan ini perpustakaan dapat menawarkan layanan informasi dalam
bentuk yang baru dan inovatif, mengurangi biaya penulusuran serta
penyebaran informasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan
produktivitas dari jasa layanan informasi perpustakaan itu sendiri.
Karena letak geografis di Indonesia sangat tersebar di pelbagai
kepulauan yang sangat saling berjauhan. penggunaan sarana Internet
merupakan pilihan yang diyakini dapat mengatasi masalah kecepatan
komunikasi antar anggota jaringan, dengan pengguna.

Atas dasar kecepatan dan keterbukaan inilah perlu dikembangkan dengan
memanfaatkan teknologi web dari Internet. Homepage jaringan
Perpustakaan Maya (http://www.dilibrary.net) ini didesain oleh dan
ditempatkan di server tertentu sebagai ISP (Internet Service
Provider =96 Penyedia Jasa Internet) .


Format Digital Islamic Library
Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan dasar atas informasi pada
umat maka lahirlah Digital Islamic Library, yang berusaha untuk
menjawab ketertinggalan penyebaran informasi di pesantren yaitu
berusaha untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi sesuai
dengan tujuan pesantren sebagai lembaga pendidikan. Informasi
terkini mengenai perkembangan pemikiran ilmu pengetahuan yang dunia
Islam atau yang umum dari Digital Islamic Library terbagi dalam lima
bagian: Pertama, Ekonomi Islam. Kedua, Sosiologi Islam, Ketiga,
Epistemologi Islam. Keempat Psikologi Islam. Kelima, Politik dan HAM
Pesatnya ilmu pengetahuan ditandai dengan maraknya buku-buku yang
ditulis oleh para ilmuwan muslim kontemporer seperti Hasan Hanafi, Al-
jabiri, Fazlur Rahman menjadi agenda yang disajikan dengan mutu yang
lebih baik melalui Islamic Liberary. Untuk memenuhi kebutuhan umat
akan informasi.

Sosialisasi Digital Islamic Library
Sebagai bentuk rencana ke depan Digital Islamic Library, hendak
mensosialisasikan dengan mengadakan pelatihan ke 100 pesantren
sebagai upaya membangun peradaban umat dengan melalui pustaka.

Wassalam,
agussyafii
0817-492-8997
http//:www.dilibrary.net







=20




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Other related posts: