[ppi] [ppiindia] Melacak mekanisme penciuman
- From: Sandy Dwiyono <masboy04@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Tue, 22 Jun 2004 00:50:11 -0700 (PDT)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
=======================================================
SELAMAT DATANG BAPAK PRESIDEN
=======================================================
22.06.2004
Melacak mekanisme penciuman
(Bau-bauan ditanggapi dengan definisi berbeda-beda
oleh tiap kelompok etnis)
Mekanisme penciuman ternyata amat rumit. Aroma atau
bau-bauan biasanya digambarkan di otak dengan
menggabungkan citra dari panca indera lainnya.
Sejak bertahun-tahun, para peneliti aroma dan
penciuman berusaha memecahkan pertanyaan mendasar,
yakni bagaimana mekanisme penciuman? Pada mata telah
lama diketahui, mekansime melihat adalah memilah
panjang gelombang cahaya yang masuk. Mendengar, adalah
memilah antara frekuensi dan tinggi atau rendahnya
nada, akan tetapi dengan penciuman mekanismenya
amatlah rumit. Karena dalam mekanismenya tidak ada
gelombang linear, seperti pada mekanisme melihat atau
mendengar. Jika hidung seorang manusia mencium bau
tertentu, biasanya ia menggambarkannya dengan
menggabungkan citra dari panca indera lainnya.
Misalnya, baunya seperti hujan di musim panas atau
baunya hangat dan berat. Kerapkali bau-bauan tertentu,
dapat mengembalikan ingatan atau kenangan yang
emosional, mempengaruhi sikap dalam berbelanja,
mempengaruhi perasaan, atau bahkan memicu kegeraman
dan kemarahan. Manusia tidak banyak mempedulikannya,
tetapi harus diakui bau-bauan atau aroma, memainkan
peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
mengatur adanya bau-bauan tertentu, banyak perilaku
dapat direkayasa. Seringkali kita bereaksi instinktif
terhadap bau-bauan dan jarang bereaksi rasional.
Rekayasa dengan aroma
Pengetahuan itu dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak.
Misalnya saja seorang pimpinan di sebuah supermarket,
dapat saja mengalirkan bau roti yang baru diangkat
dari oven, untuk meningkatkan rangsangan belanja para
pelanggannya. Pemilik bioskop, dengan sadar
menyebarkan bau pop-corn di koridor atau ruang tunggu
bisokopnya. Sementara pedagang mebel, menyemprotkan
bau kulit untuk menonjolkan produknya, seolah-olah
semua dibuat dari kulit bermutu tinggi. Banyak yang
tiba-tiba ingatannya akan masa lalu terpancing,
misalnya dengan membaui aroma sejenis kue yang baru
dimasak. Mungkin di zaman dia kanak-kanak, membakar
kue semacam itu, merupakan kegiatan istimewa dalam
keluarganya.
Para peneliti bau dan penciuman memang masih jarang.
Di pusat penelitian penciuman kimiawi Monnel di
Philadelphia AS, dewasa ini bekerja sekitar 60
peneliti bau-bauan untuk melacak bagaimana bau-bauan
direspons hidung dan otak. Apa pengaruh bau-bauan
terhadap kehidupan? Apa fungsinya dalam kehidupan?
serta sederet pertanyaan lainnya. Manusia dewasa yang
sehat dan normal, bernafas rata-rata 18 kali dalam
semenit. Udara masuk ke hidung dan membentuk arus yang
rumit, yang membentur sekitar 10 juta sel penciuman di
hidung.
Akan tetapi disadari, manusia dalam evolusinya
mengesampingkan fungsi penciuman itu. Indera penciuman
di dalam hidung manusia, besarnya kira-kira hanya
seperlima dari indera penciuman kucing. Sementara
jumlah sel peka bau-bauan jumlahnya kurang dari 10
persen sel penciuman pada anjing. Sejauh ini, para
peneliti masih meneliti mekanisme penciuman pada
manusia. Bau-bauan atau aroma, biasanya ditangkap oleh
sel penciuman, lalu diteruskan ke otak untuk diolah.
Di dalam otak inilah muncul semacam citra yang amat
rumit, untuk mendefinisikan aroma tsb. Itulah
sebabnya, aroma atau bau selalu diasosiasikan dengan
gambaran dari indera yang lainnya.
Reaksi individual
Reaksi masing-masing individu terhadap bau-bauan
tertentu bersifat sangat pribadi. Memang terdapat
aroma tertentu yang menimbulkan perasaan hampir sama
pada banyak orang. Dalam penelitian, terbukti aroma
bunga melati bersifat merangsang semangat, sementara
aroma bunga Lavendel membuat orang tenang. Aroma mint
membuat konsentrasi meningkat, sementara aroma apel
hijau membuat orang tidak takut tempat sempit.
Sebaliknya aroma kambing guling, membuat orang merasa
terdesak. Parfum dengan aroma menyegarkan, yang
disemprotkan di toko perhiasan, membuat pelanggan
lebih betah, dan lebih banyak memilih serta membeli.
Akan tetapi, betapa rumitnya reaksi individual
terhadap bau-bauan, dibuktikan oleh Pamella Dalton,
peneliti di Monell dalam sebuah rangkaian penelitian.
Dalton meneliti bau yang muncul setelah serangan teror
11 September 2001 terhadap World Trade Center di New
York. Sebagai ilmuwan, ia merumuskan bau tsb sebagai
unik dan amat kompleks, berupa campuran benda terbakar
dan gudang karet, terasa pahit sekaligus manis. Dalton
dalam penelitiannya didampingi seorang wartawan Wall
Street Journal, yang berkantor dekat WTC.
Yang amat menarik, ketika Dalton menanyakan kepada
wartawan tsb, bagaimana penciumannya terhadap bau di
bekas gedung WTC, wartawan bersangkutan langsung
menunjukan reaksi ketakutan, panik dan depressi.
Rupanya trauma kejiwaan atas serangan teror yang
menewaskan sekitar 3.000 orang itu, juga tertanam
lewat bau-bauan yang unik dari bekas WTC. Wartawan
Wall Street Journal tidak sendirian, terdapat ribuan
orang lainnya di New York, yang selamat dari serangan
teror tsb, bereaksi sama, yakni panik, ketakutan dan
depressi jika mencium bau tsb.
Aroma tidak memiliki definisi tetap
Juga pengaruh aroma, dari satu etnis ke etnis lainnya
amat berbeda. Orang di Amerika Serikat akan menutup
hidungnya, jika Dalton menyodorkan bau kecap ikan atau
sambal terasi. Akan tetapi, di kebanyakan negara Asia,
bau kecap ikan atau sambal terasi justru memicu
keluarnya air liur, tanda merasa terangsang untuk
makan. Warga suku tertentu di Afrika Selatan, akan
merasa nyaman dan sehat, jika mencium bau rambut
terbakar. Penyebabnya, di suku tsb dipraktekan
pengobatan dengan cara perdukunan, dengan membakar
rambut. Namun jika disodorkan aroma kayu manis, mereka
akan menganggapnya bau racun.
Jadi, bau-bauan tidak memiliki definisi tetap.
Semuanya tergantung pengalaman individual menghadapi
bau-bauan tsb. Di Indonesia, mungkin bau buah durian
akan merangsang selera dan keluarnya air liur. Tapi di
Jerman, orang sudah pasti akan tutup hidung, dan
mengatakan baunya seperti sampah yang berhari-hari
tidak diangkat. Aroma memang misterius. Semua orang
sudah dapat dipastikan menganggap bau tinja amat
memuakan. Akan tetapi, sebuah perusahaan parfum
terkenal, justru mengambil sedikit bau unsur tinja,
yang disebut Indol, sebagai campuran bau wangi
parfumnya. Anehnya, parfum tsb amat laku di pasaran.
Strategi evolusi
Para ahli menganggap, kepekaan terhadap bau-bauan
tertentu, dikembangkan manusia sebagai strategi
evolusi untuk tetap bertahan eksis. Misalnya, semua
orang bereaksi sama jika menghadapi makanan busuk, bau
terbakar atau gas beracun yang tidak enak baunya.
Kemampuan untuk menilai bau tidak enak ini, kemudian
diturunkan secara genetis. Karena itulah, bayi yang
baru lahir, akan bereaksi meringis jika diberi bau
telur busuk. Diduga, indera penciuman sebetulnya
memainkan peranan lebih besar dalam kehidupan, cuma
saja rahasianya belum ditemukan.
Misalnya saja, para ahli menemukan aroma cokelat
meningkatkan daya pertahanan tubuh dan sebaliknya
aroma daging busuk, melemahkan daya pertahanan tubuh.
Pheromone, terbukti mempengaruhi kesiapan melakukan
reproduksi, baik pada binatang atau pada manusia. Atau
penelitian di asrama putri menunjukan, bau-bauan dari
keringat mempengaruhi siklus menstruasi di seluruh
asrama. Diamati, kerapkali terjadi sikronissasi siklus
menstruasi di asrama putri, yang diduga dipicu oleh
unsur sinyal berupa bau-bauan dari keringat. Sejauh
ini, para peneliti belum dapat mengungkap seluruh
rahasia penciuman. Namun semakin banyak data dihimpun,
untuk dapat mengerti, bagaimana bau-bauan mempengaruhi
siklus kehidupan seluruh organisme.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Melacak mekanisme penciuman