[ppi] [ppiindia] Mau Greng Malah Buta
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 30 Jul 2005 06:51:34 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.gatra.com/artikel.php?id=86756
Mau Greng Malah Buta
SUJUNO stres bukan kepalang. Sejak tujuh bulan lalu, penis pria 45 tahun ini
tak setangguh dulu. Baru beberapa menit penetrasi, si "jago" yang semula tegang
kembali loyo. Hubungan seks pun jadi batal. Ia dan istri kecewa.
Warga Denpasar itu semula menganggap gangguan ereksi cuma karena kecapaian atau
stres. Ia lalu mencoba mengatasinya dengan menenggak telur mentah campur madu.
Tujuannya menambah tenaga. Tapi cara itu tak mempan. "Burung"-nya tetap loyo.
Cekcok dengan istri pun sering terjadi.
Sujono kemudian berobat ke dokter. Setelah menjalani pemeriksaan, ia
didiagnosis kena disfungsi ereksi. "Dan repotnya, saya juga kena diabetes,"
ujarnya, Kamis pekan lalu. Ia pun menjalani terapi dengan obat disfungsi
ereksi. Alhamdulillah, setelah lima bulan terapi, alat kelaminnya "greng"
kembali.
Tapi Sujono agaknya perlu berhati-hati mengonsumsi obat itu. Awal bulan ini,
sejumlah situs di internet melansir pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan
Amerika Serikat (FDA). Isinya, meminta produsen obat disfungsi ereksi (DE),
antara lain Viagra, Levitra, dan Cialis, menambahkan label mengenai ancaman
kehilangan penglihatan pada pria pengonsumsi obat golongan penghambat
phospodiesterase-5 (PDE-5) pada kemasan produknya. Enzim ini bekerja pada
corpus cavernosum di penis. kerap menghambat ereksi, dengan mengubah cyclic
guanilat monophosphate menjadi guanilat monophosphate. Jika PDE-5 diblok, akan
terjadi relaksasi, lalu darah dengan lancar mengalir ke penis.
Keputusan itu dipicu banyaknya laporan negatif yang masuk ke meja FDA,
menyangkut kasus penyakit langka non-arteritic ischemic optic neuropathy
(NAION) (lihat: Serangan Stroke Di Mata). Menurut catatan FDA, ada 38 kasus
yang menimpa pasien pemakai Viagra, empat kasus pemakai Cialis, dan satu kasus
pengguna Levitra.
Sebelum FDA mengeluarkan pernyataan, sejumlah laporan dan studi juga menemukan
kasus kebutaan pada pemakai obat DE. Salah satunya, riset garapan peneliti
University of Minnesota Medical School, Amerika Serikat. Studi yang dimuat
Journal of Neuro-opthalmology menemukan kasus NAION pada pemakai Viagra.
Dari jumlah itu, tujuh di antaranya berusia 50-59 tahun, dan semuanya terserang
gangguan saraf optik setelah 36 jam mengonsumsi obat disfungsi ereksi. Enam
kasus buta dalam tempo 24 jam. Seorang penelitinya, Dokter Howard Pomeranz,
mengatakan bahwa konsumen DE mengalami penglihatan kabur dan perubahan warna
pada penglihatannya. "Tapi NAION merupakan kondisi serius yang bisa menyebabkan
kebutaan permanen," ujarnya.
Peringatan ini tak bisa dianggap sepele. Sebab, penderita DE lumayan banyak. Di
Indonesia, meski belum ada studi epidemi, diperkirakan 1 juta laki-laki
mengalami penyakit hilang keperkasaan itu. Dari jumlah itu, 60% berusia di atas
40 tahun.
Shanti Shamdasani, Manajer Humas PT Pfizer Indonesia, mengatakan pihaknya
tengah mengkaji label baru Viagra yang merefleksikan informasi kejadian NAION
yang langka. Namun ia menegaskan, FDA tak melihat hubungan langsung antara
ketiga produk disfungsi ereksi dan NAION.
Viagra, menurut Shanti telah diuji secara komprehensif selama 10 tahun
terakhir. Setelah laporan kejadian NAION pada pasien pengguna Viagra, Pfizer
telah mengkaji ulang 103 data uji klinis yang melibatkan 13.000 pria. "Tidak
ada yang melaporkan kejadian yang berhubungan dengan fungsi penglihatan,"
katanya.
Sejak diluncurkan 1999, Viagra telah mengobati puluhan ribu pasien di
Indonesia. Nah, untuk di Indonesia, pihaknya akan mengikuti panduan dari kantor
pusatnya di Amerika Serikat, dan akan diteruskan ke BPOM. "Tentunya kalau
petunjuk pelaksanaan label baru sudah tersedia," ujarnya kepada Prayasti Indira
E. dari Gatra.
Hal serupa disampaikan Revina Adelan, Manajer Produk PT Bayer Indonesia. Kata
Revina, belum ada bukti keterkaitan Levitra dengan gangguan penglihatan.
"Mungkin saja si penderita sudah mengidap penyakit yang bisa mengakibatkan
kebutaan," katanya kepada Artika Dewani dari Gatra.
Sementara itu, pihak Eli Lilly Indonesia mengaku terus memonitor data keamanan
dari pasien yang berkaitan dengan penggunaan Cialis. Menurut seorang manajer
Eli Lilly yang tak mau disebutkan namanya itu, dari empat kasus yang menimpa
pengguna Cialis, tak satu pun yang melaporkan buta. "Hanya berkurang
penglihatan," katanya. Dalam uji klinis yang melibatkan 12.000 pasien, tak satu
pun ada laporan kebutaan. Toh, pihaknya akan mengajukan perubahan label kepada
BPOM pada kuartal ketiga tahun ini.
Apa kata Sampoerno? Menurut Kepala BPOM itu, pihaknya masih membahas soal
penambahan label itu. Selain itu, belum ada laporan kebutaan pada pengonsumsi
obat disfungsi ereksi yang masuk ke mejanya. Jadi, tak semua langkah FDA selalu
diikuti BPOM. "Kami pernah melakukan kebijaksanaan yang berbeda dengan FDA,"
ujarnya.
Urolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dokter Akmal Taher,
sependapat dengan Sampoerno. Kata dia, gangguan penglihatan memang bisa terjadi
pada pemakai obat disfungsi ereksi. Cuma, tidak sampai menyebabkan kebutaan.
"Sebanyak 10%-15% pasien yang penglihatannya kabur," kata Akmal. Ini pun bukan
masalah. Setelah efek obat itu habis, penglihatan terang kembali. Dalam label
setiap merek obat juga tercantum kontra-indikasi tersebut.
Wimpie Pangkahila, seksolog pada Pusat Studi Andrologi dan Seksologi
Universitas Udayana, Denpasar, menyebutkan bahwa obat-obat yang tergolong
penghambat PDE-5 memang membawa efek terhadap mata. Sebab, fotoreseptor di
retina mata mempunyai PDE-6, yang mirip dengan PDE-5.
Baik Akmal maupun Wimpie menyambut gembira penambahan label itu. Dokter akan
lebih berhati-hati memberikan resep obat tersebut. Artinya, sebelum diberi
resep, dokter harus tahu kondisi kesehatan si pasien dan memberitahukan efek
sampingnya. Siapa tahu, penderita juga mengidap diabetes, stroke, dan penyakit
lain yang juga berpotensi menimbulkan kebutaan.
Aries Kelana
[Kesehatan, Gatra Nomor 37 Beredar Senin, 25 Juli 2005]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqgbrg0/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122706298/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html">Help
Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Mau Greng Malah Buta