[ppi] [ppiindia] Masyarakat Miskin pun Beli Air Rp 1 Juta
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 28 Aug 2006 00:42:26 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/8/28/b22.htm
Masyarakat Miskin pun Beli Air Rp 1 Juta
Singaraja (Bali Post) -
Keadaan sangat ironis terjadi di sejumlah dusun di Desa Tembok, Kecamatan
Tejakula, Buleleng. Selama bertahun-tahun warga yang sudah tergolong miskin
harus rela membeli air seharga lebih dari Rp 1 juta selama musim kering. Jika
tak mampu membeli, warga harus rela mencari air pada sumber air yang jauhnya
hingga tiga kilometer dengan melewati jalan menanjak.
Pantauan Bali Post di Desa Tembok, Kamis (24/8) sore, menyebutkan hampir semua
wilayah di desa itu tergolong kekeringan. Namun, di wilayah dataran rendah
warga masih bisa mendapatkan air dari sumur air bawah tanah milik proyek
irigasi dari Uni Eropa. Air itu pun diperoleh dengan cara membeli yang harganya
sekitar Rp 200 per kubik. Namun, di dataran tinggi yang wilayahnya tak
terjangkau sumur, seperti di Dusun Bulakan, Dusun Sembung, Dadap Tebel,
Linggasana, dan Ngis, warga harus rela membeli air dengan harga mahal yang
dibawa oleh mobil tangki milik PDAM atau usaha mobil tangki milik perseorangan.
Harga air per kubik dari mobil tangki itu berbeda-beda. Nengah Lanus (62) dari
Dusun Bulakan mengatakan pada musim kemarau ia membeli air Rp 32 ribu per
tangki yang cukup dipakai mandi dan memasak selama seminggu untuk seluruh
keluarga. ''Itu pun dipakai dengan cara sangat irit,'' katanya.
Jadi, selama sebulan Lanus bisa mengeluarkan uang untuk beli air sebesar Rp 128
ribu. Jika musim kemarau berlangsung selama delapan bulan, maka uang yang
dikeluarkan bisa mencapai Rp 1 juta lebih.
Di Dusun Dadap Tebel harga air jauh lebih mahal. Seorang warga mengatakan air
dari mobil tangki itu harganya bisa mencapai Rp 60 ribu per 4 kubik. Susahnya
lagi, warga juga tetap kesulitan mendapatkan air karena mobil tangki belum
tentu mau ke dusun itu meski sudah dipesan berkali-kali.
Sumur Tua
Untungnya di Dusun Ngis masih terdapat beberapa sumur yang masih bisa
mengeluarkan air. Salah satu yang masih berair adalah sebuah sumur yang
diperkirakan dibuat pada saat jaya-jayanya kebun jeruk pada awal tahun 1970-an
dengan kedalaman sekitar 50 meter. Setiap pagi dan sore masyarakat yang tak
bisa membeli air akan beriringan mencari air ke sumur tersebut. ''Sumur lain
sebenarnya masih banyak, tetapi hanya sumur ini yang masih mengeluarkan air,''
kata Yasa.
Warga yang membeli air di Desa Tembok itu sejatinya bukan warga yang kaya. Jika
dilihat dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari, rata-rata dari mereka masih
berada di bawah garis kemiskinan. Keluarga Nengah Lanus sehari-hari hanya makan
nasi cacah (singkong diparut) yang lebih sering tak dilengkapi lauk-pauk.
''Bagaimana bisa kaya, tanah kering tak bisa ditanami, maburuh juga tak bisa,''
kata Lanus.
Tak hanya di Buleleng, Karangasem juga sama. Di beberapa daerah juga alami
kekeringan. Masyarakatnya pun ada yang membeli air yang cukup mahal.
Tengoklah jeritan warga Banjar Kedampal, Bidong dan sekitarnya di Desa Datah
pegunungan. Warga Bidong dan masyarakat Kedampal di lereng Gunung Agung sudah
mulai turun gunung. Mereka mencari air di sumur Banjar Kalangsari dan Banjar
Juwuk. Mereka berangkat mengambil air dengan berjalan kaki melintasi
perbukitan, lembah dan sungai kering mencapai empat sampai enam kilometer.
Di sumber air, mereka tak langsung mendapatkan karena harus antre atau
berebutan. Warga Kedampal dan Bidong sejak persediaan air mereka di dalam
cubang ludes, sudah berebutan mencari air di sumur kecil Kalangsari dan Juwuk.
''Guna menghindari antrean atau berebut air di sumur yang airnya terus
mengecil, warga berangkat dini hari mulai pukul 03.00,'' ujar Wati.
Warga Karangasem
Selain warga Datah pegunungan, warga Karangasem seperti di Pempatan Kecamatan
Rendang, Desa Sebudi Kecamatan Selat, Kubu pegunungan dan Seraya rutin menjerit
karena krisis air bersih saat musim kemarau. Berdasarkan pantauan Bali Post,
keran-keran umum di Seraya tak ada airnya. Kondisi itu sudah terjadi sejak
beberapa bulan lalu. Masalahnya, dua mesin pompa air dari sumber mata air Taman
Tirta, Ujung kerap rusak.
Warga di tiga desa Seraya yang tak mampu membeli air dengan mobil tangki,
terpaksa berjalan kaki mencari air ke sumur di tepi pantai. Mereka mesti
berjalan kaki beberapa kilometer memanggul atau menjunjung ember berisi air
bersih.
Bupati Karangasem Wayan Geredeg saat dihubungi sebelumnya mengakui sebagian
besar wilayah Karangasem merupakan lahan kering. Selain itu, luas hutan diakui
masih kurang dari ideal yang disyaratkan minimal 32% dari luas total wilayah.
Luas hutan yang ada di Karangasem 16.639 ha (19,82%).
Guna mengatasi kesulitan air bersih, katanya, sedang dibangun dua buah embung
(danau kecil buatan) di Yeh Kori dan Nangka, Kecamatan Bebandem dengan anggaran
APBD Karangasem. Sementara dua embung lebih besar masing-masing di Puragai,
Rendang dan di Daya, Kubu juga sedang dikerjakan dengan bantuan propinsi dan
pusat. (ole/bud)
PDAM di Bali Kesulitan Air
Lakukan Penggiliran dan Tunda Penyambungan
Denpasar (Bali Post) -
Bali menghadapi ancaman krisis air bersih. Sejumlah PDAM di Bali debit airnya
menurun. Atas kondisi itu, di sejumlah kabupaten PDAM melakukan penggiliran.
Bahkan, ada yang menunda pemasangan sambungan baru. Demikian data yang didapat
dari sejumlah PDAM di Bali.
Untuk mengatasi hal itu, pengelola PDAM kini terus melakukan pengeboran.
Bahkan, kini PDAM menyasar mata air menambah pasokannya. Walaupun hal itu
berdampak kekeringan pada sawah, karena sumber airnya berkurang.
Perusahaan Daerah Air Minum Gianyar, misalnya, menunda
pemasangan baru pelanggan untuk mengantisipasi menurunnya debit air. Di samping
menunda pemasangan, PDAM Gianyar juga mempersiapkan pengaturan aliran air ke
beberapa wilayah di Gianyar.
Dirut PDAM Gianyar Dewa Putu Jati, Kamis (24/8) mengatakan, kekeringan yang
melanda beberapa wilayah di Bali
sangat mengkhawatirkan pihaknya untuk menyediakan air
untuk masyarakat Gianyar. Bersama dengan stafnya, Dewa Jati
sempat keliling melihat debit air di beberapa sungai
dan sumber air serta di sumur milik PDAM. Saat ini, PDAM Gianyar mempunyai 53
sumur untuk menyuplai air ke
masyarakat. Dengan ancaman penurunan debit air ini
setidaknya puluhan calon pelanggan terpaksa akan kami
tunda dahulu. Diakui, saat ini kedalaman sumur milik
PDAM di beberapa titik di antaranya 120 meter hingga 160
meter. ''Dengan jumlah kedalaman itu, mudah-mudahan
persediaan air di Gianyar tidak sampai krodit sekali,''
jelasnya.
Sementara itu, pelayanan PDAM Tabanan baru menjangkau sekitar 59 persen dari
total jumlah masyarakat Tabanan. Bahkan, di beberapa wilayah seperti
Kerambitan, Tegal Mengkeb, Tibubiu, Pejaten, Sanggulan, jatah air bersih harus
digilir. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya sumber air yang dimanfaatkan
oleh PDAM dan terbatasnya sarana prasarana.
Demikian diungkapkan Dirum PDAM I Nengah Sukarma didampingi Ketua Badan
Pengawas Wira Adnyana. Menurut Sukarma, ketersediaan air secara umum masih baik
mengingat sebagian besar sumber air yang dimanfaatkan berasal dari daerah hulu
dengan jumlah sekitar 15 mata air. Sumber air terbesar diambil dari Danau
Beratan. Selain itu mata air Gembrong di Penebel, Sungai Otan di Selemadeg dan
Tukad Nyanyi dirasakan masih memadai untuk mensuplai sekitar 36 ribu pelanggan
di Tabanan.
Untuk melakukan antisipasi kemungkinan menyurutnya debit air, rencananya PDAM
akan meningkatkan produksi di WTP Nyanyi, yang merupakan air buangan sungai.
Ke depan pihaknya mengaku akan mengupayakan memperluas pelayanan dengan
mengupayakan sumber-sumber air baru. Beberapa sumber mata air kini sedang
dijajaki dan diupayakan ada kesepakatan dengan masyarakat setempat. Koordinasi
dengan pihak subak juga terus dilakukan. Untuk mata air Gembrong, telah ada
pembagian melalui SK Bupati di mana 35 persen air dapat dimanfaatkan untuk PDAM
dengan kisaran 80 hingga 125 liter per detik, sementara sisanya dimanfaatkan
oleh subak.
Di Jembrana juga terjadi hal serupa. Selama bulan Juli sampai September yang
termasuk musim kemarau, debit air permukaan (air sungai) menurun. Hal ini
membuat pasokan air minum pun ikut terganggu. Pelanggan pun mengeluh karena
kucuran air terutama pada waktu puncak sangat kecil. Hal ini pun diakui oleh
Direktur PDAM Jembrana Nengah Sugianta yang didampingi Kabag Teknik Sugiyo.
''Kebutuhan air minum di Jembrana 182 liter per detik. Namun, setiap musim
kemarau, selalu saja ada kekurangan pasokan. Salah satu pemicunya adalah
keadaan alam karena air sungai mengering,'' jelas Sugiyo.
Kebutuhan air yang terus meningkat ini juga tidak seimbang dengan sumber air
yang ada. Kondisi kekurangan pasokan mulai terjadi lima tahun terakhir. Upaya
yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini adalah dengan membuat sumur bor
dan memanfaatkan air secara bergiliran pada waktu puncak yakni pukul 6.00-10.00
dan pukul16.00-19.00.
Sementara itu, Bupati Badung AA Gde Agung melalui Kabag Humas Putu Eka
Merthawan mengatakan, Pemkab Badung berkomitmen untuk mengkonservasi hutan agar
ketersediaan air mencukupi. Sementara PDAM Denpasar kini telah merancang
program peduli lingkungan. Program ini diharapkan akan dapat menekan tingkat
kerusakan lingkungan yang berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku berupa
air. Salah satu kegiatan yang dikemas dalam program peduli lingkungan tersebut
adalah penanaman pohon.
Plt. Direktur PDAM Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, M.Si. mengatakan, program ini
tidak hanya dilakukan PDAM. Pihaknya tetap akan melibatkan instansi terkait
seperti Dinas Lingkungan Hidup. ''Rencana ini sudah kami rancang guna
meminimalkan kerusakan lingkungan yang merupakan sumber kelangsungan operasi
PDAM. Sebab, bila lingkungan rusak, ketersediaan air juga akan berpengaruh.
Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi suatu keharusan untuk
menjaga dan melestarikan sumber-sumber air permukaan dan air bawah tanah,''
jelas Eddy Mulya, yang juga Kabag Ekonomi di Pemkot Denpasar ini.
PDAM Denpasar sampai saat ini masih menggunakan sumber air permukaan dan sumur
dalam. Sumber sumur dalam yang mencapai 14 unit menghasilkan air 863.876 meter
kubik atau 337,26 liter per detik. Sedangkan tiga sumber air permukaan -- IPA
Ayung III, IPA Paket Ayung III di Blusung, dan IPA Waribang I -- masing-masing
mampu memproduksi 492,52 liter per detik, 56,68 liter per detik, dan 192,34
liter per detik.
Selain sumber air tersebut, PDAM Denpasar juga membeli air dari PDAM Gianyar,
PDAM Badung, dan PT Tirta Buanamulia. Dari tiga sumber itu, PDAM Denpasar
mendapat 186.051 meter kubik atau 71,76 liter per detik. ''Jadi total produksi
hingga bulan Juni 2006 ini sebesar 2.849.755 meter kubik atau 1.150,56 liter
per detik,'' jelas Kabag Teknik PDAM Denpasar Putu Gede Mahaputra.
Melihat kapasitas produksi sebesar itu, PDAM sampai saat ini belum mampu
memenuhi seluruh calon pelanggan yang masih banyak antre pemasangan sambungan
baru. Kasi Pelayanan PDAM Denpasar Dewa Made Suganda mengatakan, sampai bulan
Juni 2006 ini sedikitnya terdapat 5.306 sambungan yang masih menjadi daftar
tunggu. Sedangkan yang sudah terlayani saluran PDAM mencapai 68,81 persen dari
seluruh wilayah di Denpasar. (kmb12
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Masyarakat Miskin pun Beli Air Rp 1 Juta