[ppi] [ppiindia] Martabat Kebangsaan Terluka
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 1 Apr 2006 04:43:04 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/01/opini/2548860.htm
Martabat Kebangsaan Terluka
Tamrin Amal Tomagola
Bulan Maret 2006 merupakan bulan paling kelabu bagi martabat kebangsaan
Indonesia. Luka perih martabat kebangsaan itu ditorehkan beruntun, mulai dari
jarum kecil seperti pelecehan atas aparat keamanan Indonesia oleh tingkah
adigang-adigung secara mencolok oleh perangkat keamanan AS dalam kunjungan
menlunya baru-baru ini sampai penjualan kekayaan bumi Nusantara kepada pemodal
asing dan akibat-ikutannya berupa demo Abepura, yang berujung tewasnya empat
aparat secara mengenaskan.
Tikaman belati tetangga kanguru-pongah yang memberi jaminan menetap selama tiga
tahun kepada 42 pelarian Papua Barat membuat luka kian menganga.
Rentetan peristiwa Maret kelabu ini tak pelak secara kumulatif melontarkan ke
permukaan pertanyaan mendasar atas pernyataan pokok yang termaktub dalam
konstitusi tentang tujuan pendirian negara, "apakah negara, khususnya
pemerintah saat ini, telah berusaha sekuat tenaga untuk 'melindungi segenap
rakyat dan tanah tumpah-darah Indonesia' dan mengawal serta memastikan agar
'bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat'?"
Jawabannya, hampir seluruh kabinet yang pernah terbentuk sejak 1968 gagal
menunaikan amanat pokok konstitusi itu. Lebih celaka lagi, sebagian besar dari
mereka malah menjadi agen penjual kekayaan bumi Nusantara atau paling kurang
menjadi penjarah kemakmuran rakyat.
Baron dan laron Istana Negara
Salah satu baron Istana Negara belum lama ini (Kompas, 27/3/2006) menegaskan
bangunan warisan kolonial itu sudah waktunya direnovasi karena banyak pilarnya
keropos dilahap rayap. Sebenarnya di sana bukan hanya ada banyak rayap
wira-wiri, tetapi juga banyak tikus bergentayangan. Karena itu, peringatan ini
sebaiknya dipahami tidak terbatas arti sesungguhnya secara fisik, tetapi yang
lebih penting, dalam makna simbolik dan substantif.
Secara simbolik dan substantif, Presiden didukung Kantor Sekretariat Negara
memimpin penyelenggaraan negara berlandaskan konstitusi. Bermodal kekuasaan dan
wewenang politik yang begitu besar, para baron Istana Negara dan Sekretariat
Negara memegang banyak kunci ke sejumlah ruang, baik di atas tanah maupun di
bawah tanah. Ruang di atas tanah adalah ruang gengsi dan legitimasi politik. Ia
lebih merupakan ruang seremoni di mana para laron politik-ekonomi-sosial
berselancar di atas karpet merah, atau terpaksa lewat detektor-elektronik,
berupaya menyambangi baron. Penyambangan ini biasanya diakhiri potret bersama
Presiden atau dengan salah satu baron kabinet.
Bila semua berjalan mulus, laron-laron tertentu bisa menyelam ruang bawah
tanah. Di sinilah bisnis sebenarnya dirundingkan secara rinci-tuntas. Sebagian
besar bisnis itu begitu menggiurkan sehingga ruang bawah tanah juga dikenal
dengan nama "tambang emas". Jika akhirnya kesepakatan bawah tanah tercium pers
dan terungkap ke publik, dengan mudah dibereskan lewat pernyataan peti-es:
"dokumen asli hilang, tidak bisa ditemukan".
Alkisah di tahun 1991, seorang baron kabinet Orde Baru alumni Kantor
Sekretariat Negara, tanpa pengetahuan penuh Presiden, membuat kesepakatan
"tambang tembaga, perak, dan emas" di salah satu ruang bawah tanah itu. Baron
Orde Baru ini jelas melukai martabat kebangsaan Indonesia karena menjual
murah-jauh di bawah harga pasar-kekayaan Ibu Pertiwi. Bukan hanya rakyat Papua
Barat yang terluka-lahir dan batin-karena dikerasi dan kesejahteraan rakyatnya
tidak terangkat bila dibandingkan dengan Timor Timur yang belakangan datang.
Apalagi bila ada warga Papua Barat mutung, bahkan mencari suaka di negara
tetangga. Itu sungguh memilukan martabat seluruh bangsa. Seluruh bangsa
Indonesia terluka martabatnya oleh ulah baron ini.
Kontrak Kerja Kedua tahun 1991-Kontrak Kerja Pertama dibuhul tahun 1967- aneh
karena mengandung beberapa cacat hukum dan kejanggalan finansial.
Pertama, seperti telah disebutkan, ada informasi yang tidak disampaikan kepada
Presiden.
Kedua, pembaruan kontrak itu dilakukan secara melawan hukum karena belum jatuh
tempo, seharusnya tahun 2003, 12 tahun lebih awal.
Ketiga, rumusan isi kontrak kedua pada dasarnya sama dengan kontrak pertama
kecuali dalam hal kepemilikan saham dan perpajakan. Selebihnya, pembaruan
kontrak itu tidak memberi keuntungan finansial berarti bagi negara dan bangsa
Indonesia. Kenyataan ini sungguh ajaib karena pada saat itu kekuatan posisi
tawar Indonesia jauh lebih kuat ketimbang posisi tawar tahun 1967 saat kita
amat membutuhkan investor asing. Apalagi, kandungan tembaga di tempat itu
adalah ketiga terbesar di dunia, sedangkan kandungan emasnya terbesar seantero
dunia.
Keempat, ada pihak swasta Indonesia yang diikutkan dalam kepemilikan tambang
tujuh-turunan itu yang tidak jelas asal-muasal modalnya. Dengan posisi kunci
yang kini digenggamnya, mudah-mudahan pihak yang disebut terakhir ini insaf
telah melukai bangsa untuk kemudian sungguh-sungguh meningkatkan kesejahteraan
rakyat Papua Barat.
Solusi
Sebaiknya kita tidak mencari kambing hitam di luar pagar negeri kita. Siapa pun
yang datang ke negeri ini secara bersahabat adalah tamu kita yang mampu kita
lindungi. Penyebab luka martabat bangsa adalah para baron yang korup-baik di
pusat maupun daerah-yang senantiasa dikerubungi laron-laron yang mengajak
selingkuh. Karena itu, beberapa langkah solusi dapat diambil.
Pertama, tingkatkan pemberantasan korupsi tanpa pandang kantong. Kedua,
reformasi total birokrasi sipil secara menyeluruh. Ketiga, bangun kepolisian
dengan sepenuh hati. Keempat, tinjau kembali semua kontrak kerja pertambangan
dan kehutanan karena banyak yang cacat hukum dan dilakukan rezim Orde Baru yang
juga korup dan sudah delegitimized.
Hukum internasional membolehkan pembatalan kontrak yang cacat. Nigeria
contohnya. Berbagai tambang kekayaan kita selalu diminati siapa saja dan kapan
saja. Kelima, ramahlah kepada rakyat dan tanah lingkungan Papua Barat. Meski
disebut paling akhir, ini adalah akar pokok terlukanya martabat kebangsaan kita
dalam Maret kelabu.
Tamrin Amal Tomagola
Sosiolog
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Martabat Kebangsaan Terluka