[ppi] [ppiindia] Maling Merajalela di Lokasi Gempa
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 31 May 2006 07:32:04 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
GALAMEDIA
31/05/2006 Maling Merajalela di Lokasi Gempa
BANTUL, (GM).-
Di tengah kesedihan mendalam dan rintihan tangis penderitaan korban gempa
Yogya, maling justru semakin memperbesar penderitaan mereka. Kawanan maling
berkeliaran mengambil sisa barang berharga milik warga dengan memanfaatkan
padamnya listrik di lokasi itu.
Pada Senin (29/5) malam, 3 orang maling ditangkap oleh warga di Dusun Sanden
dan Sapuangin, Bantul. Maling ini pun menjadi sasaran amuk massa hingga babak
belur. Beroperasinya maling juga terjadi di Kel. Trimurti dan Pancosari, Kec.
Srandakan, Bantul. Maling itu ditangkap dan kemudian dihakimi oleh warga.
Sebelum maling ini marak beroperasi, sebenarnya warga sudah menaruh curiga.
Belakangan, warga mulai menjumpai sosok asing yang berkeliaran di kampungnya.
Warga tak dikenal ini berkeliaran di Kp. Kalisat, Gunturan, Sapuangin, Kel.
Triharjo, Kec. Pandak, Bantul. Untuk mencegah kejadian ini terulang, warga
melakukan siskamling atau berjaga-jaga di sekitar tenda yang dibangun seadanya.
Selain di Trimurti, pencurian juga terjadi di Kel. Trimulyo. Di daerah ini
marak terjadi pencurian sepeda motor. Pada Minggu (28/5) sekira pukul 00.30 WIB
misalnya, ada tiga orang yang menumpang motor. Dua orang diturunkan di desa
mereka, sedangkan satu orang lainnya langsung tancap gas. Kedua orang tersebut
turun di pintu masuk desa.
Kepada warga yang memergoki, kedua orang ini mengaku hanya jalan-jalan dan
mereka langsung masuk ke dalam perumahan warga. Warga yang curiga membuntuti,
curiga aksinya diketahui warga, keduanya langsung mengambil langkah seribu.
Sayang, mereka tidak berhasil ditangkap warga.
Warga yang mengungsi di sekitar Stadion Sultan Agung yang letaknya bersebelahan
dengan desa mereka mengaku tidak ada yang kehilangan barang. "Mereka waktu itu
mengincar motor, sebab di desa sebelah, Blawong, saat yang bersamaan ada yang
kehilangan dua sepeda motor. Dan sekarang ini tidak hanya sepeda motor lagi,
tapi juga sembako yang menjadi kebutuhan vital kita sekarang," kata warga
Trimulyo lainnya.
Untuk mengantisipasi ulah orang yang tidak bertanggung jawab itu, warga
mendirikan pos pengamanan di mulut desa dan melakukan ronda siang malam. Selain
Desa Blawong, dari informasi yang dihimpun, di Desa Segoroyoso, Pleret juga
terjadi pencurian lima sepeda motor.
Penjarahan
Selain aksi pencurian, warga Bantul juga diresahkan oleh maraknya isu
penjarahan sembako. Isu itu menyeruak begitu saja ke telinga para pengungsi
sehingga membuat mereka tidak tenang. Sebab, sembako yang mereka miliki juga
diperoleh dengan cara yang sangat sulit. "Kami benar-benar kesal, tiap malam
akhirnya kami ronda untuk mengantisipasi isu penjarahan ini," ungkap salah satu
warga Kel. Trimulyo, Kec. Jentis, Bantul, Selasa (30/5).
Sulitnya mendapatkan bahan makanan, membuat warga Bantul harus rela antre di
depan toko-toko sembako. Padahal toko-toko tersebut sejak pagi memilih tutup
karena takut dijarah.
Dari pemantauan di lapangan, Selasa (30/5) di sepanjang Jln. Samas, Jln.
Parangtritis, Jln. Srandakan, dan Jalan Raya Bantul banyak toko sembako yang
tidak buka. Beberapa toko yang sempat buka langsung diserbu sejumlah pembeli
yang membeli persediaan sebanyak-banyaknya. Mereka membeli bahan makanan,
seperti beras, gula pasir, mi instan, minyak, dan lain lain.
Parahnya, karena stok sembako mulai menipis, harga-harga pun langsung naik.
Bahkan di beberapa toko yang buka, rak-rak tempat penyimpanan sembako sudah
kosong melompong. Warga yang kecewa hanya bisa menggerutu dan berkeluh kesah.
Namun, ternyata masih ada sejumlah toko membuka salah satu pintunya dan hanya
mengizinkan sedikit pembeli untuk masuk ke dalam tokonya. Hal ini untuk
mengantisipasi penjarahan yang mungkin terjadi. Setelah pembeli di dalam
selesai, mereka baru mempersilakan masuk pembeli berikutnya.
Hingga pukul 19.00 WIB warga yang mengantre di depan toko-toko sembako masih
tampak. Karena kesal, banyak warga yang nekat menghentikan mobil-mobil yang
membawa barang bantuan dan makanan. Truk-truk besar bahkan dihalangi lewat ke
jalan-jalan kampung yang kecil karena menyebabkan kemacetan.
Amankan penjarahan
Tiga satuan setingkat kompi (SSK) yang setara dengan 300 personel Brimob Polda
Jawa Timur, Selasa (30/5), dikirim ke kawasan gempa di Yogyakarta dan
sekitarnya untuk misi kemanusiaan dan pengamanan dari aksi penjarahan.
"Kita mengirimkan tiga SSK Brimob Polda Jatim untuk membantu tugas kemanusiaan
di Yogyakarta dan sekitarnya," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Herman
Surjadi Sumawiredja saat melepas keberangkatan 300 polisi itu di halaman
belakang Mapolda Jawa Timur, Selasa (30/5).
Menurutnya, ratusan polisi itu akan bertugas selama seminggu, kemudian digilir
dengan tiga SSK Brimob Polda Jawa Timur lainnya. "Mereka tidak sekadar
menjalankan misi kemanusiaan, tapi juga melakukan pengamanan dari aksi
penjarahan," katanya.
Selain itu, Polda Jawa Timur juga telah mengirimkan 6 ambulans, seorang dokter
spesialis, seorang dokter ahli forensik, 5 dokter umum, 20 tenaga medis, dan 10
koli obat-obatan. "Ratusan polisi yang berangkat kali ini juga membawa bantuan
berupa 5.655 dus mi instan, 43 karung beras, 928 dus air mineral, dan uang
tunai Rp 35 juta," katanya.
Ditolak
Sementara itu di Klaten, meski bantuan terus berdatangan, bukan berarti warga
korban gempa tenang. Pasalnya, bantuan tidak segera disalurkan. Parahnya,
ternyata ada sebagian warga yang ditolak saat minta bantuan.
"Saya sudah membawa surat rekomendasi dari camat. Tapi tetap ditolak," ungkap
Bakdi (32), warga Karangasem, Cawas, Klaten. (luc/dtc)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Maling Merajalela di Lokasi Gempa