[ppi] [ppiindia] MDGs dan Kemiskinan di Indonesia

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/01/opini/1937276.htm

  
MDGs dan Kemiskinan di Indonesia 

Oleh: Wahyu Susilo 



Tanggal 3-5 Agustus 2005, Indonesia menjadi tuan rumah Regional Ministerial 
Meeting on MDGs in Asia and The Pacific. Pertemuan ini untuk menyiapkan posisi 
negara- negara Asia-Pasifik dalam menghadapi Millennium +5 Summit September 
2005.

Momentum ini terlalu sayang dilewatkan, apalagi saat Indonesia dihadapkan 
problem pemiskinan berkepanjangan.

Untuk melihat progres Millennium Development Goals (MDGs) di Indonesia, kita 
harus melihat kebijakan makro-ekonomi Indonesia. Kebijakan ekonomi Pemerintah 
Indonesia lima tahun terakhir bukan untuk melapangkan jalan pencapaian MDGs, 
malah berpotensi menjauhkan dari cita-cita pengurangan jumlah orang miskin 
tahun 2015.

Sejumlah kesepakatan Indonesia dengan Bank Dunia, IMF, dan WTO memaksa 
Indonesia menjalankan kebijakan pencabutan subsidi bagi publik, membuka pasar 
bagi produk impor, dan kebijakan fiskal yang tidak pro-poor. Parlemen dipaksa 
memproduksi legislasi yang memperlancar privatisasi (UU Sumber Daya Air, UU 
Kelistrikan, UU Sistem Pendidikan Nasional, dan lainnya). Kebijakan perburuhan 
juga dipaksa mengadopsi konsep labour market flexibility. Akibatnya, buruh 
selalu dalam ancaman PHK.

Beban utang luar negeri membuat format APBN tidak pernah signifikan untuk 
mendanai masalah kemiskinan. APBN 2005 mengalokasikan Rp 64,0 triliun untuk 
pembayaran cicilan pokok dan bunga utang luar negeri, sementara biaya untuk 
sektor penunjang pembangunan kualitas manusia Indonesia tidak lebih dari 1,5 
persen (Rp 7,4 triliun sektor kesehatan, Rp 21,5 triliun pendidikan, dan Rp 
3,679 triliun untuk sektor pertanian).

Jika Pemerintah Indonesia konsisten dengan komitmen MDGs yang ditandatangani 
September 2000, problem kemiskinan dapat direspons secara komprehensif. Hingga 
kini Indonesia belum memiliki road map menuju 2015 sesuai dengan agenda 
Millennium Declaration. Indonesia belum menyusun laporan komprehensif tentang 
achievement MDGs selama lima tahun. Indonesia baru membuat satu kali laporan 
pencapaian MDGs, berbasis data-data 2003 dan diluncurkan resmi pada Mei 2004.

Sejumlah capaian

Laporan setebal 58 halaman itu berisi hasil pembangunan Indonesia sesuai dengan 
goal dan target. Indonesia melaporkan capaian MDGs, Goal 1-Goal 7. Sementara 
Goal 8 sama sekali tidak dilaporkan. Mengherankan, Indonesia tidak melaporkan 
capaian Goal 8. Sebagai negara berkembang, Indonesia merasa hanya wajib 
melaporkan capaian Goal 1-Goal 7, Goal 8 menjadi tanggung jawab negara maju.

Masalah kelestarian sumber daya alam yang menjadi area Goal 7 tidak menggunakan 
analisis tren global. Padahal, peran agen internasional (MNC maupun IFIs) dalam 
ekspansi modal industri pertambangan memberi kontribusi dalam perusakan sumber 
daya alam Indonesia.

Dalam laporan Goal 7, rekomendasi-rekomendasi mengenai penyediaan air minum 
yang menyatakan, penyediaan air minum belum menjadi prioritas utama, rendahnya 
pelayanan PDAM, dan keterlibatan swasta mengelola air minum menggiring, 
melegitimasi privatisasi pengelolaan sumber daya air. Agenda privatisasi ini 
terkandung dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 mengenai Sumber Daya Air yang 
penyusunannya didukung Bank Dunia. Mahkamah Konstitusi yang menolak judicial 
review undang-undang ini melicinkan jalan ke arah privatisasi air.

Dari dua kasus itu, terlihat betapa miskinnya analisis tren global Laporan MDGs 
yang disusun Pemerintah RI.

Agar Indonesia tidak kembali tersesat dalam kebijakan makro- ekonomi yang kian 
memiskinkan, momentum Regional Ministerial Meeting on MDGs in Asia and The 
Pacific dan UN Millennium +5 Summit harus dimanfaatkan Pemerintah Indonesia 
sebagai titik tolak perancangan kebijakan penanggulangan kemiskinan, mengacu 
formula penghapusan utang luar negeri, perdagangan global yang lebih adil, dan 
bantuan pembangunan luar negeri yang lebih baik dan tanpa syarat. Formula 
inilah yang kini menjadi agenda kampanye global memutus mata rantai sejarah 
kemiskinan (make poverty history).

Wahyu Susilo Project Officer Poverty & MDGs International NGO Forum on 
Indonesian Development (INFID)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hnsc69u/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122849334/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: