[ppi] [ppiindia] Lunasi Utang IMF Segera

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
REFLEKSI: Apakah  utang IMFakan lebih cepat dilunasi apabila kekayaan Pak Harto 
disumbangkan untuk maksud ini? 

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=227901

Sabtu, 27 Mei 2006,



Lunasi Utang IMF Segera



Kontroversi yang terkait dengan Dana Moneter Internasional (IMF) seakan tak 
pernah lekang dari negeri ini. Maklum, keberadaan lembaga pemberi utang 
multilateral itu sejak awal hingga berakhirnya program selalu menimbulkan 
perdebatan. Kini wacana yang mengemuka adalah percepatan pelunasan utang IMF 
senilai USD 7,8 miliar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut bahwa 
pelunasan utang IMF bisa dilakukan dalam dua tahun.

Memang, bila melihat posisi cadangan devisa saat ini yang sudah mencapai USD 42 
miliar, sangat memungkinkan untuk melunasi utang IMF. Apalagi, utang tersebut 
selama ini bersifat stand by loan yang fungsinya hanya untuk berjaga-jaga. 
Utang IMF baru bisa dimanfaatkan bila cadangan devisa RI terkuras. Jadi, tak 
ada manfaat secara langsung yang bisa diperoleh rakyat Indonesia dari utang IMF 
itu.

Meski hanya untuk berjaga-jaga, Indonesia tetap harus membayar bunga. Sampai 
2010, setiap tahun kita mesti mencicil utang pokok plus bunga senilai USD 2 
miliar (sekitar Rp 18 triliun). Beban itu bakal bertambah berat jika IMF jadi 
menaikkan suku bunga pinjaman Indonesia 27 basis poin menjadi 4,58 persen.

Tapi, seperti yang sudah-sudah, wacana tersebut kembali menjadi perdebatan. 
Pihak yang setuju menilai, percepatan pembayaran utang sangat menguntungkan, 
baik dari sisi penghematan devisa maupun kemandirian. Dengan melepaskan diri 
dari belenggu IMF, Indonesia bisa lebih percaya diri merumuskan kebijakan 
ekonominya. Kepercayaan dunia internasional pun diyakini bakal meningkat.

Namun, tidak sedikit pula yang ragu terhadap rencana tersebut, terutama 
menteri-menteri ekonomi. Mereka mengatakan, kebijakan itu bisa mengganggu 
neraca cadangan devisa dan stabilitas makroekonomi. Apalagi antara neraca 
cadangan devisa dan APBN berkaitan erat karena memengaruhi kurs rupiah, 
persepsi risiko, dan kepercayaan. Karena itu, pihak yang kontra minta 
percepatan pembayaran utang harus dilakukan dengan hati-hati.

Terlepas dari itu semua, kita memang mesti bijaksana dalam mengambil keputusan. 
Melihat dari sudut pandang pihak yang pro pelunasan, posisi cadangan devisa di 
atas USD 41 miliar memang memungkinkan. Tapi harus diingat, cadangan devisa 
setelah dikurangi utang IMF, tinggal USD 34 miliar. Jumlah itu bila dikurangi 
kebutuhan untuk membayar utang valas yang jatuh tempo -baik korporat maupun 
pemerintah- tentu sangat pas-pasan. Ini belum lagi untuk menopang kebutuhan 
impor. Walau banyak yang bilang devisa sejumlah itu masih aman untuk enam 
bulan, tapi siapa yang berani menjamin apa yang terjadi dalam enam bulan ke 
depan.

Tapi bila dikalkulasi secara keseluruhan, sebenarnya banyak keuntungan 
seandainya kita berani membuat keputusan yang sama seperti yang pernah diambil 
Korea Selatan, Argentina, dan Brazil. Pertama, paling tidak, ada dana triliunan 
yang bisa dialokasikan ke pos anggaran lain, misalnya pendidikan atau 
kesehatan. Tentu, fasilitas kesehatan dan pendidikan bakal membaik dengan 
limpahan dana yang seharusnya untuk mencicil utang IMF.

Kedua, pelunasan utang IMF pun bisa memperbaiki rasio utang terhadap produk 
domestik bruto (PDB). Saat ini, rasionya masih 47 persen. Bila rasio semakin 
kecil, terbuka kemungkinan peringkat utang Indonesia semakin meningkat. Hal ini 
akan memperbaiki spread bunga seandainya Indonesia menerbitkan obligasi 
internasional. Dengan berbagai keuntungan itu, tidak ada alasan bagi pemerintah 
untuk ragu melunasi utang IMF.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: