[ppi] [ppiindia] Lika-liku Perjuangan Menegakkan HAM
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 22 Oct 2005 01:00:38 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/22/o1.htm
Negara yang berdaulat tentu akan menghormati hak-hak warganya secara utuh
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Eksistensi negara merupakan wujud
keberdayaan rakyat dalam membangun kekuasaannya melalui wakil-wakil dan
pejabat-pejabat elitenya dalam tampuk kekuasaan negara. Dari sini, menjadi
sangat jelas mengapa hak asasi manusia haruslah merupakan hal dasar yang harus
dipenuhi dan dijunjung tinggi oleh negara. Masalah negara bukan hanya HAM,
tetapi negara juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah lainnya tanpa
melibatkan kedaulatan HAM sebagai medium yang mempunyai sangkut-paut erat
dengan masalah-masalah negara lain.
-------------------------------------
Lika-liku Perjuangan Menegakkan HAM
Oleh Abdullah Yazid
PERJUANGAN menegakkan hak asasi manusia (HAM) merupakan salah satu tolok ukur
penting suatu negara dan pemerintahan yang betul-betul peduli dan menghormati
hak-hak warganya. Perjuangan itu memang berat. Untuk menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia sebagai instrumen penting terciptanya keadilan dalam
berbangsa dibutuhkan pengorbanan dan kekuatan luar biasa, sehingga kedaulatan
HAM tidak lagi bisa dipermainkan.
-------------------------------------
Fenomena pelanggaran HAM telah banyak kita saksikan di berbagai belahan dunia
dan penjuru tanah air. Kasus Marsinah dan Udin beberapa tahun yang lampau
adalah salah satu ikon fenomenal pelanggaran HAM senyatanya di negeri ini.
Belum lagi kita jumpai masih banyaknya kasus pemerkosaan perempuan, bentrokan
aparat dengan warga, serta kasus yang paling menyita perhatian banyak kalangan
dan memakan waktu cukup lama dalam pengusutannya, yaitu penyelidikan atas
dugaan diracunnya Munir yang salah seorang pejuang HAM nasional yang diakui
dunia. Munir sebagai ikon pejuang HAM boleh jadi dibenci para ''perusuh'' HAM,
tetapi justru dari situlah Munir-Munir baru akan bermunculan mengawal penegakan
HAM di Indonesia.
Perlindungan dan pemenuhan HAM adalah perjuangan setiap hari, bukan sekadar
ketika ada kasus-kasus besar yang melibatkan oknum tertentu. Sebab, penegakan
HAM mau tidak mau pasti menyangkut semua aspek kehidupan. Penting dipahami
bahwa HAM tak hanya hak-hak sipil dan politik, tetapi juga hak-hak ekonomi,
sosial, dan budaya.
Pengingkaran HAM
Pelanggaran (violation) atau pengingkaran (denial) HAM terjadi tiap hari.
Banyak orang yang ditangkap serta ditahan dan mengalami penyiksaan (torture) di
tahanan. Juga pembunuhan di luar proses hukum (extrajudical killing). Persoalan
yang terus mewarnai adalah gagalnya negara menghentikan atau mengurangi banyak
kasus pembebasan dari proses hukum (impunity).
Dalam hak-hak ekonomi, ada puluhan juta orang tanpa pekerjaan, jutaan anak
putus sekolah, ratusan ribu warga mengalami rawan pangan dan kehilangan rumah,
serta kaum perempuan terus mengalami diskriminasi dan kekerasan. Bukankah
situasi ini membangkitan kebutuhan orang yang diingkari hak-haknya untuk
berjuang bagi pemenuhan hak atas pekerjaan, hak atas pendidikan, hak atas
pangan dan perumahan, serta hak-hak perempuan untuk bebas dari disriminasi dan
kekerasan?
Berpegang teguh pada hukum HAM internasional (international human rights law),
para pemegang kekuasaan negara bukan saja harus melaksanakan kewajibannya,
tetapi juga bertanggung jawab atas pelanggaran atau pengingkaran HAM. Dalam
hubungan ini, tiap orang akan saling berhadapan (face to face) dengan kekuasaan
negara.
Masalah pokok yang dihadapi bangsa ini adalah belum terwujudnya komunitas HAM
dan demokrasi yang kuat. Bukankah selama ini kita terperangkap untuk
mengandalkan strategi program yang berorientasi pada negara ketimbang
berorientasi pada masyarakat?
Kelemahan pokok yang diderita adalah tak adanya keteguhan dan kegigihan dalam
merangkul dan memberdayakan secara strategis atas para korban pelanggaran atau
pengingkaran HAM. Korban dan keluarga mereka sering hanya diatasnamakan belaka.
Amat langka mereka difasilitasi melalui pendidikan dan partisipasi demokratis
agar berkembang suatu komunitas yang berdaya dan mampu mengatur diri.
Negara yang berdaulat tentu akan menghormati hak-hak warganya secara utuh
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Eksistensi negara merupakan wujud
keberdayaan rakyat dalam membangun kekuasaannya melalui wakil-wakil dan
pejabat-pejabat elitenya dalam tampuk kekuasaan negara. Dari sini, menjadi
sangat jelas mengapa hak asasi manusia haruslah merupakan hal dasar yang harus
dipenuhi dan dijunjung tinggi oleh negara. Masalah negara bukan hanya HAM,
tetapi negara juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah lainnya tanpa
melibatkan kedaulatan HAM sebagai medium yang mempunyai sangkut-paut erat
dengan masalah-masalah negara lain.
Oleh karena itu, menjadi tantangan serius bagi mereka yang masih mempertahankan
integritas politiknya pada perlindungan dan pemenuhan HAM dan demokrasi, di
mana penekanannya adalah memastikan secara bertahap pembentukan civil society
yang berkedaulatan penuh atas negaranya, tidak malah menggadaikannya akibat
tergiur oportunisme dan pragmatisme politik sesaat.
Kebutuhan memperjuangkan HAM memanglah sulit, tetapi biarlah kesulitan ini kita
hadapi bersama dengan semangat baja meruntuhkan kesewenang-wenangan mereka yang
''menginjak-nginjak'' HAM di muka bumi ini. Setidaknya, pejuang-pejuang HAM
akan terus tumbuh seribu kali lebih dari sebelumnya demi memaknai kembali
substansi hadirnya sebuah negara.
Penulis, pemerhati sosial-pendidikan FKIP Unisma, staf penelitei Pusat Studi
dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK) Averroes Malang
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: