[ppi] [ppiindia] Kutukan Firaun dalam Petualangan DPR
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 01:08:40 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Refleksi: Semoga Alloh melindungi delegasi Mahkamah Agung RI yang ke Mesir
untuk melihat tari perut dan pusar dari kutukan Firaun. hehehhe
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/29/Politikhukum/2324219.htm
Kutukan Firaun dalam Petualangan DPR
Sutta Dharmasaputra
Anggota DPR ke Mesir bukan sekadar studi banding. Ternyata, sebenarnya
mereka pergi berziarah ke makam guru utamanya, yaitu Firaun. SMS itu beredar di
saat 15 anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR pergi ke Mesir dengan alasan
studi banding. Kritik dan cercaan pun mengalir dalam obrolan di masyarakat.
Kekesalan masyarakat memuncak karena ternyata perjalanan para wakil rakyat itu
juga banyak diisi wisata.
Kisah Kutukan Firaun selalu menjadi bagian yang tak pernah terlupakan
dari setiap petualangan ke Mesir. Seperti diketahui, anggota Tim Ekspedisi Lord
Carnavon yang menemukan makam Firaun, 4 November 1922, satu per satu mati tak
terduga. Cerita ini meyakinkan orang akan adanya dendam Sang Firaun yang tidur
abadinya terusik oleh kedatangan tim itu.
Studi banding BURT DPR ke Mesir, 16-23 Desember 2005, seakan mengingatkan
kita pada kisah Kutukan Firaun itu. Sepulang dari sana, satu per satu anggota
rombongan tak ada yang lolos dari cercaan.
Iya ya, jangan-jangan mereka semua kena kutukan Firaun, canda Wakil Ketua
DPR Soetardjo Soerjogoeritno kepada wartawan di ruangannya.
Perjalanan misterius
Keberangkatan DPR ke Mesir ini sejak awal memang penuh misteri. Tiga
bulan sebelumnya, di internal mereka sendiri sebenarnya sudah timbul
ketidaksepakatan. Anggota BURT dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Suryama M
Sastra, menolak kegiatan ini. Pada 18 November 2005, dia bahkan mengirim surat
ke pimpinan BURT untuk membatalkan keikutsertaannya.
Sejak lama masyarakat juga telah mengkritik rencana ini karena dinilai
hanya akan menghabis-habiskan anggaran di akhir tahun. Soalnya, sampai 31
Agustus 2005, anggaran perjalanan dinas luar negeri yang terealisasi baru Rp
4,82 miliar, sedangkan yang dialokasikan Rp 14,95 miliar.
Seminggu sebelum keberangkatan, Rapat Pimpinan DPR pun sempat membatalkan
kegiatan itu. Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif yang mengumumkan pembatalannya pada
pers.
Akan tetapi, pada Jumat (16/12) dini hari, rombongan BURT tetap nekat
berangkat ke Mesir. Kegiatan ini semula tidak tercium pers. Wartawan baru
mengetahuinya sehari sebelum keberangkatan dari mulut Djoko Edhi Soetjipto
Abdurrahman. Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini memang dikenal
suka bicara blak-blakan karena memang dulunya wartawan.
Terjadinya secara kebetulan. Saat itu sejumlah wartawan di DPR sedang
berbincang-bincang dengan Djoko Susilo, anggota Komisi I DPR yang juga dari
F-PAN. Ketika itu Djoko Susilo justru sedang menunjukkan adanya surat Wakil
Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno yang melarang Komisi I ke luar negeri di
akhir tahun.
Ketika sedang asyik-asyiknya bicara, tiba-tiba saja Djoko Edhi nyelonong
masuk. Ruang kerja kedua Djoko ini memang berdekatan. Saya mau izin dulu sama
yang punya luar negeri, ucap Djoko Edhi saat itu kepada Djoko Susilo. Dia lalu
meminta nomor-nomor kontak orang di Kedutaan Besar Indonesia di Mesir. Puluhan
mata wartawan yang sedang berkumpul di sana pun spontan terbelalak.
Saat itu Djoko Edhi sendiri menegaskan bahwa kepergiannya ke Mesir bukan
untuk jalan-jalan atau belanja. Tetapi, untuk studi kasus penanganan perjudian
di Mesir. Saya juga tidak akan pergi ke Dubai untuk belanja-belanja meskipun
yang lain ke sana, ucapnya.
Dia juga lalu menjelaskan soal masih lemahnya berbagai peraturan yang
ada, mulai dari Pasal 303 KUHP, UU Nomor 7 Tahun 1974 atau Peraturan Pemerintah
Nomor 9 Tahun 1981. Peraturan tersebut di satu sisi melarang perjudian, tetapi
di sisi lain memberi pengecualian.
Merasa penasaran dengan keberangkatan diam-diam tim BURT ini, pers pun
langsung mencek sekretariat. Tetapi, mereka pun berusaha menutupi. Salah satu
kepala subbagian, Suparyanti, bahkan sempat mengatakan kepada pers kalau acara
ke Mesir itu telah dibatalkan pimpinan DPR. Tak tahunya, Suparyanti sendiri
ikut dalam rombongan ke Mesir. Roestanto Wahidi Dirdjojuwono dari Fraksi Partai
Demokrat, yang juga kepala rombongan, diam seribu basa. Anggota DPR dari
F-PDIP, Rendhi Lamadjido, malah mengaku akan ke Nusa Tenggara Timur. Baru
keesokan harinya, ketiganya diketahui ternyata ikut ke Mesir. Wartawan pun
hanya tertawa merasa terkecoh.
Tabir terungkap
Setelah didesak wartawan, Sekjen DPR baru mau memberikan daftar nama
rombongan ke Mesir. Mereka adalah Roestanto Wahidi (F-PD), Ebby Djauharie
(F-PG), Soeharsojo (F-PG), Mukhtarudin (F-PG), Zainuddin Amali (F-PG), Suwignyo
(F-PDIP), Rendhi Lamadjido (F-PDIP), Elva Hartati Murman (F-PDIP), Syahrial
Agamas (F-PPP), Uray Faisal Hamid (F-PPP), Denny Sultani Hasana (F-PD), Djoko
Edhi (F-PAN), Choirul Sholeh Rasyid (F-KB), dan Abdullah Azwar Anas (F-KB).
Adapun dari sekretariat adalah Cholida Indryana (Kepala Biro) dan Suparyanti
(Kasubag). Tetapi, belakangan diketahui bahwa daftar nama itu pun berbeda
dengan yang tertulis di buku saku perjalanan. Di buku itu, tertulis 23 nama.
Enam lainnya yang tidak dilaporkan Setjen ternyata para istri anggota DPR.
Dalam buku saku itu juga tertulis jadwal acara yang ternyata banyak diisi
wisata. Hari kedua, 17 Desember 2005, misalnya, Mengunjungi obyek-obyek wisata
di Cairo dan Giza yang dipandu oleh biro perjalanan. Hari ketiga:Mengunjungi
Museum Nasional di Tahrir Square yang dipandu oleh biro perjalanan. Pada siang
harinya barulah diisi acara Courtesy Call dengan Ketua Majelis Shaab Mesir Dr
Ahmed Fathi Sourour. Sementara hari keempat, Berangkat menuju kota Alexandria
yang dipandu oleh biro perjalanan.
Jajaran Setjen DPR mulai dari bawahan sampai atasan memang tak pernah mau
memberikan buku saku ini kendati berkali-kali diminta pers. Alasan beragam.
Perjalanan wakil rakyat ke Mesir ini sepertinya memang enggan diketahui rakyat.
Kepergian dan kepulangan rombongan BURT ke Mesir ini pun benar-benar
menghindari pers. Saat keberangkatan, ketika disatroni di Bandara
Soekarno-Hatta, hanya Djoko Edhi yang bersedia menjawab. Lainnya, untuk check
in pun ada yang pura-pura nyasar ke loket 12 dan 11. Setelah dirasa aman,
mereka baru berbelok ke loket 13 counter Qatar Airways.
Kucing-kucingan pun terjadi saat kepulangan. Mereka tidak keluar lewat
jalur biasa, yaitu di terminal kedatangan internasional 2 D atau lewat ruang
VIP. Tetapi, dari landasan pesawat langsung naik bus PT Angkasa Pura ke Hotel
Sheraton Bandara. Bus itu pun keluar dari bandara lewat gerbang khusus untuk
petugas landasan. Sebagian lagi ada yang pulang melalui Singapura kemudian ke
Batam, setelah itu baru ke Jakarta.
Bayang-bayang 2006
Dikarenakan masyarakat gencar mengkritik, salah-menyalahkan pun terjadi.
Khawatir jadi korban, masing-masing malah mencari tumbal.
Djoko Edhi, yang pertama kali membeberkan kegiatan ini secara
terang-terangan dan punya agenda pribadi yang kontroversial soal judi, paling
mudah dijadikan sasaran empuk. Padahal, publik bukan hanya mempersoalkan judi.
Masyarakat juga menyesalkan kegiatan ini dilakukan diam-diam, bahkan terkesan
ditutup-tutupi. Agendanya pun tak jelas, padahal menghabiskan Rp 760 juta.
Dalam konferensi pers sepulang dari Mesir, Roestanto membantah bahwa
acara di Mesir banyak diisi dengan jalan-jalan. Menurutnya, jadwal acara di
buku saku yang disusun Kedutaan Besar di Cairo bersifat tentatif.
Tetapi, terlepas dari berbagai alibi yang digunakan, kini sejumlah elemen
masyarakat telah membawa persoalan ini ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Lingkar
Madani untuk Indonesia di bawah pimpinan Ray Rangkuti termasuk yang melaporkan.
Begitu juga dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Jakarta
maupun elemen masyarakat dari daerah pemilihan Madura. Pada intinya, mereka
mengharapkan BK memberi sanksi berat ke semua pihak secara adil. Mencermati
keseluruhan proses yang terjadi, memang terlihat banyak pihak yang terlibat.
BK sendiri akan mulai kembali bersidang pada Januari 2006. Apabila
berhasil mengurai permasalahan ini, bukan mustahil hal ini bisa menjadi titik
awal bagi DPR untuk membenahi kegiatan perjalanan dinas luar negeri DPR yang
masih carut marut ini ketimbang sekadar mencari tumbal.
Berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga DPR Tahun 2006,
anggaran perjalanan dinas ke luar negeri DPR mencapai Rp 34,5 miliar atau
meningkat 110 persen dari tahun 2005. Apabila tidak segera dibenahi, bukan
tidak mungkin daya pikat Mesir akan kembali menggoda anggota Dewan di tahun
2006. Kalau itu yang terjadi, Kutukan Firaun pun tidak akan berhenti di tahun
2005, tetapi terus membayang-bayangi di tahun 2006.
Kalau dalam ekspedisi Lord Carnavon hanya Howard Carter yang selamat, di
Senayan entahlah. Hanya Pemilu DPR 2009 yang bisa menjawab misteri ini, berapa
banyak yang akan mati atau tetap hidup di Senayan
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kutukan Firaun dalam Petualangan DPR